Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 75


__ADS_3

"Iya sayang, aku kaget mendengar berita Arjuna bercerai," ucap Satya.


"Kenapa Arjuna langsung menceraikan Sarah? apa Arjuna gak ngasih kesempatan kedua untuk si Sarah itu?" tanya Satya pura-pura simpati dengan kasus perceraian Arjuna.


"Kata mas Arjuna dia tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah mengkhianati dirinya karena itu sama saja dengan menginjak-injak harga dirinya, dan menurut aku prinsip mas Arjuna itu sangat benar sekali karena orang yang sudah berkhianat itu harus di campakkan untuk memberikan pelajaran dan penyesalan atas perbuatannya," Dewi berkata dengan berapi-api sambil menatap tajam ke arah Satya.


"Degh," jantung Satya seperti mau copot dari cangkangnya karena perkataan Dewi serasa menghakimi dirinya sendiri.


Kemudian Satya mengatur nafasnya yang agak sesak efek mendengar ucapan Dewi tadi dan setelah nafasnya kembali teratur dia berkata pada Dewi.


"Sayang.....kenapa kamu yang jadi emosi begitu....?" ucap Satya.


"Ya aku juga ikut kesel sih mas aku gak bisa bayangkan jika aku ada di posisi mas Arjuna saat itu yang melihat kelakuan istrinya bermesraan dengan orang lain dan menghabiskan uang nya untuk bersenang-senang dengan orang lain, kalau aku jadi mas Arjuna sudah aku bunuh orang seperti itu!!" kata Dewi dengan geram.

__ADS_1


Satya langsung terhenyak dan jantungnya serasa berhenti berdetak mendengar perkataan Dewi barusan dan dengan spontan Satya berteriak pada Dewi.


"Kamu akan bunuh dia sayang!!!?" pekik Satya sambil mendelik menatap Dewi dan dengan detak jantung yang tak beraturan Iramanya.


Dewi keheranan melihat sikap Satya seperti orang kaget dan ketakutan mendengar ucapan nya tadi.


"Mas Satya kenapa? kok tiba-tiba seperti orang aneh ketakutan begitu?" tanya Dewi sambil mengerutkan alisnya menatap Satya.


"Ya....siapapun bisa melakukan hal itu mas kalau sudah sangat tersakiti," kata Dewi lagi.


"Mmmmm....sayang kita gak usah bahas masalah Arjuna ya, yang penting aku dan kamu baik-baik saja tidak terjadi apa-apa kan?" ucap Satya merangkul Dewi mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Iya mas, aku mau kita selamanya baik-baik saja," kata Dewi menatap Satya.

__ADS_1


"Iya sayang," ucap Satya sambil tersenyum dan memeluk Dewi.


Tepat pukul sepuluh malam ini Dewi sudah tidur terlebih dahulu sementara Satya yang berada di samping Dewi masih terngiang-ngiang perkataan Dewi tadi tentang selingkuh dan akan membunuh.


"Akhh....itu hanya pikiran aku saja mungkin yang membuat aku ketakutan kalau Dewi akan berbuat senekat itu jika dia tahu aku juga selingkuh," gumam Satya sambil memandangi wajah Dewi.


"Ting," tiba-tiba ponsel Satya berbunyi notif pesan.


Satya menoleh pada ponselnya yang ada di meja kecil samping tempat tidurnya, lalu dengan perlahan ia meraih ponsel itu dan mulai membuka pesan yang barusan masuk dan sebelum itu Satya menoleh ke arah Dewi yang masih tertidur dengan pulas,lalu dengan perlahan Satya membaca pesan yang baru masuk yang ternyata pesan itu dari Rere.


"Satya kamu ke sini ya.....temani aku malam ini.....saja, badanku agak gak enak lagi ini," begitu bunyi pesan yang dikirim Rere barusan.


Satya menarik nafas panjang setelah membaca pesan dari Rere dan ia terdiam sesaat sambil menatap wajah Dewi agak lama, lalu dengan perlahan Satya beringsut turun dari tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2