
"Jadi makan siangnya mas?" tanya Dewi pada Satya sambil melepaskan diri dari pelukan Satya.
"Jadi dong sayang," ucap Satya sambil tersenyum mesra pada Dewi.
"Sebentar ya mas, aku pamit dulu sama Della.
"Oke," ucap Satya.
Dewi mengambil ponselnya dan mulai menelpon Della.
"Della, kamu di mana? aku sama mas Satya mau keluar dulu."
"Iya Bu, saya ada di depan ruangan Bu," jawab Della di ponsel.
Dan tak berapa lama kemudian Della sudah masuk ke dalam ruangan Dewi.
"Della, aku dan mas Satya mau keluar dulu ya," kata Dewi pada Della sekertarisnya itu.
"Iya Bu," jawab Della sambil tersenyum pada Dewi.
"Oh ya Del, kalau ada pak Arjuna ke sini mau ketemu sama Bu Dewi lagi jangan kamu terima," ucap Satya pada Della.
"Baik pak," jawab Della.
"Aku berangkat ya Del," pamit Dewi pada Della sambil berjalan menuju ke pintu bersama Satya.
"Iya Bu," jawab Della.
Kemudian Satya dan Dewi berjalan keluar dari kantor Dewi menuju ke mobil Satya.
Setelah keduanya masuk ke dalam mobil dengan segera Satya menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan mobil itu pun melaju di jalanan yang cukup ramai lalu lalang kendaraan bermotor.
Sementara Arjuna yang sedang berada di dalam kantornya terlihat sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Kenapa Dewi tidak mau percaya dengan apa yang aku bicarakan tadi soal Satya ya?" Arjuna bergumam sendiri sambil mengerutkan keningnya.
"Siapa cewek selingkuhan Satya itu sebenarnya? aku harus cari tahu," Arjuna lalu bergegas keluar dari kantornya sambil menyambar kontak mobil yang ia letakkan di atas meja kerjanya.
"Pak Arjuna!" teriak sekertaris Arjuna setengah berlari mengejar Arjuna yang sudah berjalan jauh meninggalkan ruang kantornya.
Arjuna seketika menoleh mendengar ada seseorang yang memanggilnya, lalu ia menghentikan langkahnya ketika melihat sekertarisnya berlari menuju kearahnya.
"Iya ada apa?" tanya Arjuna setelah sekertaris itu berada di hadapannya.
"Maaf pak, tadi ada pesannya dari pak Darmawan kalau bapak di tunggu di kantornya hari ini juga," kata sekertaris Arjuna itu.
'Pak Darmawan CV Prima jaya?"
"Betul pak."
"Oke, kalau begitu aku akan pergi ke kantor pak Darmawan sekarang," kata Arjuna yang lalu bergegas berjalan menuju ke parkiran.
Arjuna mengemudikan mobilnya menuju ke kantor CV Prima jaya dan beberapa menit kemudian ia sudah tiba di halaman kantor CV Prima jaya.
Wanita muda itu menoleh ke arah Arjuna, dan tersenyum sambil berkata padanya.
"Bapak, pak Arjuna?" tanya wanita itu pada Arjuna.
"Iya betul," jawab Arjuna sambil menyunggingkan senyumnya dengan ramah.
"Mari pak, saya antarkan ke ruangan pak Darmawan," kata wanita muda itu dengan ramah dan sopan.
Kemudian Arjuna berjalan bersama wanita itu dan tak berapa lama mereka berjalan wanita itu menghentikan langkahnya di sebuah pintu kantor yang bertuliskan DIRUT.
Sebelumnya wanita muda itu mengetuk pintu kantor tersebut, lalu ia mempersilahkan Arjuna untuk masuk.
"Mari pak, silahkan masuk," ucap wanita itu sambil membuka tangan kanannya ke depan mempersilahkan Arjuna.
__ADS_1
"Terimakasih," kata Arjuna sambil berjalan masuk ke dalam ruangan pak Darmawan.
"Pak Arjuna....mari mari silahkan duduk," sapa pak Darmawan pada Arjuna.
Arjuna tersenyum, lalu ia duduk di sofa yang ada di ruangan pak Darmawan tersebut.
Selanjutnya pak Darmawan menemani Arjuna duduk di sofa itu juga, dan kemudian mereka mengobrol seputar kerjasama yang akan mereka jalin.
"Oh ya sebentar pak Arjuna, saya ambilkan sample produk-produk dari CV Prima jaya ini."
"Baik pak dengan senang hati," kata Arjuna.
Pak Darmawan mengeluarkan ponselnya dari kantong celana nya dan sejurus kemudian ia menelpon seseorang untuk mengantarkan sample produk-produk dari CV Prima jaya.
"Permisi pak, ini sample nya," wanita yang baru datang itu langsung menyerahkan majalah sample dari produk-produk CV Prima jaya.
"Oh ya, makasih ya Re dan tolong bilangkan office girl untuk membuatkan kopi untuk pak Arjuna," kata pak Darmawan pada Rere.
Rere menatap Arjuna dan begitu juga sebaliknya Arjuna juga menatap Rere dengan terheran-heran.
"Dia kan perempuan yang selalu bersama Satya itu, ternyata dia bekerja di CV Prima jaya ini," gumam Arjuna dalam hatinya.
"Pak Arjuna," pak Darmawan memanggil Arjuna yang masih terheran-heran menatap kepergian Rere.
"Oh iya pak," jawab Arjuna dengan tergagap.
Pak Darmawan mengernyitkan keningnya menatap Arjuna, lalu ia bertanya pada Arjuna.
"Kenapa pak Arjuna? pak Arjuna kenal dengan Rere?" tanya pak Darmawan penuh selidik.
"Oh, enggak-enggak saya gak kenal dengan Rere pak, cuma sepertinya saya pernah melihat Rere entah di mana saya sudah lupa pak," kata Arjuna sambil tersenyum.
Pak Darmawan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Mari pak Juna, silahkan di minum kopinya," kata pak Darmawan sambil menunjuk ke arah cangkir yang berisi kopi yang barusan di antarkan oleh office girl.
"Ya, makasih pak," ucap Arjuna sambil meraih cangkir kopi itu dan mulai menyeruputnya dengan perlahan-lahan.