Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 37


__ADS_3

"Mas, mas Satya kelihatan lesu sekali? kenapa mas?" tanya Dewi pada Satya ketika mereka sampai di rumah.


"Iya sayang, kepalaku pusing dan aku merasa sangat capek sekali hari ini," ucap Satya sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah.


"Aku pijitin ya mas," ujar Dewi sambil mendekati Satya yang sedang berbaring sambil memejamkan matanya.


"Gak usah sayang, kamu pasti juga capek seharian kerja."


"Gak apa-apa mas....aku kan istri kamu," kata Dewi sambil memegang tubuh Satya dan mulai memijitnya dengan perlahan.


Satya menurut saja dan ia merasakan badannya agak lebih enakan setelah Dewi memijitnya.


"Sudah sayang, kamu pasti capek kamu ganti baju dulu dan mandi ya," kata Satya sambil memegangi tangan Dewi yang sedang memijitnya.


"Iya mas, mas aku buatkan teh panas ya."


"Gak usah, biar aku nyuruh bibi aja yang buatin."


"Ya udah kalau begitu, aku mandi dulu ya mas."


"Iya," Satya menatap Dewi yang berjalan masuk ke dalam kamar dan dengan perlahan Satya menghela nafasnya dalam-dalam seolah ingin menghapus beban yang ia rasakan saat ini.


Di telinga Satya masih terngiang-ngiang ucapan Rere yang menyatakan kalau dirinya sedang hamil anaknya saat ini.


"Ini teh panasnya mas Satya," ucap bibi sambil menyodorkan teh panas pada Satya yang masih rebahan di sofa.


"Iya Bi, makasih," Satya bangkit dari rebahannya dan dengan perlahan ia menyeruput teh panas yang baru di buatkan bibi.


"Bagaimana mas? sudah enakan sekarang?" tanya Dewi yang baru keluar dari kamarnya dan sudah berganti baju.


"Iya," jawab Satya sambil melihat Dewi yang sudah harum habis mandi.


"Mmmmm.....mas, sebenarnya ada yang mau aku omongin sama mas Satya," ujar Dewi sambil menatap Satya.


"Mau ngomong apa sayang."


"Begini mas, dua hari yang lalu aku sudah melakukan testpack dengan membeli alat testpack sendiri di apotik dan ternyata hasilnya positif mas, aku hamil.....," kata Dewi sambil tersenyum bahagia.


"Hamil..!!?" pekik Satya sambil terkejut.


Dewi melihat muka Satya seperti orang yang kebingungan dan keheranan.

__ADS_1


"Iya mas, aku hamil," kata Dewi lagi.


"Anak kita sayang?" tanya Satya masih dengan muka terheran-heran.


"Iya mas, anak kita."


"Ya," ucap Satya tanpa ekspresi.


"Kenapa sikap mas Satya seperti itu ya mendengar soal kehamilanku ini, apa ...mas Satya belum siap atau tidak suka kalau aku hamil?" Dewi jadi gusar.


Dewi lebih mendekat ke arah Satya dan berkata dengan perlahan padanya.


"Mas...mas Satya tidak suka ya mendengar kabar aku hamil?"


"Oh enggak sayang, aku senang, senang sekali mendengar kamu hamil anak kita, iya aku senang sekali," ujar Satya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Jadi mas Satya senang ya dengar aku hamil?" tanya Dewi lebih lanjut.


"Iya sayang aku bahagia sekali dan tadi aku memang sangat terkejut sekali mendengar berita kehamilan mu," Satya memeluk Dewi yang duduk di sampingnya.


"Mas, untuk lebih memastikan tentang kehamilanku ini, aku mau check up ke dokter ya?"


"Iya sayang, aku siap antarkan kamu ke dokter."


"Iya sayang."


Kemudian mereka berdua pun bangkit dari duduknya dan berjalan bersama menuju ke garasi.


"Bibi.....aku sama mas Satya mau ke dokter dulu ya bi," pamit Dewi pada bibi asisten rumah tangganya.


"Siapa yang sakit non?" tanya bibi pada Dewi.


"Gak ada yang sakit bi....," ujar Dewi sambil tersenyum pada bibi.


"Lah terus ngapain ke rumah sakit non?" tanya bibi lagi.


"Aku ke rumah sakit mau check kehamilan bibi...."


"Non Dewi hamil!??" pekik bibi sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


"Iya Bi," ujar Dewi sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aduh bibi jadi ikut senang non...."


"Makasih ya bi,kalau begitu aku berangkat ke dokter dulu ya bi."


"Iya non, hati-hati di jalan ya non."


"Iya Bi."


Kemudian Dewi dan Satya masuk ke dalam mobil dan dengan perlahan Satya mulai mengemudikan mobilnya.


"Mari Bu silahkan masuk," ucap asisten dokter ketika tiba nomer antrian periksa Dewi.


Kemudian Satya dan Dewi masuk ke dalam ruang periksa kandungan.


Dokter yang memeriksa Dewi sedikit terkejut melihat Satya yang datang lagi tapi dengan wanita yang berbeda dan tiba-tiba dokter itu bertanya pada Satya.


"Mas yang tadi pagi ke sini kan?" tanya dokter itu pada Satya dengan sedikit ragu.


Dewi menatap Satya dengan pandangan keheranan.


Satya buru-buru menjawab pertanyaan dokter itu.


"Mmmmm.....dokter mungkin salah lihat," ujar Satya sambil tersenyum.


Dokter itu mengerutkan keningnya sambil menatap Satya penuh selidik.


"Oh ya dok, ini istri saya mau periksa kehamilannya," kata Satya mengalihkan perhatian dokter itu.


"Oh iya silahkan," ucap dokter sambil menatap Dewi.


Kemudian seorang perawat yang ada di dalam ruang periksa tesebut menyuruh Dewi untuk berbaring di tempat tidur, dan tak berapa lama kemudian dokter datang menghampiri Dewi dan mulai memeriksa perutnya.


Setelah selesai memeriksa perut Dewi, dokter itu kembali ke meja kerjanya di mana Satya sedang duduk menunggu Dewi.


Sekilas dokter itu melihat Satya lagi seolah ia memastikan kalau tadi pagi yang datang padanya bersama perempuan lain itu adalah Satya juga, Satya tahu dokter itu memperhatikan dirinya lagi dan buru-buru lagi Satya mengalihkan perhatian dokter itu dengan mengajukan pertanyaan padanya seputar kehamilan Dewi.


"Dok? bagaimana kondisi kehamilan istri saya?" tanya Satya pada dokter itu.


"Oh ya, baik, kondisi kehamilannya baik dan Usinya baru masuk ke Minggu ke dua," ucap dokter itu sambil menatap Satya dan Dewi yang duduk di depannya.


"Saya minta vitamin yang paling bagus dok untuk menjaga kesehatan bayi saya," kata Satya.

__ADS_1


"Ya,nanti saya kasih vitamin yang paling bagus buat ibunya," dokter itu tersenyum pada Dewi.


"Makasih dokter," ucap Dewi dengan ramah sambil menyunggingkan senyumnya pada dokter itu.


__ADS_2