
Sarah semakin menggila sejak di tinggal oleh Arjuna ke Bali, dia sering menghabiskan waktunya bersama Jovan dan atas rayuan Jovan pula Sarah berhasil menguras isi kartu ATM Arjuna yang ada di tangannya.
"Sarah, bagaimana kalau Arjuna marah karena kamu telah menghabiskan begitu banyak uangnya untuk bersenang-senang dengan aku?" tanya Jovan suatu ketika.
"Halah.....itu masalah kecil, kamu tenang aja Jovan yang penting kita happy kan....?" ucap Sarah sambil tertawa terbahak-bahak.
"Aku bangga dengan kamu Sarah, kamu memang yang terbaik di depan mataku," kata Jovan sambil memeluk Sarah.
"Sarah dong....." kata Sarah sambil tersenyum menatap Jovan.
Sementara di dalam kamar hotelnya, Arjuna sangat terkejut sekali setelah melakukan pengecekan terhadap mutasi rekening nya karena uangnya yang ada di rekening tersebut sudah habis tidak tersisa.
"Gila!!! apa-apaan ini, kenapa mutasi rekening nya banyak sekali dan sampai saldonya nol tidak tersisa sama sekali, pasti ini ulah Sarah," kata Arjuna dengan geram.
Kemudian dengan geram dan amarah, Arjuna meraih ponselnya dan menelpon Sarah.
__ADS_1
"Hai mas Arjuna sayang.....rupanya kamu masih ingat aku ya .....," kata Sarah ketika menerima telepon dari Arjuna.
"Sarah!!! kamu buat apa aja uang yang ada di rekening yang aku kasih ke kamu? kenapa bisa sampai habis tidak tersisa begitu!!?"
"Oh itu.....ya.....aku kan kesepian di sini mas....jadi aku gunakan rekening itu untuk bersenang-senang bersama Jovan dong.....!!!" ujar Sarah tanpa basa basi mengatakan yang sebenarnya pada Arjuna.
"Kamu benar-benar keterlaluan ya Sarah, istri macam apa kamu yang menggunakan uang suaminya untuk bersenang-senang dengan laki-laki lain hah!!?" bentak Arjuna di telepon dengan geram.
"Jangan salahkan aku dong mas...!!! kamu sendiri bagiamana hah? kamu kan ninggalin aku liburan ke Bali untuk bertemu dengan Dewi kan, perempuan yang selalu ada di hati kamu itu, wajar dong kalau aku mencari kesenangan sendiri disini," ujar Sarah tidak mau kalah.
"Oke, gak masalah!!! karena aku juga sudah muak jadi istri yang gak pernah kamu cintai dan terimakasih untuk dana dua ratus juta nya, ha ha ha ......" Sarah tertawa puas mengejek Arjuna.
"Dasar perempuan brengsek!!" umpat Arjuna sambil menutup ponselnya.
Tiba-tiba ponsel Arjuna berbunyi suara pesan yang masuk, Arjuna menoleh ke arah ponselnya di sana ia melihat Kevin sedang mengirim sebuah video padanya.
__ADS_1
Dengan segera Arjuna membuka pesan video yang di kirim oleh Kevin.
Di video itu terlihat Sarah sedang berpelukan dengan seorang laki-laki yang tak lain adalah Jovan dan kemudian mereka berdua masuk ke dalam sebuah kamar berduaan.
"Juna, sebenarnya aku tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga mu tapi....ini demi kebaikan kamu karena aku merasa kamu adalah teman ku dan aku perlu memberitahu video ini pada mu karena secara tidak sengaja aku bertemu dengan Sarah dan teman laki-lakinya itu," begitu kata-kata Kevin di bawah video yang di dikirimkannya pada Arjuna.
"Benar-benar kamu ya Sarah," kata Arjuna sambil memukul udara dengan kepalan tangannya saking marahnya dia dengan kelakuan Sarah.
Arjuna menelepon kevin dan ia menceritakan pada Kevin tentang kelakuan Sarah yang sudah menghabiskan uangnya yang di rekening.
"Aku akan menceraikan Sarah Vin," kata Arjuna pada Kevin di ponsel.
"Ya, kalau memang itu sudah menjadi keputusan mu aku ikut mendukung karena menurutku dia bukan wanita yang baik-baik, bisa-bisa dia menghabiskan seluruh uangmu Juna!!"
"Ya kamu betul Kevin, terimakasih sudah memberi tahu aku soal kebejatan Sarah."
__ADS_1
"Ya sama-sama."