Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Sebuah pesan


__ADS_3

Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Satya datang juga dan langsung menghampiri Dewi.


"Mas, kamu dari mana? aku sudah lama nungguin kamu di sini," ucap Dewi ketika melihat Satya sudah berada di depannya.


"Emmmm....maaf sayang, tadi....aku....aku masih ada klien yang harus aku temui jadi agak lama juga kita ngobrolnya tadi," Satya berbohong pada Dewi.


Arjuna yang masih berada di tempat itu juga hanya diam sambil mencibir melihat ke arah Satya.


"Kamu ngapain di sini Arjuna!?" teriak Satya pada Arjuna.


"Aku, aku disini nungguin Dewi karena kamu gak datang-datang dan aku tahu alasan kamu tidak cepat menjemput Dewi ke sini, kamu di cafe tadi bersama seorang perempuan kan?" Arjuna mendekatkan mulutnya ke telinga Satya.


Satya terperanjat mendengar Arjuna berkata seperti itu.


"Darimana kamu tahu?" tanya Satya agak risau sambil mendekati Arjuna.


"Aku tadi dari cafe itu juga, dan awas kalau kamu sampai menyakiti hati Dewi karena perempuan tadi itu, aku yang akan turun tangan camkan itu Satya!!" kata Arjuna sedikit geram pada Satya.


Satya diam saja sambil melotot menatap ke arah Arjuna.

__ADS_1


"Kalian sedang membicarakan apa sih kok serius amat?" tanya Dewi tiba-tiba seraya menghampiri Arjuna dan Satya.


"Emmmm gak ada sayang, ayo kita cepat pergi dari sini aku gak mau kamu dekat-dekat dengan Arjuna," ucap Satya sambil menyambar tangan Dewi dan mengajaknya pergi meninggalkan Arjuna.


Arjuna mencibirkan bibirnya melihat kepergian Satya dan Dewi.


"Mas Satya capek? sini aku pijitin," Dewi mulai memijit pundak Satya ketika mereka berdua berada di dalam kamar bersiap mau tidur.


"Sudah sayang, kamu juga kan capek seharian kerja," Satya menurunkan tangan Dewi yang memijit-mijit pundaknya."


Dewi tersenyum pada Satya lalu ia menarik selimutnya dan merebahkan tubuhnya di kasur.


Satya tersenyum dan ia juga mulai merebahkan tubuhnya di samping Dewi, Satya menatap Dewi yang sudah memejamkan matanya lalu dengan perlahan Satya mengelus rambut istrinya itu berulang-ulang dan kemudian ia mengecup kening Dewi sebelum kemudian dia pun mulai memejamkan matanya.


Dan beberapa menit ketika Satya memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"Ting," tanda pesan masuk di ponsel Satya.


Satya yang masih belum tertidur lalu dengan perlahan meraih ponselnya dan melihat pesan itu.

__ADS_1


"Rere? ngapain dia malam-malam gini?" Satya pun mulai membaca pesan dari Rere.


"Aku masih cinta sama kamu Satya, aku kangen banget sama kamu......," begitu bunyi pesan yang di kirim Rere ke ponsel Satya.


Setelah membaca pesan itu buru-buru Satya melirik ke arah Dewi yang masih tertidur pulas, lalu dengan segera Satya menghapus pesan yang di kirim Rere itu.


Kemudian Satya membaringkan tubuhnya lagi di samping Dewi tapi lagi-lagi ponselnya berbunyi notif pesan yang masuk di ponselnya.


Dengan sedikit kesal Satya mengambil ponselnya lagi dan membaca pesan yang dikirim oleh Rere lagi.


"Kenapa di baca aja sayang....kenapa gak di balas....aku tahu kamu pasti juga masih merindukan aku kan....???" bunyi pesan dari Rere lagi.


"Apa-apaan sih Rere ini," Satya langsung menghapus pesan itu lagi dan meletakkan ponselnya kembali ke meja samping tempat tidurnya.


Lalu ia merebahkan tubuhnya lagi di samping Dewi dan mulai tertidur juga sambil memeluk istrinya itu.


Rere menyunggingkan senyumnya sambil menatap ponsel yang masih di genggamannya.


"Aku harus bisa mengambil hati Satya lagi, aku harus buat dia jatuh cinta lagi padaku," ucap Rere sambil tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2