Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Salah paham


__ADS_3

"Bugh...!!" sebuah tinju mentah tiba-tiba mendarat di pipi Arjuna.


Arjuna sangat kaget sekali karena dengan mendadak ia mendapat serangan, ia menatap Satya sambil memegangi pipinya yang terasa sakit.


"Mas...!!!!" teriak Dewi pada Satya sambil memegangi tangan Satya yang masih mengepal menahan amarahnya.


"Brengsek kamu ya Jun, masih saja dekati istri orang, masih gak terima kamu kalau Dewi sudah menjadi istriku sekarang ini!!"


Arjuna masih diam saja mendengar ocehan Satya.


"Mas Satya!!! itu tidak seperti yang kamu kira, mas Arjuna ke sini itu bantuin aku untuk betulin mobilku yang tadi mogok," ucap Dewi menjelaskan pada Satya.


"Ya Satya, benar apa yang di ucapkan Dewi, aku kesini bantuin Dewi untuk betulin mobilnya karena mogok, kasihan kan cantik-cantik kalau harus dorong-dorong mobil, lagian kamu juga mobil sudah rusak begitu di suruh bawa ke Dewi."


"Alah...jangan bayak alasan kamu Jun," ucap Satya dengan ketus pada Arjuna.


"Ayo sayang, masuk ke mobil dan pergi dari sini," Satya meraih tangan Dewi dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Tapi mas.....mas Arjuna tadi sudah bantuin aku betulin mobilku," kata Dewi pada Satya.


"Kamu masih juga belain Arjuna," ucap Satya setengah emosi.


Dewi diam ia tak berani berucap lagi.


Kemudian ia meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Arjuna.


"Mas maafkan sikap mas Satya tadi ya, dan terimakasih sudah bantuin aku tadi," begitu bunyi pesan yang dikirim Dewi pada Arjuna.

__ADS_1


Arjuna membacanya sambil tersenyum sendiri.


Lalu ia berjalan menuju ke mobilnya dan melaju pergi dari tempat itu juga.


Sesampainya dikantor Dewi, Satya menghentikan mobilnya dan berkata pada Dewi.


"Aku gak mau Arjuna datang-datang lagi menemui kamu," muka Satya kelihatan masih kesal.


"Ya mas," jawab Dewi lalu ia berlalu pergi meninggalkan Satya yang masih berada di dalam mobilnya.


"Pagi Bu....," sapa Della sekretaris Dewi.


"Pagi Dela," balas Dewi pada Della.


Lalu dewi menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, sambil merenung mengingat kejadian tadi.


"Bu....Bu Dewi," panggil Della pada Dewi yang sedang melamun itu.


"Eh iya Della, ada apa?" jawab Dewi gelagapan karena kaget.


"Bu Dewi lagi sakit?" tanya Della pada Dewi.


"Emmmm enggak Del, aku baik-baik saja," ucap Dewi sambil tersenyum pada Della.


"Oh ya sudah Bu, Della kira Bu Dewi sakit," ucap Della sambil tersenyum.


"Hari ini ada jadwal meeting Del?"

__ADS_1


"Iya Bu, hari ini ada jadwal meeting jam 11."


"Oke, kalau begitu tolong siapkan berkas-berkas untuk meeting nanti ya," perintah Dewi pada Della.


"Iya Bu nanti saya akan siapkan."


"Makasih Della."


"Mas.....mas Arjuna.....," Sarah tiba-tiba datang ke kantor Arjuna dengan membawa makanan kesukaan Arjuna.


"Ngapain kamu ke sini Sarah," kata Arjuna ketika melihat Sarah datang ke kantornya.


"Aku tadi masak makanan kesukaan mas Arjuna dong.....makanya aku kesini dan aku bawain buat suamiku tercinta," ucap Sarah dengan riang sambil membuka rantang makanan yang ia bawa untuk Arjuna.


Arjuna diam melihat Sarah membuka tutup rantang itu dan mengeluarkan isinya, dari baunya saja Arjuna sudah merasakan betapa sedapnya makanan itu, tapi karena ini yang membawakan Sarah jadi Arjuna gak selera.


"Ini mas, ayo di makan, aku suapin yah, loh kenapa itu pipi mas Arjuna kok lebam-lebam gitu," pekik Sarah yang kaget ketika melihat pipi Arjuna lebam.


"Iya aku tadi habis berantem sama Satya," kata Arjuna.


"Hmmmm aku sudah mengira, pasti gara-gara Dewi lagi kan....., mas Arjuna udah deh gak usah ikut campur urusan mereka kenapa sih."


"Aku tadi cuma bantuin Dewi karena mobilnya mogok tapi Satya malah salah paham," kata Arjuna sambil merengut.


"Ya jelaslah Satya emosi karena yang dia tahu kan mas Arjuna masih cinta sama Dewi," nada suara Sarah mulai gak enak ia cemburu juga.


"Kamu, sama aja dengan Satya."

__ADS_1


"Habisnya mas Arjuna sih masih ngejar-ngejar Dewi, sadar dong mas....Dewi itu sekarang sudah punya Satya."


__ADS_2