Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 32


__ADS_3

Di saat Satya dan Dewi menikmati makan siang mereka, tiba-tiba ponsel Satya berdering tanda panggilan masuk.


Satya melirik ponselnya dan tertera nama Rere yang melakukan panggilan itu dan buru-buru Satya mematikan ponselnya.


"Kok di matikan mas?" tanya Dewi yang melihat Satya mematikan ponselnya.


"Gak penting sayang, lagian mengganggu acara makan siang kita," ucap Satya pada Dewi.


Kemudian mereka pun melanjutkan makan siang dan lagi-lagi ponsel Satya berdering lagi


sebuah panggilan dari Rere lagi.


"Angkat dong mas....., mungkin itu penting," ucap Dewi pada Satya yang membiarkan ponselnya berdering terus.


Satya diam sejenak lalu ia mulai mengangkat telepon dari Rere tersebut.


"Maaf ya pak, saya lagi makan siang ini sama istri saya," Satya bermain drama di ponselnya takut Dewi curiga kalau ia tahu yang menelpon itu adalah Rere.


Kemudian Satya meletakkan ponselnya di saku celananya.


Rere yang mendengar jawaban Satya seperti itu hanya mencibirkan bibirnya sambil berkata sendiri.


"Pandai sekali kau bersandiwara Satya," ucap Rere.


Rere tidak berhenti sampai di situ, ia mulai mengetik di ponselnya dan langsung ia kirim pada Satya.


"Aku mau ketemu kamu," ketik Rere yang ia kirim ke ponsel Satya.


Satya mendengar ada nada pesan masuk di ponselnya namun ia tak menghiraukannya.


Dan tak lama kemudian ponsel Satya berdering tanda panggilan masuk.


Satya melihat ke ponselnya dan melihat nama Rere yang sedang menelponnya, Satya mengerutkan keningnya dan sejenak ia melihat ke arah Dewi yang sedang serius mengutak-atik ponselnya.


"Sayang, aku mau terima telpon dulu ya," kata Satya sambil tersenyum pada Dewi.

__ADS_1


Dewi sempat mengerutkan alisnya mendengar penuturan Satya tapi ia tetap mengiyakan juga.


"Iya," jawab Dewi sambil melihat heran pada Satya yang beranjak pergi menjauh dari meja mereka.


"Kenapa mas Satya Sampek pergi ya? emangnya telpon dari siapa sih?" Dewi bertanya-tanya sendiri.


Satya berjalan mencari tempat yang sepi dan agak jauh dari dewi.


"Ada apa sih Re?" tanya Satya dengan kesal pada Rere di telpon.


"Aku kangen sama kamu Satya .......," ucap Rere dengan manjanya.


"Gak, aku gak bisa, aku sekarang sedang ada acara makan siang dengan Dewi," kata Satya masih dengan nada kesal.


"Ayolah Satya, atau.....kamu mau aku samperin ke sana?" ancam Dewi pada Satya.


"Apa-apaan kamu ini Re, jangan gila kamu!" kata Satya dengan muka sangat kesal.


"Ya....kalau aku gak ingin ke sana kamu dong yang harus ke sini....," kata Rere gak perduli.


Kemudian Satya mematikan ponselnya dan berjalan kembali ke meja di mana Dewi masih duduk di sana menunggu dirinya.


"Sayang, ayo kita pulang," ajak Satya pada Dewi yang masih mengutak-atik ponselnya.


"Iya mas," jawab Dewi sembari bangkit dari duduknya dan kemudian berjalan bersama Satya menuju pintu keluar cafe tersebut.


Lalu mereka berhenti di depan mobil Satya dan masuk ke dalam mobil, tak lama kemudian Satya pun menjalankan mobilnya menuju arah pulang.


Dari jauh tampak Rere yang mengendarai mobilnya pun baru sampai di cafe tersebut dan ia melihat mobil Satya yang baru saja keluar meninggalkan cafe itu.


"Hmmmm....awas kamu Satya, ternyata kamu takut juga dengan gertakan aku tadi," ucap Rere sambil tersenyum mencibir.


Satya dan Dewi sudah sampai di kantor masing-masing.


"Mas aku duluan ya," pamit Dewi pada Satya.

__ADS_1


"Iya sayang," jawab Satya sambil tersenyum pada Dewi.


Dewi melangkah menuju pintu masuk kantornya dan Satya pun segera balik ke kantornya lagi.


Setiba di kantor, Satya langsung masuk ke dalam ruangannya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Rere sudah berada di dalam ruangannya.


"Hai, akhirnya kamu datang juga," kata Rere yang melihat Satya masuk ke dalam ruangannya.


"Ngapain kamu ke sini Re....," ucap Satya dengan geram melihat Rere yang sudah berada di dalam ruangannya.


"Kan tadi aku sudah bilang kalau kamu tidak datang nyamperin aku, aku yang akan nyamperin kamu," kata Rere sambil mendekati


Satya yang masih berdiri di pintu.


"Kamu gila Re, sekarang juga kamu keluar dari ruangan ini."


"Enggak, tadi kan aku sudah bilang mau ketemu sama kamu," Rere bersikeras.


"Kamu ini.....apa harus aku panggilkan security buat ngusir kamu," Satya merasa sudah kesal dengan Rere.


" Oke, panggilkan security sekarang juga!! dan aku akan kasih tahu Dewi kalau kita sedang berduaan di ruangan ini!!!" ancam Rere gak mau kalah dari Satya.


Satya diam sambil mendengus kesal mendengar ucapan Rere, lalu ia menatap Rere sambil berkata.


"Terus maumu apa Re?" suara Satya agak merendah.


"Aku cuma mau di sini bersama kamu," ucap Rere manja sekali.


"Tolong jangan seperti ini, nanti kalau ada yang tahu bagaimana?"


"Gak ada yang tahu, kan cuma kita berdua yang ada di ruangan ini," Rere menatap Satya sambil tersenyum menggoda.


"Sudahlah Re, ini gak lucu sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini segera," Satya meraih lengan Rere dan membawa Rere menuju ke pintu.


"Iya iya aku akan keluar dari sini tapi jangan gini dong....kamu kasar banget sih....," ucap Rere sambil merengut.

__ADS_1


Setelah Rere pergi, Satya menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya sambil menopang kepalanya dengan tangan kanannya.


__ADS_2