Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 66


__ADS_3

"Ada apa sayang?" tanya Satya pada Dewi.


"Mmmm....gak ada mas," ucap Dewi sambil melirik pada Arjuna.


Satya menoleh pada Arjuna yang masih berdiri di tempat itu dengan tatapan sinis.


"Ngapain kamu di sini Arjuna?"


"Aku? ya mau sarapan lah."


"Alasan yang gak masuk akal, di sini kan banyak resto, atau jangan-jangan kamu sengaja mengikuti kita," kata Satya sambil mencibirkan bibirnya menatap Arjuna.


"Terserah aku kan mau sarapan di mana, kenapa kamu yang ribut," ucap Arjuna pada Satya.


Dewi merasa kalau suasana sudah tidak nyaman lagi melihat Arjuna dan Satya saling bersitegang, lalu dengan bergegas Dewi melerai kedua orang itu.


"Sudah-sudah gak usah ribut di sini banyak orang, malu tahu," ujar Dewi sambil berdiri di tengah-tengah Arjuna dan Satya.


Arjuna lalu pergi meninggalkan Dewi dan Satya menuju ke tempat duduknya yang berada jauh dari tempat duduk Dewi dan Satya.


Kemudian Dewi dan Satya kembali duduk di kursi mereka sambil menunggu makanan datang.

__ADS_1


"Mas.....kenapa sih tiap kali ketemu mas Arjuna bawaannya mesti emosi terus?" tanya Dewi tiba-tiba pada Satya.


"Aku gak suka Arjuna dekat-dekat kamu lagi," ucap Satya dengan bersungut-sungut.


Dewi tersenyum mendengar penuturan Satya, lalu ia meraih tangan Satya yang ada di atas meja dan menggenggamnya sambil berkata padanya.


"Mas....sekarang aku kan sudah menjadi istri mas Satya gak mungkin dong aku kembali sama mas Arjuna."


"Yah .... sekuat-kuatnya kamu bertahan kalau di goda terus sama Arjuna pasti akan jatuh juga iya kan?"


"Percaya sama aku ya mas, aku gak akan berpaling."


"Bener ya kamu gak akan tergoda lagi sama si Arjuna itu."


"Iya mas."


Tak berapa lama kemudian sarapan yang mereka pesan sudah datang.


"Ayo mas, makan dulu," kata Dewi.


"Iya," jawab Satya sambil meraih teh hangat yang ada di depannya.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar Rere.


"Hmmmm....hari ini Satya sudah bilang gak ke sini, dia mau ngajak Dewi jalan-jalan, terus aku ngapain ya?" kata Rere sambil jalan mondar-mandir.


"Akhhh.....sedih banget sih jadi istri kedua, apa-apa harus selalu menjadi nomer dua, tapi aku gak akan diam saja, aku harus bisa jadi yang pertama dan aku harus bisa menyingkirkan Dewi dari kehidupan Satya," pikiran licik Rere mulai menari-nari di otaknya.


"Aduh, perutku kok lapar banget ya, aku cari makanan aja keluar ah," kemudian Rere berjalan keluar dari kamar hotelnya dan bergegas berjalan menuju resto.


Setiba di depan resto tempat Dewi dan Satya, Rere menghentikan langkahnya sambil memikirkan sesuatu.


"Makan di resto ini apa di resto yang di luar sana ya? nanti kalau di sini ketemu Dewi? akhhh....masa bodoh perutku sudah keroncongan ini, masuk aja ah," kemudian Rere segera masuk ke dalam resto itu.


Sementara Dewi dan Satya baru saja menyelesaikan sarapan mereka dan hendak beranjak pulang tapi tiba-tiba Dewi mau ke kamar kecil.


"Mas, aku ke kamar kecil dulu ya," pamit Dewi pada Satya.


"Iya sayang," jawab Satya.


Kemudian Dewi berjalan ke belakang menuju kamar mandi.


Dari jauh Satya melihat Rere yang masuk ke dalam resto tersebut sempat kaget dan dengan segera Satya menghambur ke arah Rere dan ketika sudah dekat dengan Rere tiba-tiba Satya menarik lengan Rere dan mengajaknya bersembunyi di suatu tempat.

__ADS_1


__ADS_2