
"Ngapain sih Dewi ikut kamu ke Bali juga," ujar Rere dengan muka geram sambil menatap Satya.
"Sudah lah Re, biarin aja Dewi ikut lagian aku kan ngomongnya acara meeting perusahaan," kata Satya pada Rere yang masih cemberut.
"Nah itu juga, kamu kan sudah bilang kalau kamu ke Bali itu ada acara meeting bukan liburan tapi ini malah ikut juga ke Bali, gimana sih!! kan kita nanti gak jadi bulan madu dong......!!!"
"Ya....gimana lagi dong Re, masak aku melarang Dewi untuk ikut ke Bali, nanti yang ada Dewi malah curiga sama aku."
"Ya kamu cari alasan apa kek, biar dia gak ikut kamu," Rere masih pasang muka cemberut.
"Terus bagaimana? apa di batalin aja rencana ke Bali nya?" ucap Satya dengan sedikit kesal karena Rere gak mau ngerti dengan posisinya.
"Ya jangan dong....kita harus tetap bulan madu di Bali....gak boleh batal."
"Kalau begitu kamu harus ikuti apa kata aku supaya kita tidak ketahuan Dewi," ujar Satya dengan serius menatap Rere.
"Iya iya aku tahu," kata Rere sambil melengos.
"Mas, baju-baju yang untuk acara meeting di Bali udah aku masukin ke koper," kata Dewi sambil menenteng tas slempang kecil miliknya.
"Iya sayang, ayo kita berangkat," kata Satya sambil merangkul Dewi dan berjalan menuju ke mobilnya.
Sementara Rere ngedumel terus di apartemennya sana karena ia harus berangkat sendiri ke Bali karena Satya menemani Dewi.
"Ngapain sih Dewi itu ikut juga ke Bali, ganggu acara ku dan Satya aja, aku kan mau menikmati bulan madu dengan suamiku.....dasar Dewi kayak yang punya indera ke enam aja, tahu aja kalau Satya ke Bali mau bersenang-senang sama aku," Rere mencebikkan bibirnya dengan kesal.
"Halo selamat pagi....mau bicara dengan siapa pak?" tanya Della ketika mengangkat telepon yang berdering di mejanya.
"Mmmmm...saya mau bicara dengan ibu Dewi."
"Maaf ini darimana? apakah sebelumnya sudah ada janji dengan ibu Dewi?" tanya Della lagi.
"Saya Arjuna dari Arjuna group," kata Arjuna menjelaskan pada Della.
__ADS_1
"Oh....pak Arjuna, maaf ya pak, Della gak tahu kalau yang menelpon ini pak Arjuna," sikap Della tiba-tiba saja berubah jadi sungkan setelah tahu yang menelpon itu adalah Arjuna rekanan kerja dari Dewi.
"Iya gak apa-apa Della."
"Mmmmm pak Arjuna.....Bu Dewi lagi tidak di tempat hari ini dan untuk beberapa hari ke depan Bu Dewi cuti mau liburan ke Bali dengan pak Satya dan yang menghandle semua pekerjaan Bu Dewi untuk saat ini adalah saya pak."
"Oh begitu, emang liburan nya ke Bali mana?" Arjuna mengorek keterangan dari Della seputar acara liburan Dewi ke Bali.
Setelah mengetahui tempat Dewi berlibur, Arjuna langsung memesan tiket untuk tujuan Bali.
Ketika tiba di rumahnya dengan segera Arjuna membereskan semua keperluannya di Bali nanti.
"Meeting nya kok jauh amat mas, di Bali," ucap Sarah istri Arjuna.
"Ya," jawab Arjuna singkat.
"Aku boleh ikut mas?" pinta Sarah.
"Ya gak bisa dong, ini kan acara meeting bukan liburan," kata Arjuna pada Sarah.
"Aku berangkat," pamit Arjuna pada Sarah.
"Hati-hati ya mas, jangan lupa bawakan oleh-oleh dari Bali...!!" teriak Sarah.
Arjuna terus saja berjalan dan tidak menghiraukan ucapan Sarah.
Satya dan Dewi sudah tiba di Bali dan mereka masuk ke dalam kamar hotel.
Sementara Rere juga sudah tiba di kamar hotelnya yang letaknya agak berjauhan dari hotel Dewi dan Satya.
"Hmmmmm....nasib jadi istri kedua ya..... begini ini selalu saja di nomor duakan," Rere ngedumel sambil melemparkan koper yang di bawanya ke atas tempat tidur.
Sementara Arjuna pun sudah mendarat di Bali juga dan ia sengaja memilih hotel yang sama dengan hotel tempat menginap Dewi dan Satya.
__ADS_1
Di dalam kamar Dewi dan Satya.
"Mas, aku istirahat dulu ya," kata Dewi yang tampak sangat mengantuk sekali.
"Iya sayang, kamu tiduran aja dulu, nanti malam kita jalan-jalan ya."
"Iya mas," kata Dewi sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Setelah merasa Dewi sudah tertidur, Satya kemudian perlahan-lahan keluar dari kamar dan berjalan menuju ke kamar Rere.
"Hmmmm....masih ingat aku rupanya kamu," sapa Rere pada Satya setelah masuk ke dalam kamar Rere.
"Ingat pesan aku Re, kalau kamu mau kemana-mana kamu telpon aku dulu biar kamu gak kepergok Dewi nanti.
"Hmmmm jadi ribet begini sih," Rere menggerutu dengan wajah kesal.
"Ya kamu harus ngerti dong Re."
"Iya iya aku harus sabar kalau jadi istri ke dua, ngomong-ngomong Dewi kemana kok kamu bisa keluar dari kamar?" tanya Rere penasaran.
"Dewi lagi tidur, ia kecapekan."
"Baguslah, kalau begitu kita bisa jalan-jalan dong.....," kata Rere girang sambil memeluk Satya.
"Jangan sekarang Re, nanti kalau Dewi bangun bagaimana?" kata Satya dengan wajah khawatir.
"Aduh kamu ini sayang ....nanti kalau Dewi bangun kamu tinggal bilang aja kalau tadi lagi ngobrol dengan teman, atau apa kek."
"Tapi Re....."
"Aduh....kamu kebanyakan alasan deh sayang, sudah temani aku jalan-jalan sekarang atau kalau enggak aku akan telpon Dewi dan katakan......," belum sempat Rere melanjutkan perkataannya tiba-tiba Satya sudah mengiyakan keinginannya untuk jalan-jalan.
"Iya ayo," ucap Satya dengan mendengus.
__ADS_1
"Nah....gitu dong .....," ujar Rere sambil menggandeng tangan Satya keluar dari kamar hotelnya.