Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
23 - Sepotong Kue


__ADS_3

Saat sampai di kantor.


Ken lekas memberitahu kalau jam bertemu dengan Klain sudah waktunya, Ares lalu meletakan tempat kue itu di atas meja dan berjalan keluar dengan Ken untuk menuju tempat pertemuan.


"Tuan."Ucap Sekertaris Ken sembari menyetir mobil.


"Apa Menurut anda, tidak apa-apa kalau Nona Alice terus berada di rumah anda Tuan, karena kalau Ibu anda tahu dan Nona Sora mengetahui nya, nanti bisa jadi masalah."Ucap Ken.


"Selama kau tidak memberi tahu mereka maka tidak ada yang tahu, dan lagi, ia hanya tinggal 2 hari lagi, dia akan aku pulangkan."Ucap Ares.


"Baik Tuan."Balas Sekertaris Ken tak mengatakan apa pun lagi.


Saat sampai di tempat mereka janjian bertemu, Ares dan Ken pun turun dari mobil.


•••


Setelah Meeting dengan Klain nya baru saja selesai, Ares mendapatkan telefon dari Herry.


"Res, kau dimana?."Tanya Herry.


"Di luar."Balas Ares.


"Aku dan Will menunggu mu di kantor mu."Ucap Herry.


"Aku sudah selesai, aku akan segera kembali ke kantor."Ucap Ares.


Setelah sambungan telefon tertutup, Ares berdiri memperbaiki jas nya lalu berjalan keluar bersama Ken.


Saat sampai di kantor Tampak kotak kue yang tadi di bawa Ares ada di atas meja depan sofa. Ares pun menatap penuh selidik kedua sahabat nya.

__ADS_1


"Kalian menyentuh makanan ku?." Tanya Ares.


"Maaf, tadi hanya menyicipi nya, ternyata enak juga."Balas Will tersenyum.


Ares mengeleng-gelengkan kepala nya lalu melepaskan jas nya dan duduk bergabung dengan kedua sahabat nya itu.


"Wanita itu yang membuat nya."Ucap Ares.


"Apa, si primadona itu yang membuat nya, astaga, pantas saja kau sangat betah di rumah, ternyata selain dia pandai urusan ranjang, dia juga pandai urusan dapur, benar-benar wanita idaman."Ucap Herry tersenyum.


"Tapi Bersiap lah kau akan kehilangan dia 2 hari lagi."Ucap Will.


"kecuali kau mau mengambil nya sebagai simpanan, dia akan jadi milik mu selama kau masih kaya."Ucap Herry tertawa, Ares pun tersenyum mengeleng-gelengkan kepala nya mendengar ucapan Herry.


"Aku dengar dia terlilit hutang dengan mami Moli, itu sebab nya dia bekerja dengan Mami nya itu."Ucap Will.


"Jangan bilang kau ingin menebusnya?" Tanya Herry.


"Belum tahu." Ucap Ares.


"Kalau Sora tahu, dia pasti akan mengamuk, kau bahkan mengacuhkan nya selama bertahun-tahun, dan sekarang kau menyelingkuhi nya."Ucap Herry lagi.


"Aku hanya ingin dia menjadi pelayan ku, aku menyukai masakan nya, membuat aku teringat pada seseorang yang selama ini aku cari."Ucap Ares.


"Kau masih mencari wanita yang pernah menolong mu itu?."Tanya Will.


"Aku tak akan bisa melupakan nya, meski itu sudah lama." Ucap Ares.


"Kau ingin kami mencari tahu informasi tentang Alice?." Tanya Will menawarkan diri.

__ADS_1


"Kau bisa melakukan nya?." Tanya Ares.


"Serahkan saja pada ku."Balas Will.


"Terima kasih, kau bisa ku andalkan."Ucap Ares dan Will mengangguk.


"Boleh aku menyicipi nya sebelum dia kembali lusa?." Tanya Herry tersenyum.


"Jangan berani menyentuh nya, nanti kau akan rasakan akibatnya."Ucap Ares dengan senyuman namun terdapat ancaman di dalam nya.


Herry tertawa kecil, ia hanya mengetes Ares, tapi Ares benar-benar melindungi wanita malam itu.


"Masih ada Satu, kau mau habiskan atau kau serah kan pada kami untuk kami menghabiskan nya?." Tanya Will pada Kue yang masih tersisa satu potong.


Ares mengambil ponsel nya dan menghubungi Sekertaris nya itu untuk datang.


"Iya Tuan."


"Ambil ini, masih ada 1, Alice ingin kau menyicipi nya juga."Ucap Ares.


"Terima kasih Tuan."Balas Sekertaris Ken dan berlalu pergi kembali ke ruangan nya.


"Kau mengizinkan Alice jatuh hati pada Sekertaris mu?." Tanya Herry.


"Itu hanya sepotong kue."Ucap Ares.


"Hah, kau ini, sepotong kue itu memiliki banyak makna."Ucap Herry lagi.


Ares pun terdiam memandangi Herry dan Will yang tertawa kecil karena berhasil mengoda perasaannya dengan heran.

__ADS_1


__ADS_2