Derita Wanita Malam

Derita Wanita Malam
50 - Layak Memilikimu


__ADS_3

Setelah sambungan telefon dengan Sora tutup, Ares lalu berjalan keluar dari kamar nya untuk menuju ke kamar ibu nya, sejak siang saat ia mencium Alice, ia tak berani untuk kembali melihat wanita itu.


Saat Ares masuk ke dalam kamar Ibu nya karena Alice akan segera pulang, ia melihat Alice tertidur di sofa. Ares tersenyum melihat Alice yang tertidur dan terlihat manis.


Ia lalu mendekati wajah Alice untuk mengecup kening nya, namun seketika ciuman itu membangunkan Alice, melihat Ares ada di hadapan nya membuat Alice tersenyum.


"Selamat malam Tuan."Sapa Alice.


Ares yang di sapa dengan senyuman pun jadi salah tingkah. ia akan kembali berdiri namun Alice menahan nya, membuat Ares terkejut dan kembali melihat Alice.


Alice lekas duduk dan melihat Bu Ajeng yang tampak tertidur.


Alice lalu berdiri, menarik tangan Ares untuk keluar dari kamar, Ares yang bingung pun hanya mengikuti Alice yang menuntun nya keluar kamar Bu Ajeng.


Alice celingak celinguk dan melihat sekitaran untuk melihat keadaan agar tak ada yang melihat mereka berdua.


Alice mencari ruangan terdekat dan melihat sebuah tempat penyimpanan buku dan menarik Ares ke dalam dan menutup pintu nya kembali.

__ADS_1


Alice tersenyum di belakang pintu melihat Ares, Ares yang tahu maksud Alice pun bermaksud untuk pergi, namun tangan Alice menahan nya. Alice memeluk laki-laki itu membuat Ares merasa jantung nya kembali berdebar tak karuan, sudah lama ia tak merasakan perasaan seperti ini.


"Apa yang kau lakukan?." Tanya Ares.


"Tuan, aku tahu kau menginginkan nya kan."Ucap Alice.


"Seperti ini cara kau menggoda laki-laki yang membayar mu?."Tanya Ares agak kesal.


"Tidak." Alice lansung melepaskan pelukan nya dari tubuh Ares, Ares pun memandangi wanita itu.


"Dengan mereka, aku tak akan mengoda mereka, mereka sendiri yang akan mengoda ku."Ucap Alice.


"Bukan kah kau tak mau jadi simpanan?,, sekarang kau mengoda ku seolah kamu meminta ku untuk menjadikan simpanan ku."Ucap Ares.


"Kalau Istri mu menghianati mu sejahat ini, tentu saja aku mau menjadi simpanan mu, bahkan akan ku buat kau dan dia berpisah."Ucap Alice di dalam hati nya.


"Kenapa diam?." Ares membuyarkan lamunan nya.

__ADS_1


"A....Aku...."Alice gugup dan menundukan kepala nya karena bingung harus menjawab pertanyaan Area seperti apa.


Melihat Alice terdiam, Ares lekas memegangi dagu Alice dan mencium wanita itu sebelum Alice dapat menjawab. membuat Alice yang terkejut lekas tersenyum dan membalas Ciuman Ares.


Sejenak hanya berciuman, saat Alice memegangi junior yang terasa sudah bangun dan masih terbungkus oleh celana lekas membuat Ares menahan tangan wanita itu.


Alice pun terkejut karena Ares menghentikan nya. "Aku tak akan melakukan nya sampai aku merasa kalau aku layak untuk mu." ucapan Ares membuat Alice bingung dan tak mengerti.


"Aku bukan laki-laki seperti mereka yang membayar mu, aku tak akan melakukan ini ketika aku menginginkan nya, sebelum aku pasti kan kalau kau milik ku, bukan milik orang lain."Ucap Ares lagi.


Alice pun tersenyum mendengar ucapan Ares, Ares lalu kembali mencium Alice sekali lagi beberapa saat, sebelum ia memutuskan untuk menyudahi nya, karena ia takut tak bisa menahan nya.


"Kau nyakin tak menginginkan nya Tuan?." Tanya Alice saat Ares akan pergi.


Ares hanya tersenyum membelakangi Alice lalu kembali melanjutkan langkah nya.


"Bersiap dan pulang lah."Ucap Ares sebelum kembali menutup pintu itu.

__ADS_1


"Astaga, tadi kata-kata dia sangat menyentuh ku, apa ini rasanya di hargai, Astaga Tuan Ares, kau membuat ku semakin penasaran dengan mu, aku juga ingin tahu sejauh apa anda mampu menahan godaan ku."Ucap Alice tersenyum.


__ADS_2