
"Aku gak mau jadi wanita simpanan terus!!"
"Ya terus aku harus bagaimana!!?"
"Aku minta kamu nikahin aku."
"Jangan gila kamu Re, itu gak mungkin!!" ujar Satya sambil sambil menatap Rere dan mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Apanya yang gak mungkin!! ingat ya Satya kamu sudah berhutang nyawa pada ku dan dulu kamu juga pernah janji kalau kamu akan menikahi aku...sekarang mana buktinya? hampir setahun aku bersabar menunggu kamu menikahi aku tapi apa? kamu malah melupakan janjimu itu!!" Rere menghempaskan tubuhnya di atas sofa dengan marah.
"Iya iya!! aku ingat sama janji ku tapi gak sekarang Re...."
"Terus kapan!!?" ujar Rere dengan sewot sambil melengos.
Satya menghela nafas lalu ia berjalan menghampiri Rere dan duduk di sampingnya.
"Kamu yang sabar ya, aku masih mencari waktu yang tepat untuk bisa menikahi kamu," kata Satya sambil mengelus-elus pundak Rere.
Rere menoleh pada Satya dengan wajah merajuk.
"Tapi kapan......??? aku capek menunggu terus....!"
"Ya pokoknya aku akan usahakan secepatnya kita nikah ya," Satya mencoba merayu Rere.
"Pokoknya aku minta cepat!" ujar Rere sambil pasang muka cemberut menatap Satya.
"Iya iya aku akan cepat menikahi kamu."
__ADS_1
"Oke aku tunggu janjimu."
Di rumah nya sana, Dewi sedang menyaksikan acara televisi sambil sesekali menatap ke arah jam dinding yang terpasang di dinding samping televisi.
"Sudah jam sepuluh begini mas Satya kok belum pulang-pulang juga ya, apa.... pekerjaannya terlalu banyak sampai jam segini belum selesai juga ya," Dewi bergumam sendiri.
Dewi menoleh pada ponselnya yang ia letakkan di atas meja, lalu ia mengambil ponselnya dan mulai menelpon Satya.
Satya yang masih berada di apartemen Rere langsung saja meraih ponselnya yang berdering, lalu Satya menatap ke arah Rere sambil meletakkan jari telunjuknya di bibirnya yang terkatup, Satya memberi isyarat pada Rere untuk diam dan tidak bersuara.
Rere mencibirkan bibirnya sambil membuang mukanya dengan kesal.
Kemudian Satya mulai berbicara dengan Dewi di ponselnya.
"Ya sayang, ada apa?" kata Satya.
"Mas...kamu kok gak pulang-pulang, ini sudah malam lho?" tanya Dewi dengan cemas pada Satya.
"Enggak, aku menunggu mas Satya pulang."
"Ya sudah, sebentar lagi aku pulang sayang."
"Iya mas, kamu hati-hati dijalan ya," Dewi mengakhiri percakapannya dengan Satya.
"Re, aku pulang ya kasihan Dewi sudah menunggu aku sedari tadi," kata Satya pada Rere.
"Mesti Dewi lagi Dewi lagi yang di utamakan, sebel aku," ujar Rere sambil merengut.
__ADS_1
"Ya harus gimana lagi Re, ini kan untuk menghindari kecurigaan Dewi pada aku," ujar Satya sambil meraih jas nya yang ia tanggalkan di punggung sofa.
"Ya sudah pergi sana!" ucap Rere pada Satya dengan kesal.
Satya mendengus melihat sikap Rere yang seperti itu, lalu ia berjalan menuju keluar apartemen Rere.
Dari jauh Arjuna yang sengaja melintas di depan apartemen Rere melihat Satya yang baru saja keluar dari gedung apartemen tersebut.
"Itu kan Satya, pasti dia habis ke apartemen Rere wanita simpanannya itu, Satya....Satya licik banget kamu jadi laki-laki, tadi kamu bilang sama Dewi kalau malam ini kamu lembur pulang malam tapi nyatanya kamu menemui perempuan lain, dasar brengsek kamu Satya," umpat Arjuna dari dalam mobilnya sambil menatap Satya dengan tatapan geram.
Satya berjalan menuju ke arah mobilnya dan tak lama kemudian ia melaju meninggalkan apartemen Rere menuju ke rumahnya.
Beberapa menit kemudian Satya pun tiba di rumah, lalu ia parkir mobilnya di garasi dan bergegas masuk ke dalam rumah, sesampai di ruang tengah ia melihat Dewi sudah tertidur di sofa.
Bibi yang muncul dari dalam berjalan mendekati Satya dan berkata padanya.
"Non Dewi ketiduran mas Satya, dia nungguin mas Satya pulang dari tadi," ucap bibi.
"Iya Bi, saya mau bawa Dewi ke kamar dulu Bi ," kata Satya sambil mendekati Dewi dan membopong tubuh Dewi yang sudah pulas tertidur.
Bibi tersenyum melihat Satya membawa Dewi masuk ke dalam kamarnya, kemudian bibi pun kembali masuk ke dalam.
Satya meletakkan tubuh Dewi di atas tempat tidur lalu menyelimutinya dengan perlahan.
"Cup," sebuah kecupan mendarat di kening Dewi.
Kemudian Satya masuk ke kamar mandi dan setelah berganti dengan piyama, dirinya pun naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Dewi.
__ADS_1
Sejenak Satya menoleh pada Dewi yang masih tertidur dengan pulasnya, lalu Satya menjulurkan tangan kanannya dan mengusap kepala Dewi.
"Maafkan aku sayang," ujarnya lirih.