
Hari ke lima di Bali
Malam ini di dalam kamar hotelnya Rere kelihatan sedang sakit, badannya panas sekali.
Dengan tangan gemetaran Rere berusaha untuk menelpon Satya, tapi berkali-kali ia telepon Satya tidak mengangkatnya lalu Rere mengirim sebuah pesan padanya.
"Satya badanku panas sekali aku minta kamu temui aku di sini ya," begitu bunyi pesan Rere pada Satya.
Satya dan Dewi sedang asyik menikmati malam mereka di luar hotel menikmati suasana pantai di malam hari.
Satya mendengar ponselnya berdering sedari tadi tapi ia tak mau membukanya karena ia tahu kalau itu dari Rere.
"Mas, ada pesan masuk itu kali aja penting kok gak di buka?" tanya Dewi yang mendengar ponsel Satya berdering telepon dari tadi dan berbunyi notif pesan.
"Iya," jawab Satya yang lalu membuka ponselnya dan membaca pesan dari Rere dan wajahnya tiba-tiba berubah sedikit cemas.
"Pesan dari siapa mas....?" tanya Dewi lagi.
"Mmmmmm dari klien sayang," kilah Satya sambil menyembunyikan kecemasannya tadi setelah membaca pesan dari Rere.
__ADS_1
"Oh," ucap Dewi sambil menganggukkan kepalanya.
"Sayang kita pulang yuk, anginnya tambah kenceng ini," ucap Satya pada Dewi.
"Iya mas, lagian aku juga udah ngantuk ini."
Kemudian Satya dan Dewi pun berjalan menuju ke hotel tempat mereka menginap.
Jam menunjukkan pukul sebelas, Satya melihat Dewi sepertinya sudah tertidur dengan pulasnya, dengan perlahan Satya turun dari tempat tidur dan bergegas keluar dari kamar, lalu ia berjalan menuju ke kamar Rere yang berada tak jauh dari kamar mereka.
"Kenapa aku gak bisa tidur ya, akhhh...mending aku ke cafe saja ngopi dulu," ujar Arjuna yang tiba-tiba saja keluar dari kamarnya dan ketika Arjuna berada di depan kamarnya, Arjuna melihat Satya sedang tergesa-gesa berjalan.
Setelah tiba di depan pintu kamar Rere buru-buru Satya masuk dan sebelum itu ia celingukan ke kanan dan kiri takut kalau Arjuna mengetahui dirinya masuk ke kamar Rere.
"Re, badanmu panas sekali," ucap Satya setelah melihat Rere dan memegang tubuhnya yang demam tinggi.
"Belikan aku obat ya, aku gak kuat panas sekali dan kepalaku pusing sekali ," kata Rere sambil meringis menahan sakitnya.
"Iya iya kamu sabar ya, aku akan cari apotik untuk membeli obat demam," ucap Satya sambil mengelus kepala Rere.
__ADS_1
Lalu Satya keluar dari kamar Rere dan berjalan keluar mencari apotik, Satya melintas di depan cafe tempat Arjuna sedang ngopi di sana dan lagi-lagi Arjuna melihat satya yang setengah berlari seperti orang yang panik.
"Kenapa itu si Satya, seperti orang yang panik begitu, mau kemana dia?"
Akhirnya Satya menemukan juga apotik di sekitaran hotel itu dan dengan segera Satya membeli obat demam dan setelah itu ia pun bergegas kembali ke hotel untuk memberikan obat itu pada Rere.
Setibanya di kamar Rere, Satya langsung menghambur ke arah Rere yang masih lemas tiduran di atas tempat tidurnya.
"Re, ini aku dapat obat demamnya, kamu segera minum ya supaya demam mu cepat turun," ujar Satya.
"Iya," lalu Rere meminum obat yang baru di belikan Satya.
"Sekarang kamu istirahat aja," kata Satya sambil menyelimuti tubuh Rere.
"Sat, temani aku ya semalam aja kamu di sini dulu temani aku," ucap Rere memelas pada Satya.
"Tapi Re...,"
"Kalau ada apa-apa dengan aku gimana? cuma semalam aja ya...?" wajah Rere makin memelas dan itu membuat Satya iba padanya.
__ADS_1
"Ya, aku temani kamu malam ini dan sekarang kamu tidur ya," Satya memenuhi permintaan Rere.