
Hari ini genap satu tahun usia pernikahan Dewi dan Satya dan selama ini keluarga yang mereka bina terbilang baik-baik saja, hingga pada suatu hari datang seseorang dari masa lalu Satya dan sedikit mengusik ketenangan rumah tangga mereka.
Rere, dia adalah mantan pacar Satya dulu namun Rere pergi begitu saja meninggalkan Satya dan entah bagaimana kabarnya hingga pada suatu hari Satya bertemu kembali dengan Rere di sebuah cafe.
"Bagaimana kabarmu Re?" tanya Satya pada Rere yang saat ini sedang duduk di hadapannya.
"Kabarku tak baik Satya," ucap Rere sambil menunjukkan muka sedihnya.
"Maksudmu?" tanya Satya lagi.
"Aku di tinggal pergi begitu saja sama suamiku dan sampai saat ini dia pun tak pernah memberi kabar padaku dan akhirnya aku pun memutuskan untuk pergi darinya juga."
Satya hanya menganggukkan kepalanya dan tak berkata apa-apa mendengar penuturan Rere tentang kisah hidupnya.
"Oh ya kamu sendiri bagaimana Satya?" tanya Rere pada Satya.
"Aku sudah menikah dengan Dewi," jawab Satya.
"Oh, selamat ya," ucap Rere sambil mengulurkan tangan dan dengan senyum yang sepertinya di paksakan.
"Makasih," ucap Satya sambil menyalami tangan Rere.
"Emmmm....maaf ya Re, aku harus buru-buru mau jemput istriku," kata Satya sambil bangkit dari duduknya.
"Mau ke mana sih Sat, kok buru-buru gitu kan kita baru ketemu," ucap Rere sambil memegangi lengan Satya.
"Tapi aku harus......,"
"Sudahlah duduk sini aja dulu temani aku ngobrol dulu di sini, kamu gak kasihan sama aku......"
Akhirnya Satya pun duduk lagi menemani Rere dan tiba-tiba ponselnya berdering.
"Mas....jadi jemput aku kan?" tanya Dewi di ponsel Satya.
__ADS_1
"Iya sayang, aku pasti jemput kamu, kamu tunggu dulu ya, aku masih ada klien ini," ucap Satya berbohong pada Dewi.
Sementara Rere hanya tersenyum mendengar pembicaraan Satya dan Dewi.
"Istrimu?" tanya Rere setelah Satya selesai berbicara dengan Dewi lewat ponsel.
"Ya," jawab Satya.
"Pasti dia orangnya sabar dan baik ya."
"Ya, Dewi memang orang yang sangat baik," ucap Satya bangga dan itu sedikit membuat Rere cemburu.
Dari kejauhan tampak Arjuna juga sedang berada di cafe itu dan sedari tadi ia memperhatikan Satya dan Rere.
"Satya dengan siapa itu?" tanya Arjuna pada dirinya sendiri sambil terus memperhatikan Satya yang sedang mengobrol dengan Rere.
Lalu dengan perlahan Arjuna menyeruput capuccino yang ada di depannya sambil terus memperhatikan Satya dan Rere.
Kemudian Arjuna beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan cafe itu.
"Itu kan Dewi? ngapain dia si sana?"
Kemudian Arjuna menghentikan mobilnya dan berjalan menuju ke arah dewi yang sedang duduk.
"Dewi, kamu ngapain di sini?" tanya Arjuna ketika sudah tiba di tempat Dewi duduk.
"Mas Arjuna, aku sedang menunggu mas Satya katanya mau jemput aku," ucap Dewi sambil celingukan mencari Satya.
"Menunggu Satya!?" tanya Arjuna pada Dewi.
"Iya, tapi sampai sekarang mas Satya belum datang-datang juga, aku takut mas Satya kenapa-napa."
"Kamu gak usah khawatir, Satya gak kenapa-napa."
__ADS_1
"Kok, mas Arjuna tahu?" tanya Dewi dengan heran sambil menatap Arjuna.
"Emmmm....enggak aku cuma mengira-ngira saja," ucap Arjuna menyadari dirinya sudah keceplosan omong pada Dewi.
"Oh," kata Dewi sambil menipiskan bibirnya.
"Apa......aku harus bilang ke Dewi ya kalau tadi aku sudah melihat Satya sedang berdua dengan cewek di cafe," Arjuna mengernyitkan keningnya sambil menatap Dewi.
"Ada apa mas, kenapa mas Arjuna menatapku seperti itu?"
"Ah, enggak gak apa-apa kok Wi, aku....cuma ingin menawari kamu, bagaimana kalau kamu pulang bareng aku aja," ucap Arjuna mengalihkan perhatian Dewi dari pertanyaannya tadi.
"Emmm....enggak mas aku mau menunggu mas Satya di sini."
"Kamu yakin mau menunggu Satya di sini?" ucap Arjuna.
"Yakinlah, aku yakin mas Satya pasti akan datang jemput aku di sini," ucap Dewi dengan optimis.
"Kalau begitu aku temani kamu di sini ya?" ucap Arjuna sambil duduk di samping Dewi.
"Nggak usah mas, mas Arjuna pulang saja nanti di cariin sama Sarah."
"Kamu gak mau aku temani?" tanya Arjuna.
"Bukannya gitu mas....mas kan udah punya istri, nanti Sarah pasti nyarik mas Arjuna karena gak pulang-pulang."
Arjuna tak menggubris omongan Dewi dan ia tetap saja duduk di samping Dewi.
"Aku yakin Satya tidak akan menjemput kamu Wi," ucap Arjuna sambil menatap ke arah jalan yang ada di depan mereka.
"Maksudnya apa mas?" tanya Dewi sambil memutar tubuhnya menatap Arjuna.
"Emmmm....enggak maksudku, mungkin Satya lupa kalau harus jemput kamu sekarang ini, buktinya sampai sekarang Satya gak datang-datang jemput kamu, iya kan?"
__ADS_1
Dewi diam saja sambil menatap Arjuna lekat-lekat.