Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 38


__ADS_3

"Mulai sekarang kamu harus hati-hati sayang, ingat bayi yang ada di perutmu jangan sampai kenapa-kenapa ya," ucap Satya ketika mereka sedang sarapan bareng.


"Iya mas, aku pasti akan jaga anak kita, mas gak usah khawatir," kata Dewi sambil tersenyum dan mengusap perutnya.


"Kalau begitu mulai hari ini aku yang akan antar jemput kamu ke kantor ya."


"Kan aku bisa bawa mobil mas?"


"Enggak-enggak aku gak mau kamu nanti kecapekan dan mempengaruhi kondisi kehamilan mu sayang."


"Ya, kalau itu maunya mas Satya, aku nurut saja," Dewi tersenyum pada Satya.


Satya pun tersenyum pada Dewi sambil mengusap rambutnya yang hitam.


"Ayo mas, kita berangkat sekarang," pinta Dewi pada Satya sambil melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya.


"Ini masih jam setengah delapan sayang kok kamu mau berangkat sekarang?"


"Iya mas, hari ini aku ada jadwal meeting."


"Oh gitu, ya udah ayo kita berangkat," ucap Satya sambil bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri kursi Dewi hendak menuntunnya.


"Mas....aku gak apa-apa kok jadi gak usah di pegangi gitu," kata Dewi dengan tersenyum.


"Sayang, aku kan suami mu harus melindungi istrinya yang sedang hamil," ucap Satya dengan mimik muka serius.


"Iya iya, mas Satya memang suami yang sangat perhatian sama istrinya," Dewi tersenyum sambil menggandeng tangan Satya.


Di tengah perjalanan menuju ke tempat kerja Dewi, Satya melihat ke kanan kiri jalan banyak orang yang berjualan buah-buahan segar.

__ADS_1


"Sayang, kamu gak ngidam apa-apa?" tanya Satya sambil menoleh pada Dewi yang duduk di sebelahnya.


"Mmmmm.....aku ngidamnya cuma pingin mas Satya selalu ada di sampingku selama aku hamil," ujar Dewi sambil menatap Satya.


"Pasti sayang, aku pasti akan selalu ada di samping mu dan bayi kita," Satya menyunggingkan senyumnya pada Dewi.


Ketika tiba di kantor Dewi, dengan bergegas Satya keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Dewi.


"Sayang, aku antar kamu sampai ke dalam ya."


"Mas....aku bisa jalan sendiri, mas gak usah begitu aku kan jadi gak enak," ucap dewi.


"Aku gak mau istriku nanti kenapa-kenapa," ucap Satya.


"Mas....percaya sama aku, aku gak akan kenapa-kenapa ya," Dewi memegang tangan Satya sambil meyakinkan dirinya baik-baik saja.


"Iya mas."


Kemudian Dewi berjalan masuk ke dalam gedung perkantoran nya dan Satya memperhatikannya sambil bergumam dalam hati kecilnya.


"Maafkan aku sayang," gumam Satya lalu ia kembali masuk ke dalam mobilnya.


Beberapa menit kemudian Satya sudah tiba juga di kantornya.


Satya tampak seperti memikirkan sesuatu.


"Bagaimana bisa Rere juga hamil, bodohnya aku," umpat Satya sambil meninju udara dengan kepalan tangannya.


Tiba-tiba Satya menoleh pada ponselnya yang sedang berbunyi tanda panggilan masuk.

__ADS_1


Satya mengangkat telepon itu dan terdengar suara Rere dari seberang.


"Satya, nanti pulang kerja aku di jemput ya?" pinta Rere pada Satya.


"Gak bisa Re, aku nanti harus jemput Dewi," ujar Satya.


"Satya....aku kan lagi hamil.....hamil anak kamu lho," kata Rere dengan nada suara agak kesal.


"Dewi juga sedang hamil."


" Hamil!!!???" pekik Rere seperti kaget sekali.


"Ya, Dewi juga hamil."


"Oke, kalau begitu aku minta kamu perlakukan aku sama seperti Dewi masalahnya aku juga lagi mengandung anak kamu Satya," tegas Rere pada Satya.


"Gak bisa begitu Re, masalahnya Dewi kan istri ku sedangkan.....," belum sempat Satya meneruskan ucapannya tiba-tiba Rere sudah memotongnya.


"Sedangkan apa Satya!! kamu mau bilang kalau aku cuma selingkuhan kamu begitu!!" Rere mulai naik pitam.


"Bukan begitu Re....."


"Terus apa.....!!!! aku cuma minta perlakuan yang adil buatku dan bayiku titik!!"


"Oke, oke nanti pulang kerja aku akan jemput kamu dan antarkan kamu pulang," akhirnya Satya memberikan keputusan pada Rere.


"Nah,gitu dong jadinya kan adil kalau begitu."


Kemudian Satya menutup ponselnya dan menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2