
"Aku harus siap-siap ini, Satya kan akan jemput aku," ucap Rere sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Re, kamu bareng aku aja," kata David ketika melihat Rere yang belum pulang.
"Gak ah, aku udah ada janji sama seseorang," ucap Rere sambil tersenyum riang.
"Janji? dengan siapa?" tanya David penasaran sambil mendekati Rere.
"Mau tahu aja, ya sama seseorang lah......"
"Oke, aku tahu siapa orang itu pasti si Satya kan?"
Rere tersenyum mendengar tebakan David yang tepat.
"Re, sebagai teman aku cuma mau ngingetin sama kamu, lebih baik kamu jangan teruskan hubungan mu dengan Satya sebab dia itu punya istri karena lambat laun istrinya pasti akan tahu," kata David teman kerja Rere yang sedikit menaruh hati pada Rere.
"Aduh ...udah deh David, aku udah terlanjur jatuh hati sama Satya apalagi......," Rere menutup mulutnya dengan tangan kanannya sambil menatap David.
"Apalagi apa Re?" tanya David penasaran.
"Mmmmm.....apalagi aku memang berharap untuk jadi istrinya juga," ujar Rere sambil tersenyum pada David.
"Jangan gila kamu Re."
"Aku memang sudah gila, tergila-gila pada Satya ha ha ha......," Rere tertawa bahagia.
"Re, Re, kamu sudah di butakan oleh cinta ," ucap David sambil menggelengkan kepalanya.
"Udah deh Vid, kamu pulang duluan aja gak usah nungguin aku."
"Oke," ujar David sambil ngeloyor pergi meninggalkan Rere sendiri.
Satya baru keluar dari ruang kantornya dan dengan bergegas ia berjalan menuju ke mobilnya yang ada di area parkiran.
__ADS_1
"Aku harus jemput Dewi terlebih dahulu," ucap Satya sambil masuk ke dalam mobilnya.
Dan baru saja dia akan menjalankan mobilnya tiba-tiba ponselnya berdering, Rere menelponnya.
"Ya Re ada apa?" tanya Satya setelah mengangkat telpon dari Rere.
"Satya....aku jemput duluan ya...kepalaku pusing ini dan perutku sepertinya kram," kata Rere sambil meringis.
"Tapi Re, aku harus jemput Dewi dulu aku sudah janji jemput dia jam lima ini."
"Aduh Satya, Dewi kan gak apa-apa kalau aku kan lagi pusing ini, ya sudah kalau kamu gak mau duluin aku, aku akan cerita sama Dewi soal kita," Rere mulai mengancam.
Satya menghela nafas dalam-dalam mendengar Rere mengancamnya lalu ia berkata pada Rere.
"Oke, oke aku akan jemput kamu dulu," ucap Satya.
"Oke, aku tunggu ya jangan lama-lama keburu aku pingsan nanti."
Sudah hampir setengah jam Dewi menunggu Satya untuk menjemputnya namun Satya belum datang-datang juga, akhirnya ia memutuskan untuk menunggu Satya di bangku taman yang ada di depan kantornya.
Satya sudah tiba di depan gedung perkantoran Rere dan di sana Rere sudah menunggunya dari tadi.
"Satya, pasti dia mau jemput Rere," ujar Arjuna yang kebetulan lewat jalan itu dan melihat Satya keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam kantor pak Darmawan di mana Rere bekerja di sana.
Tak berapa lama kemudian Satya pun keluar dari dalam gedung kantor itu dengan menuntun Rere yang bersandar di pundaknya.
Arjuna mencibirkan bibirnya sambil memperhatikan Satya dan Rere yang berjalan masuk ke dalam mobil Satya.
Kemudian Arjuna menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu menuju arah pulang ke rumahnya.
Ketika melewati gedung kantor Dewi tiba-tiba pandangan Arjuna tertuju pada bangku taman yang ada di depan gedung kantor itu dan di sana ia melihat Dewi sedang duduk-duduk.
Kemudian Arjuna menepikan mobilnya mendekati tempat dewi duduk, lalu Arjuna keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menghampiri Dewi.
__ADS_1
"Wi, kamu lagi ngapain di sini?" tanya Arjuna setelah tiba di depan Dewi.
"Aku menunggu mas Satya jemput aku," jawab Dewi.
Arjuna diam memperhatikan Dewi yang seperti orang gelisah.
"Boleh aku duduk di sini," tunjuk Arjuna pada bangku yang di duduki Dewi.
"Boleh, silahkan."
Kemudian Arjuna duduk di sebelah Dewi.
"Wi, Satya gak akan jemput kamu," ujar Arjuna.
"Maksudmu apa mas Arjuna?"
"Satya......," belum sempat Arjuna meneruskan kalimatnya tiba-tiba terdengar suara Satya.
"Sayang, ayo kita pulang," ucap Satya sambil menghampiri Dewi dan menatap pada Arjuna dengan tatapan tidak suka.
"Ngapain kamu duduk berdua dengan istriku?" tanya Satya.
"Aku kasihan tadi sama Dewi menunggu suaminya yang mau menjemputnya tapi tidak datang-datang juga," kata Arjuna sambil mencibirkan bibirnya pada Satya.
"Apa urusanmu, kamu kan udah punya istri juga gak usah ngurusin istri orang bisa kan!?"
"Masalahnya kamu juga udah punya istri Satya, ngapain kamu masih ngurusin perempuan lain juga."
"Apa maksudmu berkata seperti itu hah!?" Satya mengepalkan tangan kanannya hendak meninju Arjuna tapi buru-buru Dewi berteriak melerainya.
"Sudah-sudah, apaan sih kalian berdua ini, malu tahu di lihat banyak orang, ayo mas kita pergi saja," ucap Dewi sambil menggandeng lengan Satya dan membawanya menjauh dari tempat itu.
Arjuna memperhatikan kepergiaan Dewi dan Satya sambil tersenyum mencibir dan berkata.
__ADS_1
"Lihat saja nanti Satya, suatu saat Dewi pasti akan mencium semua kelakuan bejatmu itu."
Kemudian Arjuna berjalan menuju ke mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu juga.