Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab.44


__ADS_3

Tiba-tiba Dewi meringis sambil memegangi perutnya.


"Kamu kenapa Wi?" tanya Arjuna sambil melihat Dewi yang sedang meringis menahan sakit.


"Perutku sakit sekali," jawab Dewi.


"Ayo aku antarkan ke dokter Wi," ucap arjuna sambil bangkit dari duduknya. dan menghampiri Dewi.


"Iya," kata Dewi yang kemudian bangkit dari duduknya dan di bantu arjuna ia berdiri lalu keduanya berjalan menuju ke mobil arjuna yang di parkir di area parkiran cafe.


"Pelan-pelan," ucap arjuna ketika Dewi hendak masuk ke dalam mobilnya.


Kemudian Dewi masuk ke dalam mobil dan dengan bergegas Arjuna mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Setelah tiba di rumah sakit, Arjuna kembali memapah Dewi masuk ke dalam ruang periksa dokter kandungan.


"Aku tunggu di luar," ujar Arjuna pada Dewi.


Dewi mengangguk perlahan, lalu ia menjalani pemeriksaan untuk perutnya.


"Bagaimana dok, kondisi janin saya?" tanya Dewi pada dokter yang memeriksa nya.


"Kondisi bayi ibu lemah, jadi nanti saya kasih vitamin untuk penguat dan ibu jangan terlalu stress karena itu sangat berpengaruh sekali dengan perkembangan janin ibu," ujar dokter tersebut pada Dewi.


"Baik dok, terimaksih," ucap Dewi.

__ADS_1


"Sayang kamu di mana?" tanya Satya yang menelpon Dewi.


"Aku ada di rumah sakit mas," ucap Dewi.


"Rumah sakit!"


Belum sempat dewi bercerita, Satya sudah menutup telponnya dan dengan terburu-buru Satya keluar dari ruang kantornya hendak menyusul Dewi ke rumah sakit.


"Bagaimana Wi?" tanya Arjuna ketika melihat Dewi keluar dari ruang periksa dokter kandungan.


"Baik-baik saja mas," ucap Dewi sambil duduk di sebelah Arjuna.


"Syukurlah."


"Ya, aku akan temani kamu sampai dapat resepnya," kata Arjuna dan belum sempat Dewi berkata-kata pada Arjuna tiba-tiba Satya sudah berdiri di hadapan mereka.


"Brengsek kamu Arjuna!! ngapain kamu bersama Dewi?" ucap Satya sambil mengangkat tangan kanannya yang terkepal hendak melayangkan pukulan pada Arjuna.


"Mas .. apa-apaan kamu mas!!!" teriak Dewi pada Satya.


"Dia!! aku gak suka dia dekat-dekat dengan kamu sayang!" ujar Satya sambil menatap tajam ke arah Arjuna.


"Mas....mas Arjuna tadi sudah nolongin aku ngantar aku ke rumah sakit pas perutku kambuh sakitnya," ujar Dewi sambil memegang lengan Satya.


"Ya, benar apa yang di katakan Dewi barusan dan kemana saja kamu Satya saat istrimu kesakitan seperti tadi, oh ya aku tahu kamu sibuk dengan perempuan lain kan?" Arjuna mencibirkan bibirnya menatap Satya.

__ADS_1


Satya merasa kalau Arjuna sudah keterlaluan ikut campur urusan rumah tangga nya dan Dewi.


"Kamu gak usah ikut campur urusan rumah tanggaku Arjuna!!" bentak Satya pada Arjuna dengan geram.


Arjuna tersenyum sinis pada Satya lalu dengan santainya ia berkata pada Dewi.


"Oh ya Wi, aku pulang dulu sudah ada suamimu di sini," kata Arjuna pada Dewi.


"Iya mas, makasih sudah bantu aku tadi," kata Dewi pada Arjuna.


Kemudian Arjuna berjalan sambil tersenyum kecut melewati Satya yang masih menatapnya dengan tatapan geram.


"Mas.....sudah gak usah ribut terus dengan mas Arjuna," ucap Dewi sambil mengayun-ayunkan lengan Satya.


"Aku gak suka aja sayang kalau Arjuna ikut campur dalam urusan rumah tangga kita."


"Iya....aku ngerti mas, tapi tadi itu murni mas Arjuna nolongin aku."


"Bagaimana dengan kondisi janin mu sayang, apa kata dokter?" tanya Satya seolah sadar dengan kondisi calon anaknya.


"Kata dokter, kandunganku lemah mas, jadi aku tidak boleh capek dan terlalu stress, tadi dokter memberikan resep vitamin untuk kesehatan janinku mas," ucap Dewi pada Satya.


Satya menggenggam tangan Dewi sambil merangkulnya.


"Semua akan baik-baik saja sayang," ucap Satya membesarkan hati Dewi.

__ADS_1


__ADS_2