Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 35


__ADS_3

Akhir-akhir ini Satya memang sangat dekat sekali dengan Rere dan Rere pun dengan sigap memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat Satya bertekuk lutut jatuh ke dalam pelukannya lagi.


Dan alhasil usaha Rere tidak sia-sia, Satya sudah masuk ke dalam perangkapnya dengan senjata balas Budi Satya pada Rere karena sudah menyelamatkan Satya dari pengeroyokan yang dulu itu.


"Da....Satya hati-hati di jalan ya," ucap Rere sambil mengantar Satya keluar dari apartemennya dan satu ciuman mendarat di pipi Satya.


Satya berjalan menuju ke mobilnya dan tak lama kemudian ia pun melaju pulang.


"Satya.....Satya ...... benar-benar keterlaluan dia," ucap Arjuna yang melihat Satya keluar dari apartemen Rere.


"Mas darimana sudah larut begini baru pulang?" tanya Dewi ketika melihat Satya sudah sampai di rumah.


"Aku tadi ada meeting dengan klien sayang, dan dia ngajak aku ngobrol kesana-kemari sampai aku lupa waktu, maafkan aku ya sayang membuat kamu nunggu lama," ujar Satya sambil tersenyum pada Rere.


"Meeting ya mas," kata Dewi sambil mencibir menatap Satya.


"Kenapa sayang? kok kamu seperti yang gak percaya gitu?"


"Oh, enggak...aku percaya kok kalau mas ada meeting terus akhir-akhir ini."


"Ya sudah aku mau istirahat dulu sayang."


Satya masuk ke dalam kamarnya dan Dewi masih berdiri mematung di ruang tengah.


"Apa benar yang di katakan mas Arjuna soal kedekatan mas Satya dengan perempuan yang bernama Rere itu ya?" Dewi mulai memutar otaknya.


"Pagi sayang," sapa Satya sambil mencium kening Dewi ketika di ruang makan.


"Pagi mas," balas Dewi juga.


Kemudian mereka pun mulai menyantap sarapan mereka masing-masing.


"Oh ya mas, aku berangkat duluan ya," kata Dewi setelah mereka menyelesaikan sarapan.


"Kok buru-buru sayang?"


"Iya, aku ada janji sama Della mas."

__ADS_1


"Oh, ya kamu hati-hati di jalan ya sayang."


"Ya mas."


Dan tak berapa lama kemudian Dewi pun sudah mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah mereka.


Satya pun mulai berkemas mau berangkat juga tapi tiba-tiba ponselnya berdering.


"Satya, kamu bisa ke apartemen aku pagi ini?"


"Gak bisa Re, aku harus berangkat kerja."


"Please....Satya perutku sakit sekali ini, aku mau periksa ke dokter."


"Sakit perut?" tanya Satya.


"Iya, perutku sakit sekali ini dan kepalaku juga terasa pusing sekali."


"Oke, oke kamu tunggu di sana ya, sebentar lagi aku ke apartemen mu."


Lalu Satya keluar dari rumahnya dengan tergesa-gesa sampai lupa dengan kunci kontak mobilnya.


Satya membalikkan badannya sambil setengah berlari menghampiri bibi yang memegang kunci mobilnya.


"Makasih ya bi," ujar Satya yang langsing ngeloyor pergi meninggalkan bibi.


Satya kemudian mengemudikan mobilnya keluar dari halaman rumahnya menuju ke apartemen Rere.


Dan tanpa sepengetahuan Satya ternyata Dewi menguntitnya dari belakang dari jarak yang cukup jauh.


Dewi menghentikan mobilnya ketika melihat mobil Satya berhenti di depan apartemen Rere.


"Mau ke mana mas Satya?" tanya Dewi penasaran.


"Re,kamu kenapa?" tanya Satya setengah panik melihat Rere yang meringis kesakitan.


"Perutku sakit dan kepalaku pusing sekali....aku gak kuat Satya......"

__ADS_1


"Kalau begitu kita ke dokter sekarang," kata Satya sambil merangkul Rere dan menuntunnya berjalan ke depan menuju mobil Satya.


Dewi yang sedari tadi menyatroni apartemen itu sedikit terhenyak ketika melihat Satya keluar dari apartemen itu sambil merangkul Rere dan menuntunnya masuk ke dalam mobil Satya.


"Apa perempuan itu yang bernama Rere? apa perempuan itu selingkuhan nya mas Satya?" Dewi menghela nafas dalam-dalam sambil terus memperhatikan mobil Satya yang sudah melaju dengan perlahan.


"Kamu sudah melihat sendiri kan, bagaimana kelakuan Satya selama ini.


Begitu bunyi pesan yang di kirim Arjuna pada Dewi lewat ponselnya.


"Mas Arjuna, darimana dia tahu kalau aku ada di sini?" Dewi melihat ke sekeliling dan ternyata mobil Arjuna juga ada di daerah situ agak jauh dari mobilnya berada.


Kemudian Dewi menelpon Arjuna dan berkata padanya.


"Ngapain kamu di sini juga mas? kamu sengaja ngikutin aku?" cecar Dewi pada Arjuna.


"Enggak Wi, aku gak ngikutin kamu tapi memang sudah beberapa hari ini dengan tidak sengaja aku sering melihat Satya masuk ke dalam apartemen itu."


"Oh begitu."


"Bagaimana perasaan kamu setelah melihat kelakukan Satya tadi?" tanya Arjuna pada Dewi.


"Enggak....aku gak apa-apa kok," ujar Dewi sedikit menyembunyikan kegalauannya.


"Gak apa-apa bagaimana? jelas-jelas Satya itu sudah selingkuh Dewi...."


"Mas Arjuna....kita gak boleh menuduh orang sembarangan sebelum ada buktinya."


"Buktinya sudah banyak Wi, kamu tadi sudah melihat sendiri kan dan aku juga sudah sering melihat Satya dengan perempuan itu."


"Mas, mungkin saja mas Satya lagi menolong perempuan itu mas soalnya tadi perempuan itu seperti meringis kesakitan kalau aku lihat tadi."


"Dewi, aku harus menjelaskan bagaimana pada mu supaya kamu percaya kalau Satya itu selingkuh..."


"Sudahlah mas Arjuna, aku lagi gak mau membahas soal ini," Dewi menutup ponselnya dan beberapa saat kemudian ia sudah melaju meninggalkan apartemen Rere.


Arjuna melihat Dewi dari dalam mobilnya yang tak jauh juga dari tempat itu.

__ADS_1


"Dewi ....Dewi....," ucap Arjuna sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian Arjuna pun menjalankan mobilnya meninggalkan apartemen itu juga.


__ADS_2