
"Huh gak asyik banget sih liburan begini, maunya bulan madu berdua, e.....malah Satya sama Dewi ngeselin banget," ujar Rere ngedumel sendiri di dalam kamar hotelnya.
Sementara Satya dan Dewi malam ini sedang menikmati hembusan angin yang sepoi-sepoi menerpa wajah mereka berdua.
Mereka duduk-duduk di sebuah bangku sambil memandang ke arah pantai, Satya merangkul Dewi, sementara Dewi meletakkan kepalanya di pundak Satya, mereka berdua hanyut dalam suasana malam di iringi dengan alunan musik dari sekelompok pemain musik yang sedang beraksi.
Arjuna yang sedang berjalan-jalan di daerah itu juga melihat kemesraan antara Dewi dan Satya, Arjuna memperhatikan Dewi dan Satya yang saling tersenyum dan sesekali saling membelai wajah masing-masing, Arjuna menghela nafas dalam-dalam terbersit rasa cemburu di dalam hatinya, lalu ia pergi meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru saking kesalnya sampai-sampai ia menabrak seseorang.
"Aduh kalo jalan liat-liat dong!! gimana sih main tabrak-tabrak aja," kata perempuan yang tak lain adalah Rere istri muda Satya.
"Eh, maaf mbak gak sengaja," kata Arjuna sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Maaf, maaf enak aja," kata Rere sambil melengos dan pergi meninggalkan Arjuna.
Arjuna menatap Rere sambil bergumam dalam hati.
"Itu kan Rere, istri kedua Satya," kata Arjuna sambil terus memperhatikan Rere yang sudah berlalu dari hadapannya.
Rere terus saja berjalan menyusuri tepian pantai dan tiba-tiba pandangannya tertuju pada Dewi dan Satya yang lagi duduk berduaan.
"Hmmmm ternyata mereka lagi berduaan di sini, akhhh....jadi males," Rere jadi berbalik arah dan pergi meninggalkan tempat itu sambil menahan geram.
__ADS_1
Arjuna sudah tiba di kamar hotelnya lalu ia rebahan di atas tempat tidur sambil pikirannya menerawang ke masa dimana dia dan Dewi masih menjadi suami istri, Arjuna sangat mencintai Dewi dengan sepenuh hatinya tapi ia tak bisa mempertahankan Dewi untuk tetap menjadi istrinya karena waktu itu ia di hadapkan pada pilihan untuk menyelamatkan papanya dari kebangkrutan perusahaan nya dengan menerima tawaran dari papanya Sarah untuk menikah dengan Sarah.
Sejenak Arjuna menghela nafas dalam-dalam sambil memandangi foto dirinya dan Dewi saat merayakan pernikahan mereka yang masih ia simpan di dalam ponselnya.
"Aku tahu aku salah Dewi, tapi aku ingin kamu memberikan kesempatan kepada ku untuk memperbaiki kesalahan yang dulu telah terjadi," ucap Arjuna sambil mengusap wajah Dewi di ponselnya.
Sementara di rumahnya Arjuna tampak Sarah sedang menerima telpon dari seseorang.
"Sarah....kamu lagi ngapain? pasti lagi bengong sendirian ya gak ada temannya, mending kamu ikut aku aja cari hiburan di club, gimana?"
"Enggak ah, aku gak mau," kata Sarah menolak ajakan Jovan, laki-laki yang pernah menjadi mantan pacarnya dulu.
"Halah....jangan sok jadi istri baik deh kamu Sar, aku tahu kalau suamimu sekarang lagi liburan ke Bali untuk mengejar Dewi kan!?"
"Sarah...Sarah....mau aja di bohongi sama Arjuna, di Bali itu sekarang lagi ada Dewi sama Satya suaminya liburan, jadi Arjuna juga menyusul ke sana untuk bisa bertemu dengan Dewi orang yang sangat di cintai sama Arjuna."
"Akhhh...sudahlah gak usah ngomong yang enggak-enggak," ucap Sarah.
"Sadar Sarah!! Arjuna itu tidak pernah mencintai kamu, dia hanya mencintai Dewi ingat itu!!"
"Iya sih selama ini aku sudah berusaha untuk membuat Arjuna mencintai aku tapi tetap saja yang ada di hatinya hanyalah Dewi."
__ADS_1
"Tinggalin aja Arjuna!! percuma juga kamu pertahankan pernikahan mu dengan dia," kata suara laki-laki yang menelpon Sarah itu.
"Benar juga katamu Jovan , memang percuma aku pertahankan karena Arjuna tidak akan pernah bisa mencintaiku."
"Nah gitu dong, terus bagaimana dengan tawaranku tadi kita cari hiburan ya, aku tunggu kamu di club tempat kita nongkrong biasanya."
"Oke, tunggu aku ya aku segera meluncur ke sana," ujar Sarah sambil mematikan ponselnya.
Beberapa jam kemudian Sarah sudah tiba di club tempat yang di katakan Jovan tadi di telepon.
Sarah masuk dan melihat ke sekeliling club' itu namun ia tidak melihat Jovan di sana, tiba-tiba ada sebuah tangan yang merangkul pundaknya dari belakang.
"Hai sayang......lama kita tidak bertemu aku kangen banget sama kamu," ucap Jovan sambil tersenyum menatap Sarah.
Sarah tersenyum menatap Jovan, kemudian Jovan mengajak Sarah duduk-duduk di sebuah sofa yang ada di club tersebut.
Jovan kemudian menuangkan minuman yang beralkohol kedalam gelas yang sudah ada di atas meja tempat mereka duduk.
Berkali-kali Sarah menenggak minuman beralkohol tesebut sambil tertawa-tawa sepertinya Sarah sudah benar-benar mabuk begitu juga dengan Jovan , dan tak lama kemudian Jovan mengajak Sarah masuk ke dalam sebuah kamar.
Dari kejauhan terlihat Kevin teman Arjuna yang juga berada di club tersebut dan ia melihat Sarah bersama laki-laki masuk ke dalam sebuah kamar dan dengan cekatan Kevin merekam kejadian tersebut.
__ADS_1
"Arjuna harus tahu hal ini," ujar Kevin setelah selesai merekam Sarah dan Jovan.