
"Kenapa pak Satya bertanya seperti itu?" tanya Dewi pada Satya.
"Mmmmm...jujur Dew, aku jatuh hati padamu," ucap Satya sambil menatap Dewi.
Dewi terdiam mendengar penuturan Satya, lalu ia bergumam dalam hati.
"Lebih baik aku terima saja kalau pak Satya menginginkan aku jadi pacarnya, untuk menghindari mas Arjuna yang masih mengejar-ngejar aku saat ini."
"Dew, kenapa diam? aku ingin kamu jadi pacar aku Dew?" ucap Satya.
"Mmmmm.....pak Satya saya merasa terhormat karena pak Satya meminta saya untuk jadi pacar bapak, padahal saya cuma bawahan pak Satya, apa....pak Satya tidak salah pilih?" kata Dewi sedikit meragukan permintaan Satya.
"Enggak Dew, aku terlanjur jatuh hati pada kamu, jadi....kamu terima aku apa tidak?" todong Satya pada Dewi.
Dewi tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan perlahan.
"Tengkyu Dew," jawab Satya sambil tersenyum dan menggenggam tangan Dewi.
Dewi pun tersenyum tapi dengan setengah hati karena hatinya masih ragu kalau Satya benar-benar jatuh hati padanya.
"Ngapain itu Satya pegang-pegang tangan Dewi sambil senyum-senyum gitu," ucap Arjuna dengan geram yang masih memperhatikan mereka dari jauh.
Arjuna yang terbakar cemburu, lalu dengan bergegas berjalan menuju ke arah mereka berdua.
"Hai, boleh aku gabung dengan kalian?" sapa Arjuna sambil menatap Satya dan Dewi bergantian.
__ADS_1
Dewi tersentak dengan kedatangan Arjuna yang tiba-tiba saja.
"Boleh Jun, ayo duduk sini," kata Satya sambil mempersilahkan Arjuna duduk.
Lalu Arjuna memilih duduk di dekat Satya, Arjuna menatap Dewi dengan tersenyum penuh makna.
Dewi tahu betul Arjuna sedang di bakar cemburu dari tadi melihat dirinya dan Satya apalagi kalau sampai ia tahu kalau Dewi menerima cintanya Satya saat ini.
"Lagi ngobrolin apa nih, sepertinya kalian serius amat dari tadi aku perhatikan," ucap Arjuna keceplosan.
"Dari tadi?" celetuk Dewi sambil mendelik menatap Arjuna.
"Oh, bukan bukan, bukan dari tadi maksudku barusan saja," Arjuna segera meralat ucapannya takut Dewi curiga padanya.
"Kamu mau makan apa Jun?" tanya Satya pada Arjuna.
Dan tak lama kemudian pelayan kantin pun mengantarkan pesanan Arjuna.
Lalu Arjuna menyeruput capuccino itu sambil matanya menatap ke arah Dewi yang tepat ada di depannya.
Dewi menghela nafas melihat sikap Arjuna yang seperti itu, ia tahu kalau Arjuna tidak akan rela dirinya dekat dengan laki-laki lain.
"Mmmmm....pak Satya, saya mau balik ke kantor dulu ya," ucap Dewi pada Satya.
"Loh kenapa buru-buru Dew?"
__ADS_1
"Pekerjaan saya masih banyak pak," jawab Dewi sambil bangkit dari duduknya.
Satya menganggukkan kepalanya lalu ia pun mengijinkan Dewi untuk balik ke kantor duluan.
"Oke Dew," kata Satya sambil tersenyum pada Dewi.
Arjuna menatap Dewi yang berlalu meninggalkan dirinya dan Satya di kantin tesebut, sebenarnya Dewi ingin menghindari Arjuna makanya dia balik dulu ke kantornya.
"Jun, Arjuna!!," panggil Satya pada Arjuna yang sedang asyik memperhatikan Dewi.
"Ya," jawab Satya dengan terkejut sambil menatap Satya yang menegurnya tadi.
"Kamu serius amat ngeliatin Dewi," kata Satya setengah heran.
"Sekertarismu itu cantik, rajin lagi," ucap Arjuna.
"Ya, Dewi memang sekertaris yang bisa di andalkan," kata Satya dengan bangganya.
"Beruntung kamu punya sekertaris seperti Dewi ."
Satya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bangga.
Sementara di dalam kantornya Dewi menerima pesan dari Arjuna yang baru saja di kirim ke ponselnya.
"Nanti pulang kerja aku jemput kamu."
__ADS_1
Begitu isi pesan singkat dari Arjuna itu.
"Apaan sih mas Arjuna ini, masih jemput-jemput aku lagi," gumam Dewi dengan menggerutu.