Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 63


__ADS_3

Hari ke tiga di Bali


Malam ini Dewi berdiri di balkon kamar hotelnya dan ia termangu sendiri menatap ke luar halaman hotel, pandangannya menyapu ke seluruh halaman hotel dan ia tidak melihat tanda-tanda mobil Satya ada di sana.


"Sudah jam sembilan, tapi mas satya kok belum datang-datang juga ya," ucap Dewi sambil melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan kirinya.


Dewi tidak tahu kalau di seberang sana Arjuna sedang memperhatikan dirinya sedari tadi dari balkon kamarnya juga.


Arjuna merasa kasihan melihat Dewi karena ia terlihat sangat gelisah menunggu Satya yang tidak pulang-pulang.


"Kasihan Dewi, benar-benar keterlaluan itu si Satya bisa-bisanya dia keluar berduaan dengan Rere sementara Dewi menunggu sendirian di sini, dasar pecundang!!" umpat Arjuna dengan geram.


Arjuna masih terus memperhatikan Dewi yang masih berdiri di balkon, tak berapa lama kemudian Dewi pun masuk kembali kedalam kamarnya.


Arjuna pun masuk ke dalam kamarnya juga tapi ia tak mau tidur malam ini, ia berniat untuk menunggu kedatangan Satya karena ia tidak terima melihat Dewi di perlakukan seperti itu oleh Satya.


Arjuna keluar dari kamarnya, lalu ia berjalan menuju ke cafe untuk ngopi.

__ADS_1


Sesampainya di cafe, Arjuna segera memesan kopi hitam untuk mencegah kantuk sambil menikmati musik live yang di sediakan oleh cafe tersebut.


Satu jam, dua jam berlalu Arjuna masih tidak kelihatan batang hidungnya si Satya, tapi Arjuna tidak putus asa untuk terus menunggu Satya datang.


Arjuna memperhatikan jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam dan Arjuna memandang kearah pintu masuk dan tepat saja dari arah pintu masuk itu Arjuna melihat Satya dan Rere berpencar berjalan terpisah.


Arjuna bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti Satya yang berjalan menuju ke arah kamarnya.


Arjuna melihat ke sekeliling lorong dan ternyata sudah sepi tidak ada lalu lalang orang-orang, lalu dengan berlari Arjuna mendekati Satya dan ketika Arjuna sudah berada di tepat di belakang Satya ia memanggil Satya.


"Satya!!! bugh....!!!" sebuah pukulan tiba-tiba mendarat di wajah Satya.


"Arjuna!!!! apa-apaan ini kenapa kamu main pukul begitu saja hah!!?" teriak Satya dengan penuh emosi pada Arjuna.


Arjuna tersenyum sinis menatap Satya sambil berkata padanya.


"Itu pukulan untuk laki-laki brengsek macam kamu Satya," kata Arjuna dengan sengit.

__ADS_1


"Apa maksudmu? aku gak ngerti?" kata Satya.


"Jangan banyak alasan kamu Satya, aku tahu kamu ke sini bersama dengan Rere istri muda mu kan!? dan seharian tadi kamu bersenang-senang dengan dia sementara Dewi kamu biarkan menunggu sendirian di sini, benar-benar keterlaluan kamu Satya!!" kata Arjuna dengan geram.


"Terus mau kamu apa hah!!?" ujar Satya sambil membusungkan dadanya pada Arjuna.


"Aku pikir kamu laki-laki yang baik yang bisa melindungi Dewi, tapi tidak!! kamu malah menyakiti hati Dewi!!"


Satya mencebikkan bibirnya sambil menatap Arjuna dengan tatapan sinis juga.


"Heh Arjuna...!!! jangan sok jadi orang baik kamu, apa bedanya aku dengan kamu hah, kamu dulu kan juga pernah menduakan Dewi hah!!??"


Arjuna mendelik menatap Satya dan tiba-tiba Dewi keluar membuka pintu kamar hotelnya karena ia mendengar suara keributan di depan kamarnya.


"Ada apa ini.....kalian ribut lagi!!!?" pekik Dewi sambil melihat ke arah Arjuna dan Satya secara bergantian.


"Tuh urus suami mu yang kamu anggap baik itu," ujar Arjuna sambil menunjuk ke arah Satya lalu ia pergi meninggalkan Satya dan Dewi.

__ADS_1


Dewi menatap kepergian Arjuna dengan penuh tanda tanya.


__ADS_2