Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 48


__ADS_3

Arjuna terus memperhatikan Dewi yang sedang duduk sambil menyaksikan band cafe yang sedang beraksi.


Sesekali Dewi mengaduk capuccino yang ada di hadapannya sambil menyeruputnya.


Beberapa menit lamanya Dewi belum juga beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba ia mengusap ujung kedua matanya dengan tisu sepertinya ia baru saja menangis dan dari jauh Arjuna melihat hal itu.


"Benar dugaan ku Dewi pasti sudah tahu kalau Satya selingkuh, kasihan Dewi," ujar Arjuna sambil terus memperhatikan Dewi dari tempat duduknya.


Arjuna ingin menghampiri Dewi namun niat itu ia urungkan dan ia menunggu Dewi beranjak dari tempat duduknya.


Benar saja, tak lama kemudian Dewi pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke luar, sementara Arjuna pun berjalan mengikuti Dewi di belakangnya.


"Sayang, ternyata kamu ada di sini," kata Satya yang berjalan dengan terburu-buru menghampiri Dewi yang sudah berdiri di pelataran cafe.


Dewi menepiskan tangan Satya yang memegang lengannya sembari berkata padanya.


"Mas, jujur padaku siapa sebenarnya Rere itu dan apa benar Rere sekarang sedang mengandung anakmu mas!?" ujar Dewi sambil menatap tajam pada Satya.


Satya terdiam mendengar pertanyaan dari Dewi, mereka saling menatap di bawah guyuran hujan yang tiba-tiba saja turun seolah ingin mendinginkan hati mereka yang sedang bergejolak.


Arjuna yang sedang berdiri di dekat mobilnya melihat kejadian itu dan ia melihat betapa marahnya Dewi pada Satya saat ini.


"Jawab mas!! siapa Rere itu!!?" teriak Dewi pada Satya yang masih terdiam seribu basa.

__ADS_1


Satya menghela nafas dalam-dalam seraya menatap Dewi, lalu ia meraih tangan Dewi dan menggenggamnya erat2.


"Aku hanya mencintai kamu sayang," ucap Satya.


"Aku gak butuh kata sayang dari kamu mas, kalau ternyata di luar sana kamu punya wanita lain!!"


Dewi berjalan meninggalkan Satya yang berdiri terpaku di bawah guyuran hujan menatap Dewi.


Dengan spontan Arjuna berlari mengejar Dewi yang berjalan di bawah hujan yang sangat deras sekali, sambil membuka jas yang ia kenakan.


"Dewi, pakai jas ini biar kamu gak kehujanan ," ujar Arjuna yang sudah berdiri di depan Dewi.


Sejenak Dewi terdiam menatap Arjuna yang menyodorkan jasnya padanya.


"Masuk ke mobilku Wi," ucap Arjuna lagi pada Dewi sambil meletakkan kedua tangannya di atas kepala Dewi.


Dewi diam sesaat kemudian ia menoleh ke belakang ke arah Satya yang masih berdiri di tempatnya sambil memperhatikan dirinya.


Kemudian Dewi berjalan di ikuti Arjuna menuju ke mobil Arjuna.


Satya menatap Dewi dan Arjuna yang masuk ke dalam mobil dengan getir dan ia masih tetap saja berdiri terpaku di tempatnya meskipun guyuran hujan sudah membuatnya basah kuyup dan menggigil.


Arjuna membukakan pintu mobil nya untuk Dewi dan tak berapa lama kemudian Arjuna pun masuk ke dalam mobilnya, sejenak ia menoleh ke arah Dewi yang duduk di sampingnya namun tatapannya kosong menatap ke depan.

__ADS_1


"Wi, aku tahu apa yang sedang kamu rasakan saat ini, kalau kamu pingin berteriak teriaklah sekencangnya biar sesak di dadamu sedikit berkurang," kata Arjuna menatap iba pada Dewi yang mulai berkaca-kaca matanya.


Arjuna tidak segera menjalankan mobilnya, ia menunggu Dewi tenang dulu.


Mata Dewi beralih pada spion mobil dan ia melihat Satya masih berdiri di tempatnya semula sambil memperhatikan ke arah mobil Arjuna sambil sesekali mengusap air hujan yang membasahi wajahnya.


Dewi menghela nafas dalam-dalam, lalu pandangannya beralih ke depan dan dengan perasaan kesal ia berteriak sekencangnya di dalam mobil Arjuna sambil menangis.


Arjuna membiarkan Dewi melakukan itu semua, ia tidak bisa memeluk wanita yang masih ia cintai itu sekedar untuk menenangkan hatinya yang sedang terluka.


Arjuna hanya bisa menatap Dewi yang sedang menangis sambil menelungkup kan kepalanya pada dashboard mobil.


Dengan perlahan Arjuna mengulurkan tangannya mengusap kepala Dewi yang sedang tertelungkup menangis.


"Dewi, kita pulang ya aku takut kamu nanti masuk angin karena bajumu sudah basah sedari tadi," ucap Arjuna dengan lirih.


Perlahan Dewi mengangkat kepalanya, lalu ia menoleh ke arah Arjuna masih dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Pulang ya? kamu harus ganti baju, aku takut nanti kamu sakit," ujar Arjuna lagi.


Dewi menganggukkan kepalanya dengan perlahan, laju Arjuna pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu dan sekilas lagi Dewi melihat ke arah spion mobil, di sana ia melihat Satya tetap memperhatikan mobil Arjuna yang mulai bergerak meninggalkan tempat itu.


Setelah mobil Arjuna menghilang dari pandangan matanya, Satya pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2