
"Mas...lama banget ke toiletnya?" tanya Dewi setelah Satya kembali ke meja mereka.
"Mmmmm....iya sayang maaf ya, tadi gak sengaja aku ketemu teman jadi kita ngobrol sampai lupa waktu," Satya berbohong pada Dewi.
"Ohh......gitu."
"Iya sayang," kata Satya sambil tersenyum pada Dewi.
"Mas, kita pulang yuk aku udah ngantuk ini."
"Iya."
Kemudian mereka berdua pun beranjak dari tempat mereka duduk dan pergi menuju ke luar cafe.
Dari jauh Arjuna memperhatikan kepergian Satya dan Dewi yang meninggalkan tempat itu.
"Dewi, maafkan aku kalau dulu sudah pernah menduakan kamu dan sekarang aku gak mau melihat kamu terluka untuk yang kedua kalinya lagi setelah aku melihat kelakuan Satya tadi dengan perempuan itu," gumam Arjuna dalam hatinya.
"Mas, mas Arjuna...!!!" panggil Sarah dengan kencang karena Arjuna gak menggubrisnya dari tadi.
"Ada apa sih Sar?" Arjuna kaget.
"Mas, di sini itu ada aku lho tapi pandangan mas Arjuna tertuju pada Dewi terus dari tadi, sakit hati Sarah tau," Sarah berkata dengan cemberut.
"Ayo pulang Sarah," Arjuna berkata sambil ngeloyor pergi meninggalkan Sarah yang masih cemberut.
"Mas....tunggu dong ....masak istrinya di tinggalin gitu aja sih.......," setengah berlari Sarah mengejar Arjuna yang sudah berjalan jauh di depannya.
Arjuna dan Sarah sudah sampai di parkiran mobil kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Mas?" panggil Sarah pada Arjuna.
__ADS_1
"Apa," jawab Arjuna sambil tetap fokus menyetir mobilnya.
"Kenapa sih mas Arjuna masih belum bisa move on dari Dewi?" tanya Sarah dengan nada kesal.
"Ngomong apa sih," kata Arjuna masih dengan pandangan ke depan sambil nyetir mobilnya.
"Ya...Sarah cemburu dong....sebagai istrinya mas Arjuna karena mas Arjuna masih aja mikirin Dewi,Dewi,Dewi....terus," Sarah ngomel-ngomel pada Arjuna dengan cemberut.
"Terus kamu maunya apa!?" Arjuna menoleh pada Sarah yang masih manyun.
"Maunya Sarah itu ya....Sarah di cintai dan di sayangi seperti mas Arjuna mencintai dan menyayangi Dewi dulu," kata Sarah.
"Hmmmm," jawab Arjuna.
"Kok jawabnya gitu," kata Sarah lagi merasa gak di hiraukan sama Arjuna.
"Ya...itu kan butuh proses," kata Arjuna masih tetap fokus menyetir.
Dewi mencibir mendengar Arjuna berkata demikian.
Pagi ini Sarah hendak pergi ke salon kecantikan dan ketika ia tiba di salon dan masuk ke dalam ia melihat Dewi juga sedang ada di sana.
Sarah memperhatikan Dewi yang sedang di creambath oleh salah satu karyawan salon itu.
"Hmmmm .....rupanya Dewi ada di sini juga, kebetulan sekali," kata Sarah sambil memperhatikan Dewi yang masih di creambath.
"Permisi mbak, mbak nya mau perawatan?" tanya karyawan salon pada Sarah.
"Oh iya, tapi ...nanti aja dulu ya mbk....," kata Sarah dengan tersenyum sopan pada karyawan salon itu.
"Baik mbak," jawab karyawan salon.
__ADS_1
Sarah duduk sambil menunggu Dewi selesai creambath, dan beberapa menit kemudian dewi pun selesai creambath nya.
Lalu dengan bergegas Sarah menghampiri Dewi yang sedang berkaca sambil memperhatikan rambutnya yang tampak berkilau setelah di creambath.
"Hai Dewi," sapa Sarah pada Dewi.
Dewi sedikit kaget melihat Sarah yang sudah berdiri di hadapannya, lalu dengan segera Dewi membalas sapaan Sarah.
"Hai," balas Dewi sambil tersenyum pada Sarah.
"Masih ingat aku kan?" tanya Sarah dengan sedikit mencibir pada Dewi.
"Ya,ingat," ucap Dewi menatap Sarah.
"Ya, jelas ingat lah.....aku kan istrinya mas Arjuna, laki-laki yang selalu memujamu setiap hari," kata Sarah sambil mencibir menatap Dewi.
Dewi menghela nafas panjang dan berkata pada Sarah.
"Mbak Sarah....perlu mbak ketahui, aku dan mas Arjuna sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi jadi gak mungkin aku kembali lagi pada mas Arjuna," kata Dewi.
"Ya, siapa tahu namanya juga hati manusia, sekarang bilang gak tapi besoknya malah iya," Sarah menaikkan alisnya menatap Dewi.
"Ya, terserah mbak Sarah mau percaya apa tidak itu urusan mbak Sarah yang jelas aku sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi pada mas Arjuna, Dewi berkata dengan tegas pada Sarah.
"Oke, kalau begitu tunjukkan padaku kalau kamu memang sudah tidak perduli lagi pada mas Arjuna."
"Mbak Sarah tenang aja, aku tidak akan merebut mas Arjuna dari mbak."
Tanpa menunggu Sarah berkata-kata lagi, Dewi pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa iya yang di katakan Dewi itu, kalau dia tidak ada perasaan apa-apa lagi pada mas Arjuna? tapi...kenapa mas Arjuna yang masih belum bisa move on."
__ADS_1
"Mau sekarang perawatannya mbak?" tanya karyawan salon menghampiri Sarah yang sedang berdiri menatap Dewi yang sudah menghilang dari pandangan matanya.
"Oh iya, iya," jawab Sarah agak kaget dengan kedatangan karyawan salon tersebut.