Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 49


__ADS_3

Mobil Arjuna sudah tiba di halaman rumah Dewi, tapi ia tidak melihat mobil Satya di sana.


Kemudian Arjuna keluar dari mobilnya dan mendampingi Dewi masuk ke dalam rumahnya.


"Loh loh....non Dewi kenapa ini kok basah semua bajunya?" tanya bibi yang baru keluar dari belakang.


Dewi tidak menjawab pertanyaan bibi, ia kelihatan menggigil, Arjuna yang melihat itu segera berkata pada bibi.


"Bi, tolong buatkan teh hangat untuk non Dewi sepertinya dia menggigil," ucap Arjuna.


"Iya mas Juna, bibi ke dapur dulu ya," kata bibi sambil kemudian setengah berlari menuju ke dapur.


"Wi, sebaiknya kamu cepet ganti baju yang kering biar tubuhmu gak tambah kedinginan," ucap Arjuna pada Dewi.


Dewi menganggukkan kepalanya lalu ia berjalan menuju ke dalam kamarnya, sementara Arjuna duduk di sofa menunggu Dewi selesai ganti baju.


"Loh, non Dewi nya ke mana?" tanya bibi sambil celingukan mencari Dewi.


"Non Dewi masih ganti baju bi."


"Oh, eh mas Juna tadi itu non Dewi kenapa ya kok wajahnya gak seperti biasanya?" tanya bibi pada Arjuna.


"Gak apa-apa bi, mungkin itu efek dia kedinginan karena tadi kehujanan," jelas Arjuna pada bibi.


Bibi manggut-manggut saja mendengarkan perkataan Arjuna.


"Kalau begitu bibi masuk ke dalam lagi ya mas Juna, ini tehnya non Dewi ya," kata bibi sambil meletakkan secangkir teh hangat untuk majikannya.

__ADS_1


"Iya Bi, makasih."


Tak lama berselang Dewi keluar setelah berganti pakaian dan menghampiri Arjuna yang sedang duduk menunggunya.


"Wi, itu teh hangatnya," ucap Arjuna ketika melihat Dewi yang sudah berdiri di sampingnya.


Dewi duduk di sofa juga dan kemudian ia menyeruput teh hangat buatan bibi tadi.


"Mas Juna, makasih ya sudah ngantarkan aku sampai rumah," ucap Dewi sambil menatap Arjuna.


"Ya," ucap Arjuna menipiskan bibirnya menatap Dewi.


"Kalau begitu aku pulang dulu, gak enak kalo ketemu Satya."


"Ya," ucap Dewi.


Kemudian Arjuna bangkit dari duduknya dan sebelum ia pergi sekali lagi ia berkata pada Dewi.


"Ya, aku baik-baik saja."


"Oke, aku pulang ya."


Dewi menganggukkan kepalanya sambil melihat Arjuna yang berjalan keluar rumah.


Arjuna segera berjalan menuju ke mobilnya yang di parkir di halaman rumah Dewi, tapi tiba-tiba ia berpapasan dengan Satya yang juga berjalan hendak masuk kedalam rumah.


Arjuna dan Satya saling pandang ketika mereka sudah berdekatan, Satya mencibirkan bibirnya menatap Arjuna, lalu ia bergegas masuk ke dalam rumah sedangkan Arjuna pun segera masuk ke dalam mobilnya dan dalam sekejap ia sudah pergi meninggalkan rumah Dewi.

__ADS_1


Dengan wajah sinis Dewi menatap Satya yang baru datang kemudian buru-buru Dewi melangkah masuk ke dalam kamarnya.


Satya menghela nafasnya dalam-dalam melihat perlakuan dewi padanya.


"Loh, mas Satya kehujanan juga? tadi non Dewi juga kehujanan tapi....anehnya non Dewi kok bareng sama mas Arjuna ya?" kata bibi dengan wajah keheranan.


"Iya Bi," jawab Satya.


"Mas Satya, bibi buatkan teh hangat ya biar gak kedinginan."


"Iya Bi, makasih."


Kemudian Satya bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mandi, di dalam kamar ia melihat Dewi sudah berbaring sambil menutupi tubuhnya dengan selimut dengan perlahan Satya menghampiri Dewi dan mengusap kepala Dewi sambil berkata padanya.


"Sayang, maafkan aku," ucap Satya


Dewi berpura-pura memejamkan matanya dan tak menggubris perkataan Satya.


Melihat Dewi tak menghiraukan dirinya akhirnya Satya pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"Darimana kamu mas!?" tanya Sarah ketika melihat Arjuna baru pulang dengan jas yang basah.


"Gak dari mana-mana," ucap Arjuna sambil ngeloyor pergi meninggalkan Sarah yang sudah pasang muka jutek.


"Aku tahu mas, kamu pasti habis jalan sama Dewi kan!!?"


Arjuna. tak menghiraukan perkataan Sarah, ia terus saja masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Sarah bersungut-sungut melihat Arjuna yang tak menghiraukannya.


"Mas Arjuna....!!!" Sarah berteriak sekencang-kencangnya sambil menghentakkan kakinya ke lantai saking kesalnya pada Arjuna.


__ADS_2