
Hari ini adalah hari pelaksanaan pertunangan antara Satya dan Dewi.
"Mas....ayo berangkat, acaranya akan segera di mulai loh," ucap Sarah pada Arjuna yang menghadiri undangan pertunangan Dewi dan Satya.
Sarah tersenyum mencibir melihat rona muka Arjuna. yang tampak sekali gusar, lalu Sarah menghampiri Arjuna dan berkata padanya.
"Mas.... sudahlah, relakan saja Dewi dengan Satya, dia sudah menentukan pilihannya," Sarah mulai meracuni pikiran Arjuna karena itu memang tujuannya agar Arjuna tidak mengejar Dewi lagi.
"Gak, aku tetap tidak rela kalau Dewi dengan Satya, aku akan tetap merebut Dewi dari Satya karena Dewi masih berstatus istriku," Arjuna mulai menunjukkan emosinya pada Sarah.
"Oke, kalau mas Arjuna bersikeras seperti itu, silahkan saja mas hadapi Satya," Sarah kembali mencibir Arjuna.
"Kalian belum berangkat?" tanya mamanya Arjuna yang melihat Sarah dan Arjuna masih ada di rumah.
"Tau ini ma, mas Arjuna masih galau kali karena Dewi mau bertunangan dengan Satya," kata Sarah pada mertuanya itu.
"Arjuna.......kamu harus bisa menerima kenyataan kalau ternyata Dewi sudah tidak mengharapkan kamu lagi," kata mamanya Arjuna sambil mengelus pundak Arjuna.
"Aku masih mencintai Dewi ma."
"Tapi Dewi sudah tidak mencintai kamu Juna, buktinya dia mau bertunangan dengan Satya hari ini."
"Enggak ma, aku tahu dalam hati Dewi masih mencintaiku, aku tahu itu ma."
__ADS_1
"Juna...Juna ...mau sampai kapan kamu begini."
Lalu Arjuna pergi meninggalkan Sarah dan mamanya menuju ke depan, Sarah mengikutinya dari belakang sambil berteriak.
"Mas...mas Juna!! tunggu aku dong......!!!"
Kemudian Arjuna dan Sarah masuk ke dalam mobil dan Arjuna mulai mengemudikan mobilnya menuju ke gedung tempat acara pertunangan Dewi dan Satya berlangsung.
Tiba di depan gedung itu Arjuna dan Sarah keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung.
Sarah menggandeng tangan Arjuna memasuki area red karpet, Arjuna menghentikan langkahnya sejenak, pandangannya tertuju pada Satya dan Dewi yang sedang duduk berdua di atas kursi bak sepasang raja dan ratu yang sedang di daulat.
Sarah memperhatikan Arjuna, lalu ia mendorong tubuh Arjuna untuk bergeser dan mencari tempat duduk.
Acara segera di mulai, mata Arjuna tak lepas sedikitpun menatap Dewi yang tampak bahagia sekali saat ini.
"Maafkan aku mas Arjuna, aku harus lakukan ini untuk bisa melupakan dirimu, meski aku akui jauh di lubuk hatiku yang terdalam aku masih sangat mencintaimu," gumam Dewi dalam hatinya dan matanya mulai nanar menatap Arjuna sang mantan suami.
"Aku tahu dan yakin Dewi, kamu lakukan ini semua bukan atas dasar cinta, kamu hanya ingin lari dari aku, aku tahu kamu masih mencintaiku, aku bisa merasakan itu," Arjuna juga bergumam dalam hatinya, seperti ada ikatan batin di antara dirinya dan Dewi.
Di sisi lain Sarah pun bergumam dalam hatinya sendiri mencibir pada Arjuna.
"Rasakan kamu mas, ternyata Dewi lebih memilih Satya dari kamu, dan itu artinya.......posisiku aman sekarang, mas Arjuna tidak akan lagi mengejar si Dewi itu, ha ha ha......"
__ADS_1
Tiba di acara dansa, kedua pasangan yang sedang berbahagia itu pun di daulat oleh event organizer untuk berdansa berdua.
Dengan wajah yang di liputi kebahagiaan Dewi dan Satya pun mulai turun melantai, hiruk pikuk para tamu undangan memberi aplus pada Satya dan Dewi, dan para undangan pun banyak yang turun melantai menemani pasangan itu.
Arjuna menipiskan bibirnya melihat Satya berdansa sambil memeluk tubuh Dewi, hati Arjuna bergemuruh menyaksikan pemandangan yang terpampang di depannya, tapi ia berusaha untuk tidak lepas kontrol.
"Mas, mas Arjuna, kita dansa yuk," ajak Sarah pada Arjuna yang sedari tadi bermuka masam.
"Aku males Sarah," ucap Arjuna menolak ajakan Sarah.
"Ayolah mas......sebentar saja......," rengek Sarah pada Arjuna sambil menarik paksa lengan Arjuna.
Arjuna pun tak bisa mengelak dan akhirnya dia mengikuti Sarah untuk melantai dan berdansa.
Arjuna dan Sarah berdansa tepat berada di belakang Satya dan Dewi yang masih berdansa juga.
Arjuna menatap Dewi lekat-lekat saat pandangan mereka beradu, Dewi tahu Arjuna tampak sangat geram sekali padanya dan itu bisa terlihat dari caranya menatap dirinya saat ini.
"Emmmm sayang aku capek, dansanya udahan dulu ya," kata Dewi pada Satya.
"Ayo," jawab Satya sambil tetap merangkul tubuh Dewi meninggalkan area lantai dansa.
Arjuna tetap saja menatap tajam kearah Dewi dan Satya yang berlalu dari lantai dansa tersebut.
__ADS_1
"Mas .....lihat apa sih ......," kata Sarah sambil memutar kepala Arjuna menghadap dirinya.
Sarah tahu sedari tadi pandangan Arjuna tak lepas dari Dewi.