
Arjuna dan Dewi menikmati sarapan mereka, tiba-tiba ponsel Arjuna berdering.
"Halo, iya Vin," jawab Arjuna ketika mengangkat telepon dari seseorang.
Terlihat Arjuna sedang mendengarkan dengan serius suara orang yang sedang menelepon dirinya.
"Oke kalau begitu, berarti aku sudah resmi bercerai dengan sarah? thanks ya Kevin sudah membantu proses perceraian aku dengan Sarah," Arjuna menutup teleponnya.
Dewi mengangkat wajahnya dan menatap Arjuna sambil mengerutkan keningnya.
"Mas Arjuna sudah resmi cerai dengan Sarah?" tanya Dewi.
"Iya Wi, semua proses perceraian aku serahkan pada Kevin dan semuanya berjalan lancar," kata Arjuna datar.
Dewi memasukkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya dan berkata lagi pada Arjuna.
"Bagaimana kalau mama tahu mas Arjuna sudah menceraikan Sarah?"
Arjuna menghentikan mengunyah makanan lalu ia menatap Dewi sesaat.
__ADS_1
"Sehari sebelum aku menceraikan Sarah, aku sudah menceritakan semuanya pada mama, awalnya mama kaget karena ia tidak mengira kalau ternyata Sarah seperti itu dan mama merasa menyesal telah memaksaku dan menjadikan aku sebagai jaminan pelunas hutang papa, dan kemudian ia pasrahkan semua keputusan yang terbaik padaku."
Dewi mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menatap Arjuna, lalu ia berkata pada Arjuna sambil tersenyum.
"Semoga ini menjadi keputusan mu yang terbaik mas," ucap Dewi.
"Iya semoga," jawab Arjuna tersenyum tipis.
"Oh ya Wi, habis sarapan ini kamu mau kemana?" tanya Arjuna.
"Mmmmmm....memangnya kenapa mas?" Dewi balik bertanya pada Arjuna sambil mengernyitkan alisnya menatap Arjuna.
"Mmmm.....boleh sih, lagian aku juga sendirian terus dari kapan hari, mas Satya sibuk terus dengan kliennya,' ucap Dewi sambil tersenyum.
"Ya....suamimu itu sibuk terus dengan kliennya, memangnya kamu percaya gitu kalau Satya keluar mesti menemui kliennya?" tanya Arjuna sambil menatap Dewi.
Dewi mendengus dengan kesal karena Arjuna mulai lagi berpikiran negatif pada Satya suaminya.
"Mas Arjuna .....mulai lagi deh ....," ucap Dewi sambil mencubit lengan Arjuna.
__ADS_1
Arjuna tersenyum melihat kekesalan di raut wajah Dewi, sebenarnya Arjuna ingin menceritakan semua tentang Satya padanya tapi Arjuna lebih menginginkan Dewi untuk tahu sendiri tentang perbuatan Satya dan Rere karena dia tahu posisinya saat ini tidak akan di percaya oleh Dewi dan bisa-bisa dia akan dituduh menjelekkan Satya nantinya sama Dewi.
Arjuna meraih tangan Dewi dan menggenggamnya dengan erat, Dewi berusaha menariknya tapi Arjuna malah lebih erat menggenggam tangan Dewi.
"Wi, aku bahagia sekali hari ini bisa sarapan bareng kamu, aku merasa kembali lagi ke masa di mana kita masih menjadi suami istri dulu," ucap Arjuna dengan menjatuhkan tatapan sendunya pada Dewi.
Dewi menghela nafas dalam-dalam dan dengan perlahan dia melepaskan genggaman tangan Arjuna.
"Mas....sekarang sudah beda cerita, aku sudah punya suami dan...," belum sempat Dewi melanjutkan kalimatnya, Arjuna sudah memotongnya dengan berkata.
"Ya...aku tahu itu dan kamu sudah terlanjur menjadi istri dari si Satya yang sudah....," Arjuna tidak melanjutkan kalimatnya.
"Sudah apa mas?" tanya Dewi penasaran.
"Gak ada," jawab Arjuna sambil melanjutkan makannya lagi.
"Mas, mas Arjuna sepertinya tahu sesuatu tentang mas Satya, apa itu mas?" tanya Dewi lagi sambil menatap Arjuna dengan tajam.
"Enggak Wi, aku tidak tahu apa-apa tentang Satya, aku cuma kesal karena dia selalu saja ngajak aku berantem tiap kali ketemu," ucap Arjuna mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Iya sih, mas Satya selalu cemburu pada kamu mas."