Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 56


__ADS_3

"Makasih ya sayang....kamu ternyata menepati janji mu," ujar Rere sambil bergelayut manja di pundak Satya.


Satya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Rere.


"Hari ini aku bahagia banget karena sekarang aku sudah menjadi istri mu sayang, yah.....meskipun aku cuma di nikahi secara siri dan tetap menjadi istri kedua, tapi tak apalah yang penting aku juga menyandang status sebagai istri pak Satya," ujar Rere tersenyum puas.


"Kalau begitu aku pulang ya, masalahnya aku ada janji ngantar Dewi ke salon nanti," kata Satya sambil meraih kontak mobilnya.


"Loh sayang.....kita kan baru aja menjalani prosesi pernikahan kita....kok kamu sudah mau pulang aja mau ninggalin aku, tega banget sih kamu sayang...." Rere memeluk Satya dengan erat.


"Ya tapi....aku kan gak bisa terus menemani kamu Re, kamu mau Dewi tahu tentang semua ini?"


"Ya gak mau sih nanti dia malah jadi pengganggu," ujar Rere dengan manyun.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu, kamu diam di sini saja dan awas jangan upload status apapun di medsos, paham!"


"Iya iya aku paham, tapi jangan lupa Minggu depan kita bulan madu ke Bali," ucap Rere dengan manja sambil kembali memeluk Satya seolah enggan melepaskan Satya.


"Iya, nanti aku akan pikirkan caranya."


"Oke sayangkuh....cium dulu dong istrinya ini," ujar Rere sambil menyodorkan pipi kanannya pada Satya.


"Cup," sebuah kecupan mendarat di pipi kanan Rere kemudian Satya pergi dari apartemen Rere dan berjalan menuju ke mobilnya lalu ia melaju pulang ke rumah.


"Hai mas....kamu sudah datang, aku belum siap-siap loh," sapa Dewi pada Satya yang sudah datang.

__ADS_1


"Ya sayang," ujar Satya sambil tersenyum pada Dewi.


"Oh ya mas, bagaimana tadi meetingnya dengan pak Yoga?"


"Berjalan lancar sayang dan pak Yoga mau melanjutkan kerjasamanya dengan perusahaan aku."


"Bagus dong, sebentar ya mas aku ganti baju dulu," ujar Dewi sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


"Ya sayang," ucap Satya sambil memperhatikan Dewi yang berjalan masuk kamar.


Di kantornya sana Arjuna sedang berbicara dengan seseorang, dia adalah teman Arjuna yang juga tinggal di daerah apartemen Rere dan ia mengetahui kalau hari ini Satya dan Rere telah melakukan pernikahan secara siri.


"Apa benar yang kamu katakan itu Vin?"


"Benar Juna.....masak pernah Kevin bohong sama kamu selama ini?" ujar Kevin sambil mencibirkan bibirnya menatap Arjuna.


"Heh.....jangan Juna, kamu gak boleh katakan itu pada Dewi!" cegah Kevin pada Arjuna.


"Kenapa gak boleh!! biar Dewi tahu kebejatan si Satya suaminya itu."


"Dewi gak mungkin percaya dengan omongan kamu, karena apa? karena kamu adalah mantan suaminya yang dulu juga pernah ninggalin Dewi karena menikah dengan wanita lain, dan sekarang kamu datang dengan membawa berita buruk tentang Satya, yang jelas kamu akan di kira menjelekkan Satya di hadapan Dewi."


Arjuna terdiam menatap Kevin sambil mencebikkan bibirnya dan memikirkan sesuatu.


"Iya sih, dulu memang Dewi tidak percaya pas aku bilang Satya sering ke apartemen Rere, Dewi bilang aku mengada-ada karena tidak suka pada Satya."

__ADS_1


"Nah itu kamu sudah tahu sendiri kan."


Malam ini Satya mencoba berbicara pada Dewi tentang acara meeting perusahaan nya yang akan di adakan di Bali tapi itu semua hanyalah alasan Satya untuk bisa memenuhi keinginan Rere yang minta bulan madu ke Bali.


Dengan perlahan Satya menggeser duduknya lebih mendekat pada Dewi sambil merangkul pundak Dewi dan berkata padanya.


"Sayang, Minggu depan aku akan ada meeting di Bali selama beberapa hari."


"Di Bali mas?" tanya Dewi sambil menatap Satya.


"Iya sayang di Bali," jawab Satya dengan mengangkat kedua alisnya menatap Dewi.


"Aku ikut ya mas?"


"Gak boleh sayang," kata Satya spontan.


"Gak boleh? kenapa mas?" tanya Dewi dengan keheranan menatap Satya.


"E..... enggak-enggak bukan begitu maksudnya sayang ini kan acara meeting nanti kalau kamu ikut, aku gak bisa temani kamu jalan-jalan gimana?" ujar Satya dengan agak cemas.


"Oh soal itu....ya gak apa-apa lah mas....mas Satya meeting aja aku akan jalan-jalan sendiri aja atau kalau enggak nunggu mas Satya selesai meetingnya."


Satya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil menatap Dewi yang tersenyum padanya.


"Ya...boleh kalau begitu, tapi ...kamu kan ninggalin kerjaan kamu di kantor sayang kalau kamu ikut aku juga ke Bali," ujar Satya masih mencari-cari alasan agar Dewi tidak jadi ikut dirinya ke Bali.

__ADS_1


"Gak apa-apa mas....kan ada Della yang bisa urus semuanya, lagian aku udah lama juga tidak liburan jadi itung-itung ikut mas Satya sekalian liburan dong.....," kata Dewi.


"Ya...ya...boleh juga sayang," ucap Satya sambil tersenyum memaksa.


__ADS_2