Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 65


__ADS_3

" Mas......kenapa sih kamu selalu berantem dengan mas Arjuna?" tanya Dewi pada Satya ketika mengobati luka di dahi Satya akibat pukulan Arjuna tadi.


"Tadi itu Arjuna duluan yang memukul aku tanpa sebab sayang," kata Satya.


"Setahu aku dulu, mas Arjuna itu orangnya tidak gampang main tangan kalau dia tidak benar-benar menemukan bukti yang kuat sebagai alasan untuk memukul seseorang," kata Dewi sambil mengernyitkan dahinya.


"Ya....aku tahu kalau kamu lebih mengenal Arjuna daripada aku," ujar Satya sambil mencebikkan bibirnya karena kesal pada Dewi yang ternyata lebih membela Arjuna daripada dirinya.


Dewi tahu Satya tidak suka dengan pernyataan yang barusan ia katakan pada satya tentang Arjuna.


"Mas.....bukan maksud ku untuk membela mas Arjuna..., sudahlah kita gak usah bahas itu lagi ya, sekarang mas Satya istirahat aja dulu," ucap Dewi sambil tersenyum pada Satya.


Satya menarik nafasnya dengan lega karena dengan sikapnya yang begitu Dewi tidak akan mengusut sebab Arjuna memukul dirinya.


Esok paginya di hari ke empat di Bali


"Mas Satya, baju untuk meeting hari ini sudah aku siapkan di atas tempat tidur," kata Dewi ketika melihat Satya yang sedang menuju ke kamar mandi.


Satya menoleh pada Dewi dan berkata padanya.


"Hari ini aku gak ada meeting sayang, aku mau ajak kamu jalan-jalan," ucap Satya tersenyum pada Dewi.

__ADS_1


"Beneran mas kita mau jalan-jalan?" tanya Dewi kegirangan sambil menghampiri Satya.


"Ya sayang."


"Makasih mas....," ucap Dewi sambil menghambur dalam pelukan Satya.


"Kalau begitu, aku mandi dulu ya."


"Iya mas, aku juga mau siap-siap," ujar Dewi yang kemudian bergegas berganti pakaian.


Kali ini Dewi mengenakan dress selutut yang tak berlengan berwarna pink baby dan tak lupa kacamata hitam yang selalu ia gantungkan di baju bagian depan sambil menenteng tas kecil berwarna coklat.


"Kamu sudah siap sayang," kata Satya ketika keluar dari kamar mandi.


"Tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu," kata Satya sambil berjalan menuju lemari pakaian.


Satya mengenakan celana pendek bermotif dan kemeja lengan pendek berbahan kain Bali yang adem.


"Ayo sayang kita berangkat."


Kemudian mereka berdua keluar dari kamar hotel dan menuju ke resto terlebih dahulu untuk sarapan.

__ADS_1


Satya dan Dewi segera mengambil mengambil tempat duduk setelah mereka memesan makanan.


Dari arah pintu masuk resto tampak Arjuna sedang berjalan ke dalam untuk sarapan di resto itu juga.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya," pamit Satya tiba-tiba pada Dewi.


"Ya mas, jangan lama-lama ya sarapannya keburu datang nanti," ujar Dewi.


"Iya sayang," Satya lalu bergegas ke belakang mencari toilet.


Dewi melihat Arjuna sedang berjalan melewati tempat duduknya dan dengan segera Dewi menghentikan Arjuna dengan mencekal lengannya.


"Mas!!" pekik Dewi pada Arjuna.


"Ada apa Wi?" tanya Arjuna heran melihat raut muka Dewi yang sepertinya marah sekali padanya.


"Kenapa sih semalam mas Arjuna kasar banget pada mas Satya, tahu gak muka mas Satya sampai lebam gara-gara di pukul sama kamu mas," ujar Dewi menatap Arjuna tajam.


"Laki-laki macam Satya itu memang pantas dapat pukulan seperti itu," ujar Arjuna dengan geram.


"Memangnya kenapa dengan mas Satya!!?"

__ADS_1


"Asal kamu tahu Wi...."


Belum sempat Arjuna meneruskan kalimatnya, tiba-tiba saja Satya muncul dan sudah berdiri di belakang Arjuna.


__ADS_2