Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Kesal


__ADS_3

Dari dalam mobil, Sarah melihat Arjuna dan Dewi keluar dari dalam rumah, lalu mereka masuk ke dalam mobil Arjuna dan perlahan melaju meninggalkan rumah Dewi.


"Mas Arjuna menjemput perempuan itu? apa mas Arjuna selingkuh dengan perempuan itu ya?" Sarah bertanya-tanya sendiri sambil memperhatikan mobil Arjuna.


Kemudian Sarah mengikuti mobil Arjuna lagi, dan tiba di depan kantor Dewi, Arjuna pun menghentikan mobilnya.


"Sudah sampai Wi," kata Arjuna sambil menoleh ke arah Dewi.


"Ya, makasih ya mas, awas besok gak usah jemput aku lagi," kata Dewi pada Arjuna.


"Iya iya," jawab Arjuna agak kesal.


Lalu Dewi keluar dari mobil Arjuna dan Arjuna pun memutar balik mobilnya dan kemudian pergi dari tempat itu.


"Perempuan itu bekerja di sini," gumam Sarah ketika melihat Dewi turun dan berjalan memasuki pintu kantor.


Lalu dengan perlahan Sarah pun pergi meninggalkan kantor Dewi.


"Pagi pak," sapa Dewi seperti biasa pada Satya yang sudah duduk di kursi kerjanya.


"Pagi Dew," jawab Satya membalas sapaan Dewi.


"Aduh," Satya mengaduh sambil memegangi lututnya.


Dewi memperhatikan Satya yang sedang meringis sambil memegangi lututnya, lalu Dewi menghampiri Satya dan berkata padanya.


"Pak Satya kenapa?" tanya Dewi sambil melihat lutut Satya.


"Kakiku tadi terkilir Dew," kata Arjuna sambil tetap memegangi lututnya.

__ADS_1


"Terkilir, coba pak saya bantu untuk memijitnya," Dewi menawarkan jasa pada Satya.


"Kamu bisa?" tanya Satya ragu sambil menatap Dewi.


"Bisa pak," lalu Dewi meraih kaki Satya dan ia mulai memijitnya dengan perlahan.


Satya meringis menahan sakit ketika Dewi mulai memijit kakinya yang terkilir.


"Sakit pak?" kata Dewi sambil mendongakkan kepalanya pada Satya yang masih meringis.


"Ya, pelan-pelan saja Dew, sakit ini," kata Satya sambil memegangi lututnya yang di pijit Dewi.


"Permisi Satya........," tiba-tiba Arjuna datang dan masuk ke dalam kantor Satya dan ia terkejut melihat Dewi sedang memijit kaki Satya.


"Arjuna? ada apa? kok gak kasih tahu dulu kalau mau ke sini?" tanya Satya pada Arjuna.


Dewi lalu bangkit dari duduknya dan berdiri di samping Satya sambil menatap Arjuna yang main selonong aja masuk ke kantor Satya.


"Gak, kamu gak ganggu kok Jun, aku tadi cuma di pijiti sama Dewi karena kakiku terkilir," kata Satya pada Arjuna.


"Oh, bisa mijit juga ya sekretaris mu ini Satya, boleh dong kapan-kapan aku order untuk di pijitin juga," ucap Arjuna sambil melirik ke arah Dewi dengan menaikkan kedua alisnya.


Dewi mendelik mendengar perkataan Arjuna dan menatap Arjuna dengan kesal.


"Ya, kalau Dewi mau gak apa-apa," kata Satya tanpa basa-basi.


"Pak Satya apaan sih kok ngomongnya gitu pada Arjuna," gumam Dewi dalam hati dengan kesal.


"Bagaimana? bisa kan kalau aku order untuk di pijitin juga seperti pak Satya," ucap Arjuna sambil menatap Dewi lekat-lekat, dan terlihat sekali kalau Arjuna cemburu pada Satya.

__ADS_1


"Maaf pak saya gak bisa," elak Dewi pada Arjuna sambil tersenyum memaksa.


"Kenapa gak bisa? mijit pak Satya kamu bisa kenapa sama aku gak bisa?" tanya Arjuna pada Dewi.


"Pak Satya atasan saya, sementara bapak bukan," kata Dewi mencibir pada Arjuna.


"Tapi saya teman dekat pak Satya, apa kamu tidak sungkan dengan pak Satya sudah menolak teman baiknya ini," Arjuna tersenyum meledek pada Dewi.


Dewi menggereget bibirnya menahan kekesalannya pada sikap Arjuna yang semakin memancing emosinya.


"Pak, saya keluar dulu ya," pamit Dewi pada Satya."


"Iya Dew makasih ya sudah mijitin aku tadi," ucap Satya sambil tersenyum pada Dewi.


"Sama-sama pak," lalu Dewi berjalan menuju ke pintu dan tiba-tiba tangannya di pegang oleh Arjuna ketika ia berjalan melewati Arjuna yang sedang berdiri di situ.


Dewi menoleh pada Arjuna dan Arjuna pun memandang Dewi sambil berbisik padanya.


"Awas jangan macam-macam sama Satya," ucap Arjuna.


Dewi menghela nafas panjang dan tidak menjawab perkataan Arjuna, lalu ia pun berjalan keluar ruangan.


"Ada apa Arjuna?" tanya Satya yang melihat Juna berkata pada Dewi.


"Ah enggak, aku cuman bilang kalau aku juga mau di pijit," seloroh Arjuna sambil tertawa pada Satya.


"Kamu ini ada-ada saja," ucap Satya.


"Sekertarismu cantik Sat," ucap Arjuna lagi sambil memainkan kaca mata hitamnya.

__ADS_1


Satya hanya menggelengkan kepalanya mendengar candaan Arjuna tentang Dewi.


__ADS_2