Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 43


__ADS_3

"Sepertinya itu perempuan yang pernah bareng mas Satya sewaktu di rumah sakit kapan hari itu," ucap Dewi sambil terus memperhatikan ke arah Rere yang berjalan memasuki ruang kantor Satya.


"Ngapain kamu ke kantorku Re?" ujar Satya ketika Rere masuk ke dalam ruang kantornya.


"Aku kangen sama kamu Satya," kata Rere sambil bergelayut manja pada Satya.


"Apa-apaan sih, ini kantor Re jangan begini," ujar Satya sambil mendorong tubuh Rere.


"Ini kan kantormu Satya, kamu kan bebas mau ngapain aja di sini," Rere kembali mendekat ke arah Satya.


"Mas!" suara Dewi sontak mengagetkan Satya dan Rere dan buru-buru Rere menjauh dari Satya.


"Sayang, kamu datang kok gak bilang-bilang?" tanya Satya pada Dewi yang sudah masuk ke dalam ruang kantornya.


Dewi tak menghiraukan pertanyaan Satya, tatapannya tertuju pada Rere yang berdiri di samping Satya.


"Perempuan ini yang pernah mas antarkan ke dokter kandungan itu kan!?" tanya Dewi pada Satya.


Satya diam tidak menjawab pertanyaan dari Dewi, ia mengerjapkan matanya.


"Kenapa diam mas, jawab," paksa Dewi pada Satya.


Satya menghela nafas panjang dan menipiskan bibirnya sementara si Rere terpaku berdiri di tempatnya.


"Ya," jawab Satya.


"Terus ngapain dia masuk-masuk ke ruangan mu mas?" Dewi makin emosi.


"Dia mengantarkan berkas yang di suruh pak Darmawan," ucap Satya berbohong pada Dewi.

__ADS_1


Sementara Rere bernafas lega mendengar penuturan Satya dan tubuhnya sekarang agak rileks sedikit daripada tadi.


Dewi diam sejenak mendengar perkataan Satya lalu ia menoleh lagi ke arah Rere yang masih berdiri di samping Satya.


"Oh ya, berkasnya sudah aku terima dan sampaikan pada pak Darmawan aku nanti akan menghubunginya," ucap Satya pada Rere.


"Baik pak," kata Rere yang kemudian berjalan keluar meninggalkan ruangan Satya.


Dewi terus memperhatikan Rere yang keluar dari ruangan Satya sambil menipiskan bibirnya.


"Oh ya sayang, kamu kok tiba-tiba saja ke kantor aku? ada apa?" tanya Satya kemudian pada Dewi yang masih terdiam.


"Mmmm enggak, aku cuma lagi pingin ke kantor kamu aja mas," ucap Dewi.


"Kamu mau makan siang bareng sayang?" Satya mendekati Dewi yang masih berdiri di hadapannya.


"Mmmm enggak mas, aku pulang aja," ucap Dewi sambil beranjak hendak keluar ruangan Satya.


Dewi menghela nafas panjang sambil menatap Satya dan berkata dengan suara tertahan.


"Enggak," kata Dewi sambil menipiskan bibirnya dan segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang kantor Satya.


Satya memperhatikan Dewi yang terlihat seperti marah, Satya meninju udara dengan kesal lalu ia menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya.


Dewi berjalan menuju ke mobilnya dan tak lama kemudian ia pun melaju meninggalkan gedung kantor Satya.


Dewi menghentikan mobilnya di sebuah cafe yang biasa ia kunjungi.


Dewi duduk di sebuah bangku sambil mendengarkan suara biduan yang sedang melantunkan sebuah lagu yang mungkin memang kebetulan sekali isi lagi tersebut sesuai dengan isi hatinya saat ini.

__ADS_1


Seorang pelayan cafe datang ke meja Dewi sambil membawa milk shake yang di pesan Dewi tadi.


"Makasih," kata Dewi pada pelayan tersebut.


Dewi mengaduk-aduk milk shake nya dengan pandangan kosong ke depan.


"Hai," seseorang menyapa Dewi tiba-tiba, namun Dewi tak mendengar sapaannya dia tetap saja mengaduk minumannya berulangkali sambil menatap ke depan.


Tiba-tiba orang tersebut meraih tangan Dewi yang sedang mengaduk-aduk minumannya dan Dewi terkejut melihat siapa yang datang, Dewi menatap orang itu sambil berkata.


"Mas Arjuna?" pekik Dewi kaget.


"Aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini Wi," kata Arjuna sambil duduk di depan Dewi.


Dewi menarik tangannya dan mencoba bersikap rileks untuk menutupi hatinya yang sedang gundah.


"Tahu soal apa mas?"


"Kamu jangan mengelak Wi, aku tahu perasaan mu saat ini lagi kacau kan memikirkan Satya?"


"Emang mas Arjuna tahu apa soal mas Satya?" Dewi balik tanya pada Arjuna.


"Aku sering melihat Satya bersama Rere perempuan selingkuhannya itu, dan kamu sendiri sudah melihat kelakuan Satya kan?" kata Arjuna menatap Dewi.


Dewi menatap Arjuna sambil menipiskan bibirnya dalam hati ia berkata, apa benar yang mas Arjuna katakan.


"Sebenarnya aku gak mau ikut campur urusan rumah tangga kamu dan Satya, tapi....karena aku masih peduli padamu Wi, aku gak mau Satya menyakiti hati mu," Arjuna menggenggam tangan Dewi


"Makasih mas, mas Arjuna sudah peduli denganku, tapi....semoga apa yang mas Arjuna katakan soal mas Satya tidak benar," Dewi melepaskan tangannya dari genggaman tangan Arjuna.

__ADS_1


"Yah, semoga dugaan ku tidak benar," ucap Arjuna membesarkan hati Dewi karena ia tidak mau perempuan yang ada di hadapannya itu tersakiti lagi.


__ADS_2