Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 71


__ADS_3

Dewi sejenak terdiam mendengarkan penuturan dari Satya, kemudian dia berkata lagi pada Satya.


"Oh ya sudah mas kalau begitu, maaf kalau aku mengganggu," ucap Dewi.


"Enggak sayang kamu gak mengganggu kok, sebentar lagi aku pulang ya."


"Iya mas," jawab Dewi sambil menutup ponselnya.


Setelah Dewi menutup teleponnya, Satya buru-buru kembali bergegas melangkah ke kamar Rere.


Dan tanpa sadar tiba-tiba Satya menubruk Arjuna yang juga sedang melintas di jalan tersebut.


"Huh....kalau jalan lihat-lihat kenapa sih!!" bentak Satya pada Arjuna.


"Gak kebalik ini, seharusnya kan aku yang marah, kamu main tubruk aja tadi jalan gak lihat kalau ada orang di depannya," timpal Arjuna.


"Akhhh.....sudahlah repot memang ngomong sama orang yang egois macam kamu!!"


Tiba-tiba Arjuna mencekal lengan Satya dan berkata padanya.

__ADS_1


"Mau sampai kapan kamu kucing-kucingan sama Rere hah, sepandai-pandainya kamu menyimpan kebusukan suatu saat Dewi pasti akan menciumnya juga," kata Arjuna sambil mengangkat kedua alisnya menatap Satya.


"Dewi tidak akan tahu, kalau kamu tidak memberitahukan padanya," kata Satya sambil tersenyum menyeringai menatap Arjuna.


"Aku bukan pengecut seperti kamu, aku akan rebut kembali Dewi dari tangan mu tanpa membuka semua kebusukan kamu dan aku akan menunggu Dewi untuk mengetahui semua pengkhianatan yang telah kamu lakukan dan setelah itu Dewi akan kembali dalam pelukan ku orang yang akan dengan tulus mencintai nya tidak seperti dirimu yang hanya mempermainkannya saja!!"


"Jangan berharap yang muluk-muluk kamu Arjuna!! aku tahu dalam hati Dewi sudah tidak ada cinta lagi buat kamu, makanya dia lebih memilih menikah denganku daripada kembali pada suami brengsek seperti kamu!!" ucap Satya sambil tersenyum mencibir pada Arjuna.


"Oke, kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi pelabuhan terakhir Dewi dan pandai-pandai lah menyimpan rahasia mu," ucap Arjuna sambil tersenyum mendengus menatap Satya.


"Dasar brengsek kamu!!" Satya berjalan sambil menabrak pundak Arjuna.


"Semoga saja Dewi cepat mengetahui semua kebusukan Satya itu," gumam Arjuna.


Kemudian Arjuna berjalan menuju ke resto untuk mencari sarapan seperti biasanya.


Setiba di resto Arjuna melihat Dewi sudah duduk di dalam resto itu juga, kemudian Arjuna berjalan mendekat kearah Dewi yang sedang duduk sendiri.


"Hai Wi, sendirian aja?" sapa Arjuna ketika tiba di depan Dewi.

__ADS_1


Dewi mendongakkan kepalanya menatap Arjuna yang berdiri di depannya.


"Iya mas," jawab Dewi.


"Mmmmmm.....Satya mana kamu kok sarapan sendiri aja?" tanya Arjuna lagi pura-pura tidak tahu keberadaan Satya.


"Mas Satya lagi menemui kliennya pagi-pagi tadi," kata Dewi sambil menipiskan bibirnya.


"Hemmm .. menemui klien ya? sepagi itu," kata Arjuna sambil menganggukkan kepalanya.


"Mas Arjuna mau sarapan juga?" tanya Dewi.


"Iya, aku mau sarapan juga, boleh aku gabung di sini?" tanya Arjuna sambil mengangkat kedua alisnya menatap Dewi.


"Boleh, silahkan duduk mas," Dewi tersenyum pada Arjuna.


"Ya, makasih Wi," Arjuna merasakan ada sedikit desir kehangatan merasuki relung hatinya ketika ia melihat senyum Dewi orang yang selalu ada di dalam hatinya.


Dan sesaat kedua orang itu saling bertatapan, Dewi juga merasa sedikit ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya, sesuatu yang membuat ia agak nyaman pagi ini, atau mungkin karena akhir-akhir ini Satya sering pergi meninggalkan dirinya karena sibuk dengan kliennya makanya ketika bertemu dengan Arjuna kali ini ia merasa sangat nyaman.

__ADS_1


__ADS_2