
Arjuna dan Dewi tiba di sebuah resto tempat yang di pilih Arjuna untuk makan siang bareng kali ini.
"Silahkan Wi," ujar Arjuna sambil menggeret punggung kursi.
Dewi kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Arjuna.
"Makasih mas," ujar Dewi sambil membetulkan posisi duduknya.
Kemudian Arjuna duduk di depan Dewi dan kini mereka duduk saling berhadapan.
Arjuna menatap Dewi sesaat sambil tersenyum.
"Kenapa mas?" tanya Dewi melihat Arjuna memperhatikan dirinya.
"Gak apa-apa Wi, oh ya kamu mau makan apa?" tanya Arjuna mengalihkan pertanyaan Dewi padanya.
"Emmmm.....aku makan nasi padang saja mas."
"Minumnya?" tanya Arjuna lagi.
"Teh hangat saja."
"Oke," lalu Arjuna melambaikan tangannya pada pelayan restoran dan setelah itu ia memesan makanan.
Dan beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan pun datang, pelayan restoran itu menyajikan semua makanan itu di meja.
"Silahkan pak...Bu....," kata pelayan resto itu dengan ramah setelah semua makanan selesai di tata nya.
"Makasih mbak.....," jawab Dewi dengan senyum ramah.
"Ayo Wi di makan," kata Arjuna mempersilahkan Dewi.
__ADS_1
"Iya mas," ucap Dewi sambil mengambil piring yang sudah berisi nasi Padang pesanannya, kemudian ia mulai menyantap makan siangnya.
Arjuna pun juga menyantap makan siangnya sambil sesekali matanya menatap ke arah Dewi yang sedang asyik menikmati makan siangnya.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Arjuna dan Dewi pun kembali menuju ke kantor masing-masing.
"Aku antar sampai kantor mu ya Wi?"
'Iya mas," ujar Dewi ketika mereka sudah berada di dalam mobil Arjuna.
Tiba-tiba ponsel Dewi berdering dan ternyata itu telepon dari Satya.
"Sebentar ya mas, aku angkat telpon dari mas Satya dulu," ujar Dewi pada Arjuna.
"Oke," ucap Arjuna sambil menipiskan bibirnya menatap Dewi, terbersit sedikit rasa cemburu di hatinya.
"Iya mas, ada apa?" tanya Dewi pada Satya di ponselnya.
"Mmmmm ...gak apa-apa mas, kalau memang kamu harus lembur, aku gak apa-apa kok."
Arjuna menoleh pada Dewi sambil mengerucutkan bibirnya mendengarkan pembicaraan antara Dewi dan Satya lewat ponsel.
"Kenapa Wi?" tanya Arjuna setelah Dewi menutup ponselnya.
"Mas Satya gak bisa jemput aku nanti karena hari ini ia lembur," ujar Dewi pada Arjuna.
"Lembur? apa.....mengunjungi wanita nya yang lain?" kata Arjuna sambil mengangkat kedua alisnya menatap Dewi.
Dewi menghela nafas panjang sambil mencibirkan bibirnya berkata pada Arjuna.
"Mas Arjuna ngomong apa sih, selalu saja buruk sangka pada mas Satya."
__ADS_1
"Buktinya kan sudah jelas Wi kalau Satya itu sudah selingkuh dengan Rere kan?"
"Mas.....kapan hari mas Satya sudah menjelaskan pada aku kalau Rere itu hanya memanfaatkan mas Satya saja karena dia hanya ingin menghancurkan reputasi mas Satya."
"Dan kamu percaya itu?" Arjuna menatap Dewi tajam-tajam.
"Iya, aku percaya bagaimanapun juga dia kan suamiku mas, jadi aku lebih percaya dengan apa yang di utarakan oleh suamiku."
Arjuna menghela nafas sambil tatapannya lurus ke depan lalu ia menoleh pada Dewi dan berkata lagi padanya.
"Wi, kamu jangan mudah percaya begitu saja dengan apa yang di omongkan Satya padamu, bisa saja dia bohong sama kamu ya kan?"
"Mas Arjuna kenapa sih gak suka banget sama mas Satya?" Dewi mengernyitkan kedua alisnya menatap Arjuna.
Arjuna mengangkat kedua bahunya dan sambil menipiskan bibirnya menatap Dewi.
"Enggak-enggak bukannya begitu Wi, sebagai laki-laki aku tahu betul sifat yang seperti itu dan aku gak mau Satya membuat kamu menderita karena ulahnya."
"Mas.....aku sekarang sudah punya kehidupan rumah tangga sendiri dan aku akan atasi semuanya sendiri, jadi ....aku harap mas Arjuna tidak usah ikut campur dalam urusan rumah tanggaku dan baik buruknya mas Satya biar aku saja yang tahu."
"Ya ....aku minta maaf kalau terlalu ikut campur soal Satya tapi jujur itu semua aku lakukan karena aku masih perduli dengan kamu Wi dan aku masih mencintai kamu Wi," ujar Arjuna dengan tatapan sendu menatap Dewi.
"Mas....sekarang ini aku sudah punya kehidupan sendiri sedangkan mas Arjuna juga sudah punya kehidupan sendiri dengan Sarah, tolong....buang jauh-jauh cinta mas Arjuna untuk aku dan cintailah Sarah sebagai istri mas Arjuna."
"Sampai sejauh ini aku sudah mencoba membuka hatiku untuk Sarah tapi tetap tidak bisa karena jauh di dalam hatiku aku hanya mencintai kamu Wi," ujar Arjuna sambil meraih tangan Dewi dan menggenggamnya erat-erat.
Sejenak Dewi terbawa perasaan Arjuna saat ini, tapi buru-buru ia menarik tangannya dari genggaman Arjuna.
"Mas, kita pulang sekarang ya aku masih banyak pekerjaan di kantor," Dewi mencoba mengalihkan suasana haru biru di antara mereka berdua.
"Ya," ucap Arjuna tanpa penolakan.
__ADS_1
Kemudian Arjuna mengemudikan mobilnya menuju ke kantor Dewi dan selama dalam perjalanan Arjuna dan Dewi hanya terdiam seribu bahasa, mereka larut dalam pikiran masing-masing yang entah bagaimana itu rasanya.