
Saat sampai di rumah.
Ares mengetuk pintu rumah,namun tidak mendapatkan sautan dari Alice. Rumah Ares tampak Gelap, karena baru saja mati lampu.
Ares pun lekas mengeluarkan kunci cadangan nya dan membuka pintu, menyala kan lampu senter pada ponsel sebagai penerangan nya, ia lalu berlari menaiki anak tangga dan menuju ke kamar Alice berada.
Ares membuka pintu kamar Alice dan melihat Alice masih pada posisi nya, meringkuk ketakutan di sudut kamar.
"Apa yang kau lakukan?." Tanya Ares.
Pertanyaan itu membuat Alice mengangkat kepala nya dan melihat Ares berada di hadapan nya, dengan cepat dan tak memikirkan Larangan Ares untuk menyentuh nya, Alice dengan cepat memeluk Ares.
Membuat Ares sangat terkejut, Namun Ares membiarkan Alice yang tampak ketakutan memeluk nya.
"Ada apa?." Tanya Ares menurunkan nada bicara nya.
"Tuan, saya takut pada Petir dan Guntur, saya takut Tuan, lampu juga mati, saya sangat takut."Ucap Alice sembari memeluk Ares dengan erat.
Ares yang mendengar menghela nafas. "Kenapa aku harus perduli pada nya, dan meninggalkan Sora di sana."batin Ares.
__ADS_1
"Kau hanya takut itu saja?, kau berada di dalam rumah dan dia tak akan menyakiti mu."Ucap Ares dan mencoba melepaskan pelukan Alice namun Alice tak mau.
"Tuan, tolong temani saya malam ini disini."Ucap Alice.
"Kau menyuruh ku melayani mu?." Tanya Ares.
"Tidak masalah kalau kau mau menghukum ku, tapi jangan tinggalkan aku tuan."Ucap Alice.
"Menyusahkan saja."Ucap Ares.
Ares lalu mengelus punggung Alice. "Lepaskan tangan mu, ayo berbaring, aku akan menemani mu."Ucap Ares.
Alice membaringkan tubuh nya di tempat tidur, Ares pun ikut berbaring, Alice yang takut menghadap ke kegelapan lekas menghadap ke tubuh Ares, menyembunyikan wajah nya di Dada laki-laki itu.
"Apa setakut itu dia pada Gelap dan Guntur."Guman Ares menatap Alice yang terlihat samar dari penerangan senter pada Ponsel nya.
Alice pun tertidur lelap di pelukan Ares. Saat lampu menyala, Ares melihat kalau Alice sudah tertidur pulas. Ares pun melihat Alice yang tampak damai dalam tidur nya.
"Wajah nya mengingatkan ku pada seseorang, aku juga merasa nyaman saat aku berada di dekat nya, ada apa dengan ku." Batin Ares.
__ADS_1
Ares lalu mencoba pelahan untuk turun dari tempat tidur tanpa membangunkan Alice, namun tiba-tiba Alice memeluk nya tubuh nya. Ares merasa ada hal yang salah dari diri nya yang membuat nya tak ingin melepaskan tubuh nya dari Alice, namun ada juga sisi dari dirinya yang tak ingin.
Saat Ares melihat pergelangan tangan nya, melihat jam yang kini menunjukan pukul 12 malam, Ares pun dengan cepat melepaskan tangan Alice dari tubuh nya, tanpa memikirkan lagi ia akan terbangun atau tidak, tapi Alice tampak lelap dan tidak terbangun karena goncangan pada tempat tidur nya.
"Aku sudah janji pada nya, aku harus pergi."Ucap Ares melihat Alice sebelum ia melangkahkan kembali kaki nya keluar dari kamar Alice.
Ares lekas keluar dan tampak hujan yang sudah berhenti, menyusahkan basah nya bumi yang terpijak. Ares masuk ke dalam rumah untuk segera pulang karena Ia sudah berjanji pada Sora untuk pulang.
saat sampai di rumah ibu nya.
Ares masuk ke dalam rumah dan tampak Sora berbaring di sofa, Yang ada di kamar mereka.
Saat Ares mendekati nya, Sora terbangun dan melihat Ares sudah kembali.
"Kau sudah pulang?". Tanya Sora.
"Kenapa disini, kenapa tidak tidur di tempat tidur." Tanya Ares.
"Maaf, Aku menunggu mu sampai ketiduran."Ucap Sora.
__ADS_1
"Maaf juga aku pulang terlambat, ayo kita berbaring di tempat tidur, lain kali tidak perlu menunggu ku seperti ini." Ucap Ares dan Sora tersenyum dan berjalan ke arah tempat tidur mereka, Sora pun tampak mengandeng manja tangan Ares, Ares tahu kalau Sora menginginkan Ares melakukan hal itu, tapi Ares tak melakukan nya.