
Pulang kerja ini Dewi sudah sampai duluan di rumah sementara Satya masih belum datang.
"Mobil mas Satya kok tidak ada? berarti mas Satya belum pulang," ucap Dewi sambil memperhatikan sekeliling rumahnya.
Kemudian Dewi masuk ke dalam rumahnya dan mencari bibi.
"Bi....bibi.....!!" panggil Dewi.
"Iya non," jawab bibi sambil tergopoh-gopoh menghampiri Dewi yang berdiri di ruang tengah
"Mas Satya belum pulang bi?" tanya Dewi pada bibi.
"Belum non, emangnya kenapa non Dewi?"
"Mmmmm....gak apa-apa bi, ya sudah Dewi ganti baju dulu ya bi," ucap Dewi.
"Iya non," lalu bibi pun masuk kembali ke belakang.
Dewi sudah selesai mandi dan ia menunggu Satya di meja makan.
Terdengar suara sepatu memasuki ruang tengah, Satya sudah pulang.
__ADS_1
Dewi melihat Satya sudah masuk ke ruang meja makan.
"Baru pulang mas?" tanya Dewi sambil menyembunyikan emosinya yang sedari tadi di tahannya.
"Iya sayang, maaf ya aku jadi terlambat hari ini pulangnya," ucap Satya.
"Terlambat? memangnya ada urusan apa mas sampai terlambat pulang?" tanya Dewi agak ketus.
Satya merasa ada yang aneh dari pertanyaan yang di lontarkan Dewi padanya.
"Mmmmm...tadi aku masih ada urusan sedikit dengan klien sayang," kata Satya sambil mengangkat kedua alisnya menatap Dewi.
"Klien, apa klien?" tanya Dewi menatap Satya sambil menipiskan bibirnya.
"Mas, tadi aku ke kantormu dan belum sempat aku masuk tiba-tiba perutku sakit aku telpon-telpon kamu terus gak di angkat lalu akhirnya aku minta tolong security untuk mengantarkan aku ke rumah sakit, tapi.....setelah aku tiba di rumah sakit aku melihat mas Satya keluar dari ruang dokter kandungan bersama dengan perempuan, siapa perempuan itu mas," nada suara Dewi mulai naik dan hal itu membuat Satya jadi gelagapan.
"Sayang, sayang, maafkan aku kalau aku tidak tahu soal itu dan tadi memang kebetulan ponselku lowbat dan soal perempuan itu.....dia temanku yang waktu itu juga perutnya sakit dan kebetulan aku yang berada di situ jadi aku langsung membawanya ke rumah sakit untuk periksa," ujar Satya berbohong pada Dewi.
"Teman? kenapa mas Satya sampai nungguin perempuan itu di dalam ruang periksa?" cecar Dewi.
"Ya...aku kasihan aja sayang," jawab Satya.
__ADS_1
"Mas tahu, sewaktu mas mengantarkan perempuan itu aku juga di sana merasakan kesakitan, sementara mas tak perduli dengan aku," kata Dewi sambil menatap Satya tajam.
"Iya sayang, aku benar-benar minta maaf, aku minta maaf sudah mengabaikan dirimu dan calon anak kita," ujar Satya sambil memeluk Dewi namun Dewi masih marah ia tidak memberi respon dari pelukan Satya.
Dewi melepaskan pelukan dari Satya dan berjalan menuju ke ruang tengah, sementara Satya melihat Dewi dengan rasa bersalah, lalu ia masuk ke dalam kamar dan mandi.
Meski marah, Dewi masih menunggu Satya untuk makan malam bersama.
Dewi duduk di meja makan dan tak berapa lama kemudian Satya pun datang menghampiri Dewi di meja makan.
"Sayang, kita makan ya," kata Satya pada Dewi sambil mengambil piring.
Dewi tidak berkata apa-apa, ia pun mengambil piringnya dan mengisi nasi serta lauk pauknya, Satya memegangi piringnya menunggu Dewi yang mengambilkannya makanan namun Dewi tak kunjung meraih piring yang ada di tangan Satya.
Dengan menghela nafas panjang akhirnya Satya mengambil nasi dan lauk pauknya sendiri.
Kemudian dua orang itu menikmati makan malam mereka dengan tidak bersuara satu sama lain.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Dewi pun beranjak dari tempatnya duduk dan hendak pergi meninggalkan Satya yang masih duduk di situ tapi tiba-tiba tangan Satya mencekal lengan Dewi sambil berkata.
"Sayang kamu masih marah sama aku?" tanya Satya.
__ADS_1
"Mas pikir sendiri aja," ucap Dewi sambil menepiskan tangan Satya yang mencekal lengannya.
Satya mengerucutkan bibirnya melihat Dewi yang berlalu meninggalkan dirinya.