Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 53


__ADS_3

Rere merasa sangat kesal sekali pada Satya karena dia lebih memprioritaskan Dewi daripada dirinya.


Pagi ini Satya dan Dewi sarapan bareng sebelum mereka sama-sama berangkat ke kantor masing-masing.


"Oh ya sayang, nanti siang aku gak bisa makan siang bareng kamu ya masalahnya aku ada meeting dengan pak Yoga," ujar Satya di sela-sela acara sarapan mereka.


"Pak Yoga? siapa itu mas?" tanya Dewi sambil menatap kearah Satya yang duduk di depannya.


"Mmmmm.....itu....dia rekanan kerja perusahaan yang baru aja jalin kerjasama dengan aku," ujar Satya sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


Dewi menganggukkan kepalanya menatap Satya sambil mengunyah makanannya.


"Iya gak apa-apa mas, aku nanti bisa makan siang sendiri kok."


"Oke, makasih sayang," ucap Satya sambil mengelus tangan Dewi.


Setelah menyelesaikan sarapannya, kemudian mereka berdua pun berangkat ke kantor bareng.


Beberapa menit dalam perjalanan akhirnya sampai juga di kantor Dewi.


"Mas, aku turun dulu ya kamu hati-hati di jalan mas," ujar Dewi sambil membuka pintu mobil.


"Iya sayang."


Setelah Dewi masuk ke dalam gedung perkantoran nya, Satya kemudian menjalankan mobilnya kembali menuju ke kantornya.


Baru saja tiba di ruang kantornya tiba-tiba ponsel Satya berdering panggilan dari Rere.


Dengan segera Satya mengangkat telepon dari Rere dan belum sempat ia berkata tiba-tiba Rere sudah nyerocos sendiri.


"Satya, kamu ngapain aja sih sampai gak sempat bales pesan aku semalam?" kata Rere dengan ketus.


"Aku kan sudah bilang Re, jangan hubungi aku saat di rumah."


"Kamu selalu begitu, lebih memprioritaskan Dewi dari pada aku, ingat ya Satya kamu berhutang nyawa sama aku masak aku minta perhatian kamu sebentar saja gak kamu gubris!!"


"Iya iya, aku selalu ingat kalau kamu sudah pernah menyelamatkan nyawaku dari kawanan perampok, terus sekarang mau kamu apa Re?"


"Pokoknya aku mau kamu temani aku di rumah nanti sepulang kerja."

__ADS_1


"Oke nanti aku temani kamu."


Rere tersenyum puas sambil menutup ponselnya.


"Della, pagi ini aku ada jadwal meeting dengan siapa?" tanya Dewi pada sekertarisnya itu.


"Sebentar Bu saya lihat schedule nya dulu," ucap Della sambil membuka buku yang ada di tangannya.


"Jam sepuluh nanti ibu ada meeting dengan pihak Arjuna group Bu."


"Hmmmm....dengan Arjuna group ya," ujar Dewi menipiskan bibirnya.


"Iya Bu."


"Oke."


Sementara di ruang kantor Arjuna, terlihat dirinya sedang sibuk mempersiapkan berkas-berkas untuk meeting dengan pihak Dewi nanti.


"Dewi Dewi....sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan semua kenangan bersamamu, kamu akan selalu ada di hatiku," gumam Arjuna sambil menghela nafasnya dalam-dalam.


Tak lama kemudian Arjuna sudah memasuki mobilnya untuk segera menuju ke kantor Dewi tempat meeting di adakan.


"Pagi Wi," sapa Arjuna pada Dewi setiba di ruang meeting yang ternyata di sana sudah berkumpul semua.


"Pagi mas, silahkan duduk," ujar Dewi mempersilahkan Arjuna untuk duduk.


Arjuna menyunggingkan senyumnya menatap Dewi, lalu ia menarik kursi dan duduk di hadapan Dewi dan sesekali ia pandangi wajah Dewi yang dulu pernah menjadi istrinya, mengisi hari-hari indahnya sebelum ia di paksa mamanya untuk menikah dengan Sarah.


"Karena semuanya sudah hadir, acara meeting ini saya mulai sekarang, selamat pagi untuk semuanya dan terimakasih saya ucapkan pada bapak Arjuna karena sudah mau menjalin kerjasama dengan kita dan mudah-mudahan kerjasama yang akan kita jalin ini bisa saling menguntungkan untuk kedepannya tentunya," demikian sambutan yang di ucapkan Dewi ketika membuka acara meeting tersebut.


Arjuna menatap Dewi dengan bangganya, ia tidak menyangka wanita yang dulu sempat tidak di setujui oleh mamanya itu kini menjelma menjadi wanita yang smart dan cantik.


"Terimaksih Bu Dewi untuk kesempatan yang di berikan pada Arjuna group untuk bisa berkolaborasi dengan perusahaan yang Bu Dewi pimpin, dan tentunya seperti harapan Bu Dewi tadi semoga kita bisa menjalin kerjasama ini dengan baik sehingga bisa berkembang bersama untuk ke depannya nanti," ucap Arjuna sambil menatap Dewi penuh arti.


Kemudian acara meeting pun berlangsung selama kurang lebih dua jam dan akhirnya pihak Dewi dan pihak Arjuna saling menyepakati MOU ( Memorandum of understanding ) kesepakatan kerjasama antara kedua belah pihak.


Setelah semua peserta meeting bubar dan di ruangan itu hanya tinggal Dewi dan Arjuna saja, Dewi tersenyum pada Arjuna sambil berkata padanya.


"Makasih ya mas untuk kerjasamanya ini," ucap Dewi sambil membereskan berkas-berkas yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Sama-sama Wi, aku juga senang bisa bekerjasama dengan kamu, oh ya Wi bagaimana kalau kita makan siang bareng?" pinta Arjuna pada Dewi.


"Mmmmmm ......"


"Kenapa? kamu ada acara makan siang dengan Satya ?" potong Arjuna sambil mengernyitkan alisnya menatap Dewi.


"Oh, enggak-enggak, siang ini mas Satya gak bisa nemani aku makan siang," ucap Dewi sambil tersenyum tipis pada Arjuna.


"Berarti kamu mau kan aku ajak makan siang bareng?"


Sejenak Dewi menatap Arjuna dalam hatinya ia sempat bergumam.


"Sebenarnya kamu baik mas dan aku tahu dulu kamu ninggalin aku karena terpaksa demi mematuhi keinginan mama mu."


"Wi, Dewi....," Arjuna memanggil Dewi yang sepertinya sedang melamun kan sesuatu.


Dewi terperanjat mendengar Arjuna memanggil namanya, lalu dengan gugup ia menjawab.


"Eh, emmm iya mas ada apa?" kata Dewi dengan mimik muka bingung.


Arjuna tersenyum melihat sikap Dewi lalu dengan sedikit geli ia berkata pada Dewi.


"Kamu tadi sedang ngelamunin apa? aku panggil-panggil sampai gak dengerin."


"Emmmm....enggak kok aku gak ngelamunin apa-apa," sanggah Dewi sambil mengerjapkan matanya.


"Ya udah, ayo kita cari tempat untuk makan siang ya?" ucap Arjuna pada Dewi.


Dewi menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke mobil Arjuna yang ada di area parkir basemen gedung kantor Dewi.


"Yuk masuk Wi," kata Arjuna sembari membukakan pintu mobil untuk Dewi.


Lalu Dewi masuk ke dalam mobil dan setelah itu Arjuna pun masuk ke dalam mobil juga duduk di samping Dewi, sejenak ia menoleh kearah Dewi dan memandanginya agak lama.


Dewi merasa gak enak di pandangi seperti itu sama Arjuna.


"Mas Arjuna kenapa menatapku seperti itu?" tanya Dewi sambil mengangkat kedua bahunya dengan salah tingkah.


"Aku bahagia Wi, bisa keluar bareng kamu, aku jadi teringat waktu kita dulu masih bersama, kemana-mana sering keluar bareng berdua," kata Arjuna sambil tersenyum dan terpancar rona bahagia di wajahnya.

__ADS_1


Dewi menoleh ke arah Arjuna dan ia hanya tersenyum tipis, bayangan masa lalu itu kembali melintas di depan matanya, sepuluh tahun yang silam di mana ia masih berstatus istri Arjuna.


__ADS_2