
"Aku gak bisa terima ini semua, mas Satya sudah keterlaluan sekali, selama ini ia permainkan aku dengan menikahi Rere secara diam-diam," Dewi mengusap air mata yang mulai mengalir di pipinya lalu dengan geram Dewi melemparkan ponsel Satya ke lantai dan Dewi bergegas keluar dari kamar hotelnya hendak menuju ke kamar Rere.
Dewi berjalan menyusuri lorong kamar hotel dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.
Dari jauh terlihat Arjuna sedang berjalan di lorong itu pula, Arjuna baru pulang dari cafe dan Arjuna melihat Dewi yang berjalan dengan tergesa-gesa dan raut muka yang marah sekali, Arjuna mencoba memanggil Dewi berkali-kali, namun Dewi tidak menghiraukan nya, Dewi terus saja berjalan dengan bergegas.
"Wi!!! Dewi!!!" teriak Arjuna tapi Dewi tetap tak bergeming ia terus saja berjalan menuju ke arah kamar Rere.
Arjuna berlari mengejar Dewi dan ia berdiri menghadang perjalanan Dewi, Dewi menghentikan langkahnya menatap Arjuna dengan tatapan marah.
"Minggir mas!!! jangan halangi aku!!!" teriak Dewi.
"Wi, sabar....sabar dulu ada apa sebenarnya?" tanya Arjuna sambil tetap berdiri di depan Dewi.
"Ini bukan urusan kamu mas, aku mau selesaikan semua ini dengan mas Satya," ucap Dewi dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Arjuna menatap Dewi sesaat ia mengira kalau Dewi sudah tahu tentang hubungan Satya dan Rere.
"Minggir mas Arjuna....!!!" Dewi berteriak sambil mendorong tubuh Arjuna yang menghalangi langkahnya.
Arjuna terhuyung ke samping akibat dorongan Dewi lalu dengan cepat Arjuna berdiri lagi.
"Wi, tunggu....!!!" teriak Arjuna yang berlari mengejar Dewi.
Dewi tetap berjalan dan tak mempedulikan teriakan Arjuna yang memanggil namanya.
Dan ketika tiba di depan pintu kamar Rere, Dewi menghentikan langkahnya sejenak sementara Arjuna sudah berdiri di belakang Dewi.
Satya dan Rere yang sedang berada di dalam kamar kaget bersamaan mendengar bunyi pintu kamar di gedor orang malam-malam begini.
"Siapa itu yang menggedor pintu?" ucap Rere sambil menatap Satya.
__ADS_1
"Iya siapa ya, malam-malam begini lagi," ujar Satya sambil mengerutkan alisnya menatap ke arah pintu kamar.
Dewi yang berada di luar merasa jengkel karena pintu kamar itu tidak juga dibuka, lalu Dewi menggedor kembali pintu kamar itu lebih keras.
Arjuna tetap berdiri di belakang Dewi, dia ingin menemani Dewi karena takut terjadi apa-apa pada Dewi nantinya.
"Aku takut Satya, kamu saja yang membukanya," ujar Rere sambil menoleh pada Satya.
"Ya, kamu tunggu di sini saja," ucap Satya.
"Enggak, aku ikut," kata Rere sambil menempel pada Satya.
Kemudian Satya berjalan menuju ke pintu lalu Satya membuka pintu itu dengan sedikit perasaan tak enak dan benar saja pas ia membuka pintu itu, Dewi sudah berdiri di sana dengan wajah penuh amarah dan belum sempat Satya berkata apa-apa tiba-tiba sebuah tamparan melayang ke pipinya.
"Plak!!! kamu benar-benar keterlaluan mas!!kamu sudah tega bohongi aku selama ini, aku kira kamu laki-laki yang baik tapi nyatanya tidak!!! kamu bilang tidak akan pernah menduakan aku!! tapi mana !!? buktinya kamu sekarang malah selingkuh dengan perempuan ini!!!" tunjuk Dewi dengan histeris pada Rere.
__ADS_1
"Sayang, sayang tunggu aku bisa jelaskan ini semua," kata Satya sambil berusaha memegangi tangan Dewi tapi Dewi malah menepiskan tangan Satya sambil berkata padanya.
"Apa lagi yang mau di jelaskan mas, semuanya sudah jelas, aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri dan aku sudah baca semua chat kamu dengan perempuan itu!!!"