
Rere menjalankan mobilnya menuju ke arah di mana Satya tadi di hajar oleh empat orang yang tak di kenal.
Dan ketika tiba di tempat, Rere langsung menghambur ke arah Satya yang sedang mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Tolong.....!!!! tolong......!!!!!" teriak Rere meminta tolong.
Lalu keempat orang yang ternyata suruhan Rere tersebut langsung ngacir kabur mengendari sepeda motor ninja mereka.
"Tolong.....!!!tolong.....," Rere berteriak sekali lagi meminta tolong dan beberapa menit kemudian banyak orang berdatangan menghampiri Rere yang berteriak meminta tolong tadi.
"Pak, mas, tolong bantu saya mengangkat teman saya ini ke masuk ke mobil saya," ucap Rere dengan mimik muka panik.
"Iya mbak, mari kita bantu," kata salah seorang dari mereka.
Lalu mereka mengangkat tubuh Satya yang sudah lemas dan penuh luka-luka masuk ke dalam mobil Rere.
"Pak saya minta tolong kalau ada yang bisa nyetir tolong bawakan mobil saya dan saya yang akan memangku teman saya ini di belakang," pinta Rere pada orang-orang yang menolongnya.
"Baik mbak, saya yang nyetir saja saya bisa," ucap mas yang usianya hampir sama dengan Rere.
"Iya mas, makasih."
Kemudian mobil itu pun melaju menuju ke rumah sakit, sementara Rere memangku Satya duduk di belakang.
"Satya, tahan ya...kamu harus kuat, kita sekarang sedang menuju ke rumah sakit," kata Rere sambil mengusap kepala Satya.
__ADS_1
Satya menatap Rere seolah ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menolongnya tadi dari kawanan orang-orang yang menghajarnya namun Satya tak sanggup untuk berkata-kata, matanya berkunang-kunang dan kepalanya sangat sakit sekali.
Setiba di rumah sakit, para perawat UGD langsung membawa Satya masuk ke dalam ruangan UGD untuk segera mendapatkan penanganan, sementara Rere masih menunggu Satya.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya dokter yang memeriksa Satya keluar juga dan Rere langsung menghampiri dokter tersebut sambil mengajukan sebuah pertanyaan padanya.
"Bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya Rere.
"Teman mbak tidak apa-apa hanya mengalami luka-luka yang tidak serius," ucap dokter itu pada Rere.
"Iya dok, makasih."
Kemudian Rere masuk ke dalam kamar Satya dan ia melihat Satya yang sudah di obati oleh perawat tadi.
Rere berjalan menuju ke arah tempat tidur Satya dan ketika tiba di samping tempat tidur Satya, Rere memperhatikan luka-luka yang ada di kepala dan tangan Satya.
"Re, makasih ya kamu sudah menolong aku, aku tak tahu kalau tadi tidak ada kamu mungkin aku bisa mati di keroyok orang-orang itu," kata Satya pada Rere.
"Mmmmm.....iya Satya dan itu karena kebetulan saja aku melintas di jalan itu, terus sekarang bagaimana keadaan kamu?"
"Aku gak apa-apa cuma kepalaku agak pening sedikit."
"Kalau begitu aku antar kamu pulang ya?"
"Gak usah, aku bisa pulang sendiri," Satya menolak Rere.
__ADS_1
"Yah...aku tahu kamu pasti gak enak sama istrimu ya kan?"
"Bukan begitu Re, aku gak mau ngerepoti kamu terus."
"Aku gak merasa di repoti kok."
"Iya tapi aku gak enak, biar aku pulang sendiri saja."
"Oke, mudah-mudahan kamu lekas sembuh ya," kata Rere sambil menggenggam tangan Satya.
Satya membiarkan Rere menggenggam tangannya, ia harus baik pada Rere karena Rere sudah menyelamatkan hidupnya.
Di rumahnya sana Dewi sangat cemas sekali karena sudah malam begini Satya masih juga belum pulang, Dewi berusaha menelpon Satya tapi gak pernah di angkat sehingga membuat Dewi semakin khawatir.
Tiba-tiba Dewi melihat mobil Satya yang sudah tiba di depan rumah mereka, langsung saja Dewi menghambur keluar hendak menyambut Satya, namun alangkah terkejutnya Dewi ketika melihat Satya sudah keluar dari mobil dengan kepala dan tangan yang di perban.
"Mas, mas kenapa? kenapa kepala dan tangan mas di perban? mas kecelakaan? di mana?" Dewi memberondong Satya dengan banyak pertanyaan.
"Tenang sayang, aku tidak apa-apa lukanya sudah mendapat perawatan tadi di rumah sakit," kata Satya sambil tersenyum pada Dewi.
"Iya, tapi mas kenapa kok bisa sampai begitu?"
"Kita masuk dulu ya, nanti aku jelaskan di dalam," kata Satya sambil menggandeng lengan Dewi masuk ke dalam rumah.
Setelah mereka ada di dalam rumah, Satya duduk di kursi sofa di temani Dewi.
__ADS_1
"Begini ceritanya sayang, tadi aku pas berangkat kerja tiba-tiba di tengah perjalanan di hadang oleh sekelompok orang yang tidak aku kenal, lalu aku di hajar oleh mereka, aku berusaha melawan tapi ternyata tenaga ku kalah kuat dari mereka dan akhirnya aku jatuh tersungkur, tapi untunglah ada orang yang menolongku dan membawa aku ke rumah sakit, kalau tidak mungkin aku sudah mati di keroyok oleh mereka."
"Ya Tuhan.....untunglah mas Satya masih selamat," ucap Dewi sambil memeluk Satya.