
Arjuna mengikuti Dewi masuk ke dalam rumahnya.
"Wi, Dewi tolong dengarkan aku, aku sungguh-sungguh akan membawamu pulang kembali ke rumah aku Wi," ucap Arjuna sambil meraih tangan Dewi lagi dari belakang.
Dewi yang berdiri membelakangi Arjuna menghentikan langkahnya dan diam sesaat lalu perlahan ia membalikkan badannya dan menatap Arjuna yang tepat berada di hadapannya saat ini.
"Mas, semua sudah terlambat, hatiku sudah terlanjur sakit karena kamu telantarkan selama sepuluh tahun lamanya tidak ada kabar berita dari kamu mas, aku juga manusia yang punya batas kesabaran dan aku juga ingin merasakan hidup bahagia dan aku sudah melupakan mas Arjuna......aku sudah relakan mas menikah dengan Sarah," buliran bening mulai mengaliri pipi Dewi.
Arjuna menatap Dewi penuh haru, dadanya serasa sesak melihat wanita yang cintai itu menangis di hadapannya.
Dengan sekejap Arjuna meraih tubuh Dewi dan memeluknya erat-erat sambil berkata.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku, semua ini memang salahku aku yang salah dan sekarang tolong beri kesempatan aku untuk memperbaiki semuanya, aku ingin kita hidup bersama lagi seperti dulu, aku sangat mencintaimu dan menyayangi mu sayang," ucap Arjuna penuh perasaan sambil mengecup dan membelai rambut Dewi.
Air mata Dewi semakin deras mengalir sampai membasahi pundak Arjuna, ia teringat sepuluh tahun silam kenangan pahit yang ia rasakan karena orang yang sangat ia cintai menduakannya dengan menikah lagi dengan Sarah.
__ADS_1
Perlahan Dewi melepaskan pelukannya dari Arjuna.
"Mas, sudah tidak ada kesempatan kedua lagi bagi kamu mas," ucap Dewi sambil menyeka air matanya yang masih terjatuh di pipinya.
"Maksudmu apa sayang?" tanya Arjuna heran.
Dewi menghela nafasnya dalam-dalam dan berusaha tegar mengatakan pada Arjuna.
"Mulai saat ini aku sudah jadi pacarnya Satya."
Dewi berusaha untuk menahan air matanya agar tidak keluar lagi.
"Itu dulu mas, sekarang kenyataan sudah berubah, mas Arjuna yang ternyata tidak setia padaku, mas sudah mengkhianati cintaku..!!!" Dewi menjerit dan memukul-mukul lengan Arjuna meluapkan emosinya.
Arjuna diam saja, ia membiarkan Dewi meluapkan emosinya.
__ADS_1
"Pukul aku sepuas mu Wi, kalau memang itu bisa membuatmu sedikit lega, aku memang berhak di perlakukan seperti ini, dan aku rela sakit demi kamu Dewi," ucap Arjuna sambil membiarkan Dewi yang terus memukuli lengannya semakin keras sambil menangis.
"Keluar kamu mas, aku gak mau melihat kamu lagi mas....!!!" Dewi berteriak dengan keras sampai membuat bibi keluar melihat apa yang terjadi.
"Ya, aku akan keluar sayang, tapi ingat sampai kapan pun aku tetap tidak akan rela kamu jadi pacar Satya," ucap Arjuna yang lalu pergi keluar rumah Dewi.
Dewi menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ada di belakangnya sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
Perlahan bibi berjalan menghampiri Dewi.
"Non Dewi, non Dewi kenapa? non Dewi di apain sama mas Arjuna?" tanya bibi dengan hati-hati sambil duduk di samping Dewi.
Dewi menjatuhkan kepalanya di pundak bibi yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu sambil menangis.
Lalu bibi mengelus-elus kepala Dewi dengan sayang seperti memperlakukan anak sendiri.
__ADS_1
"Non Dewi yang sabar ya, semua ujian pasti akan ada hikmahnya, Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya, non yang sabar bibi doakan mudah-mudahan non bisa menemukan jalan yang terbaik," ucap bibi memberi petuah pada Dewi.