
Tiba-tiba Dewi tersentak dari lamunannya dengan pertanyaan Arjuna.
"Kamu sudah pesan sarapan Wi?" tanya Arjuna.
"Belum mas, aku juga baru datang kok," ucap Dewi.
"Kalau begitu biar aku aja yang bayarin ya, kamu pilih aja menunya," ujar Arjuna sambil menunjuk pada buku menu yang tersedia di atau meja.
Dewi tersenyum lalu ia mulai melihat-lihat menu makanan di buku menu.
"Aku makan nasi betutu sama minumnya milk tea aja mas," ucap Dewi pada Arjuna.
"Oke, kalau begitu aku juga sama," kata Arjuna sambil tersenyum pada Dewi.
Kemudian Arjuna melambaikan tangan kanannya memanggil pelayan restoran dan sesaat kemudian pelayan restoran itu pun datang.
__ADS_1
Setelah Arjuna memesan makanan dan minuman pelayan itu kembali untuk menyiapkan makanan pesanan mereka.
"Oh ya mas, ngomong-ngomong mas Arjuna liburan ke sini kok gak ajak Sarah juga?" tanya Dewi tiba-tiba.
"Enggak Wi, aku kan sudah pernah katakan pada kamu kalau aku dan Sarah menikah karena terpaksa menuruti kemauan mama dan tidak ada rasa cinta sedikit pun di hatiku, dan saat ini aku masih menunggu proses perceraian dengan Sarah," kata Arjuna dengan menarik napas panjang.
"Cerai!!!?? kenapa mas harus cerai??" tanya Dewi kaget.
Arjuna menipiskan bibirnya sambil menatap Dewi dan kembali ia menghela nafas panjang.
"Mas Arjuna tidak mau memberikan kesempatan kedua pada Sarah?" tanya Dewi lagi.
"Enggak Wi, bagiku sekali perempuan itu berkhianat aku tidak akan pernah memaafkan lagi karena itu sudah sangat keterlaluan menginjak harga diriku."
Dewi mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mengerutkan keningnya menatap Arjuna, lalu katanya lagi.
__ADS_1
"Mmmmm....mungkin karena selama ini mas Arjuna kurang memberikan perhatian pada Sarah, jadinya Sarah bersikap seperti itu," kata Dewi dengan hati-hati.
"Bukan sekali dua kali Sarah begitu, sejak pertama menikah dengan ku kelakuannya memang sudah seperti itu cuma aku diamkan saja karena aku kasihan pada mama kalau aku ceritakan tentang kebejatan Sarah dan lagi waktu itu aku di jadikan jaminan pelunas hutang papa sama Mama," ucap Arjuna sambil menghela napas dalam-dalam seolah ingin melepaskan semua beban yang selama ini menggelayuti benaknya.
Dewi terdiam sesaat sambil menatap raut wajah Arjuna yang tampak sekali sedang bersedih dan Dewi merasa dirinya sangat bersalah kenapa dulu menyangka Arjuna yang jahat padanya dengan menikah lagi dengan Sarah, padahal sebenarnya Arjuna sedang menjalani masa sulit dengan keterpaksaan nya menikah dengan Sarah sebagai jaminan untuk pelunas hutang papanya.
Perlahan Dewi meraih tangan Arjuna dan berkata padanya.
"Mas Arjuna yang sabar ya, semoga nanti ada jalan yang lebih baik buat kamu mas," kata Dewi dengan menyunggingkan senyumnya pada Arjuna.
Arjuna melihat tangannya yang di genggam oleh Dewi ia merasakan kembali kehangatan yang dulu pernah ia rasakan, lalu Arjuna beralih menatap pada Dewi sambil tersenyum.
"Makasih ya Wi untuk supportnya."
"Iya mas, yuk sekarang kita sarapan," kata Dewi memecah suasana yang sedang sedih.
__ADS_1
Dewi mengambilkan nasi di piring dan kemudian ia menyodorkan nasi itu pada Arjuna, Arjuna tertegun sesaat ia merasakan kebahagian sepuluh tahun yang silam itu datang kembali di mana ia dan Dewi dulu setiap hari sarapan bareng di meja makan dan Dewi mesti melayaninya dengan mengambilkan nasi di piringnya.