Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 62


__ADS_3

"Satya meeting, apa meeting Wi?"


"Meeting mas .......kenapa sih mas Arjuna tidak pernah percaya," ucap Dewi sambil mengernyitkan alisnya menatap Arjuna.


"Bagaimana kalau Satya tidak meeting?"


"Maksudnya?" Dewi balik bertanya dengan heran pada Arjuna.


"Yah....kali aja Satya jalan bareng sama wanita lain, tapi bilangnya meeting ke kamu," ujar Arjuna.


"Mas Arjuna.....udah deh gak usah mikir yang negatif terus pada mas Satya kasihan dia," kata Dewi dengan kesal.


"Oke, oke aku minta maaf, tapi aku boleh menemani kamu sarapan pagi ini?"


"Boleh," ucap Dewi sambil berjalan menuju resto yang ada di depannya.


Sementara Arjuna berjalan di samping Dewi.


Setiba di dalam resto, Dewi langsung memilih tempat duduk sedangkan Arjuna juga langsung duduk di hadapan Dewi.


"Wi, untuk sarapan kali ini biar aku aja yang bayarin," ucap Arjuna pada Dewi sambil tersenyum.


"Hmmm....gitu setelah tadi bikin aku kesel ya mas," ucap Dewi sambil menipiskan bibirnya menatap Arjuna.


"Yah.....terserah kamulah."


Dewi tersenyum geli menatap Arjuna, Arjuna pun tersenyum dan sesaat mereka saling tatap.

__ADS_1


"Aku bahagia Wi, bisa melihat senyummu lagi, senyum yang telah lama aku rindukan," Arjuna berkata dalam hati sambil terus memandangi wajah Dewi.


"Mas, mas, mas Arjuna.....," Dewi menjawil lengan Arjuna karena Arjuna tak mendengarkan dirinya.


"Eh iya, ada apa Wi?" ujar Arjuna gelagapan karena kaget.


"Hmmmm.... ngelamunin apa sih?" tanya Dewi sambil tersenyum.


"Jujur Wi, saat ini aku bahagia sekali bisa berdua sama kamu, aku ingat dulu sewaktu kita masih menjadi suami istri, kita selalu keluar mencari makan malam dan ngobrol ke sana ke mari sampai lupa waktu," ujar Arjuna.


"Iya mas," jawab Dewi sambil menghela nafas panjang.


Tiba-tiba datang pelayan resto membawa nampan yang berisi makanan dan minuman yang telah mereka pesan.


"Mas, kita makan yuk," ajak Dewi pada Arjuna yang masih hanyut terbawa perasaannya.


Sementara jauh di tempat lain terlihat Rere dan Satya sedang menikmati suasana pantai yang sangat sejuk dengan hembusan anginnya yang terasa sepoi-sepoi menerpa wajah mereka.


"Sayang, aku seneng banget deh karena hari ini kita bisa benar-benar menikmati bulan madu berduaan saja," kata Rere sambil merebahkan kepalanya di pundak Satya.


Satya tersenyum sambil mengusap-usap rambut Rere.


Tiba-tiba ponsel Satya berbunyi, dan Rere melongok ke arah ponsel Satya ketika Satya membuka dan melihat ponselnya.


"Aduh....baru aja tenang dikit, kenapa sih Dewi ini telepon-telepon terus, gak bisa ya bikin orang tenang gitu," gerutu Rere pada Satya.


Satya meletakkan jari telunjuknya di depan mulutnya, memberi tanda pada Rere untuk tidak bersuara karena dia akan menerima telepon dari Dewi.

__ADS_1


"Akhhh....nyebelin banget sih itu orang," kata Rere sambil melengos dan geram.


"Ya sayang ada apa?" tanya Satya ketika menerima telepon dari Dewi.


"Mas Satya nanti pulang jam berapa?" tanya Dewi.


"Emmm.....kemungkinan nanti aku pulang malam sayang, kenapa?"


"Gak apa-apa sih mas, kenapa sampai malam meeting nya mas?" tanya Dewi lagi.


"Emmmm ....masalahnya setelah acara meeting kita di ajak untuk jalan-jalan sayang," kata Satya berbohong.


"Oh gitu ya mas."


"Iya sayang, maafkan ya kalau gak bisa nemani kamu jalan-jalan hari ini tapi tenang sayang besok kita pasti jalan-jalan ya," ujar Satya mencoba menghibur Dewi.


"Ya mas," kata Dewi sambil menutup ponselnya dengan lemas.


Sedari tadi Arjuna mencoba menguping pembicaraan Dewi dan Satya di telepon dan dengan penasaran dia bertanya pada Dewi.


"Kenapa Wi, kok wajahmu tiba-tiba jadi lesu begitu?" tanya Arjuna yang masih menemani Dewi selepas sarapan tadi.


"Mas Satya hari ini pulangnya malam katanya."


"Meeting sampai malam!!?" pekik Arjuna.


"Iya, katanya habis meeting mereka di ajak jalan-jalan."

__ADS_1


"Jalan-jalan ya," kata Arjuna sambil mencebikkan bibirnya menatap Dewi.


__ADS_2