Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Trik Rere


__ADS_3

"Mas, aku berangkat dulu ya aku ada meeting pagi ini," ucap Dewi pada Satya sambil mengancingkan blazer warna salem yang dikenakannya pagi ini.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya di jalan," Satya menghampiri Dewi dan mencium keningnya sambil mengusap rambut Dewi.


"Ya mas," Dewi berkata sambil menyunggingkan senyumnya pada Satya lalu ia pun beranjak keluar rumah dan berjalan menuju ke arah mobilnya yang di parkir di garasi.


Kemudian Dewi memasuki Honda jazz merah miliknya dan tak berselang lama Honda jazz itu pun melaju pergi meninggalkan rumah Dewi.


"Pagi Bu....," sapa Della pada Dewi.


"Pagi juga Del, hari ini ada jadwal meeting?"


"Oh iya Bu, saya sudah siapkan semua berkasnya," ucap Della sambil tersenyum pada Dewi.


"Ya, makasih Del."


"Iya Bu, sama-sama."


...****************...


Satya pun bergegas juga berangkat ke kantornya dengan mengendarai mobil Innova hitamnya.


Setiba di kantornya, Satya langsung menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya.


Dan tiba-tiba ponselnya berbunyi sebuah notif pesan.


"Aku ke kantormu ya," begitu bunyi pesan yang di kirim Rere ke ponsel Satya.


Satya menarik nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya setelah membaca pesan dari Rere.


Kemudian Satya mulai mengetik di ponselnya membalas pesan Rere.


"Kamu gak usah ke sini Re, nanti ada yang curiga kalau kamu ke sini," begitu bunyi balasan Satya pada Rere.


"Emang curiga apa? aku kan gak ngapa-ngapain di sana, cuma mau ketemu sama kamu aja, atau.....kamu yang gak mau ketemu sama aku...?"


Satya meletakan ponselnya di mejanya dan tak lama kemudian telepon di meja kerjanya berdering.

__ADS_1


"Ya," jawab Satya setelah mengangkat telepon dari operator kantornya.


"Maaf pak , ini ada tamu yang mau ketemu sama bapak," ucap operator itu.


"Siapa?" tanya Satya.


"Bu Rere pak."


"Suruh tunggu di lobby aja."


"Baik pak," kata operator itu sambil meletakkan gagang telepon.


"Bu....ada pesannya pak Satya, ibu di suruh nunggu di lobby sebelah sana," ucap operator itu sambil menunjuk ke suatu ruangan yang terletak lurus di depannya.


"Oh, baik makasih mbak," ucap Rere yang kemudian berjalan menuju ke lobby yang di tunjuk sama operator tadi.


Kemudian Rere duduk di sebuah sofa sambil melihat ke sekeliling ruangan lobby itu.


Satya keluar dari kantornya dan berjalan menuju ke lobby untuk menemui Rere.


"Hai," sapa Rere dengan riangnya ketika melihat Satya muncul dari pintu lobby.


"Kan sudah aku bilang kalau aku mau ketemu sama kamu Satya......," ucap Rere sambil berdiri dan mendekati Satya.


Satya mundur beberapa langkah karena Rere semakin mendekat ke arah dia berdiri.


"Kamu kenapa sih takut amat aku deketin," kata Rere dengan agak sewot.


"Bukannya gitu Re, ini kantorku nanti kalau ada yang melihat aku sedang berdua sama kamu di sini dan pikiran mereka macam-macam bagaimana?" ucap Satya menjelaskan pada Rere.


"Terus kita ngobrolnya harus jauh-jauhan gitu?" Rere masih sewot.


"Ya gak juga," Satya mulai duduk di sofa.


"Ya sudah kalau gitu ngobrolnya sambil duduk-duduk di sini kan gak apa-apa?" Rere mengambil tempat duduk di samping Satya.


"Sebenarnya mau kamu apa Re?" tanya Satya serius menatap Rere.

__ADS_1


"Mmmmm....aku mau kita seperti dulu lagi Satya, aku tahu hatimu pasti masih mencintaiku bukan?" tanya Rere dengan penuh percaya diri.


"Itu masa lalu Re, dan sekarang aku sudah punya istri dan kami saling mencintai."


"Yakin kamu mencintai istrimu dengan sepenuh hati?" Rere bertanya sambil menatap tajam ke arah Satya.


"Ya, aku sangat mencintai Dewi," tegas Satya.


"Oke, kalau kamu memang sangat mencintai Dewi, tapi aku juga gak salah kan kalau masih mencintaimu juga Satya," Rere semakin mendekat ke arah Satya.


Satya sedikit menggeser duduknya menjauh dari Rere.


"Lebih baik sekarang kamu pulang Re," ucap Satya sambil memegang lengan Rere dan mengajaknya keluar ruangan lobby.


Rere tersenyum ia merasa bahagia di gandeng sama Satya dan tiba-tiba berkata pada Satya.


"Aduh, kepalaku pusing sekali ini.....," kata Rere sambil memegangi kepalanya dan melirik ke arah Satya.


"Kamu kenapa Re?" Satya mulai cemas dan Rere makin senang.


"Gak tahu ini tiba-tiba kepalaku pusing sekali, aduh......," Rere berpura-pura mau ambruk dan...dengan cepat Satya meraih tubuh Rere.


Banyak karyawan yang melintas di dekat lobby itu dan melihat Satya dengan tatapan heran.


Dan Satya baru sadar itu lalu dengan segera ia melepaskan pegangan tangannya dari tubuh Rere.


"Aduh, Satya kamu ini gimana sih kok aku di lepas gitu aja....kan tambah pusing ini kepalaku....," Rere mulai merengek lagi.


"Banyak karyawan yang melihat kita tadi," kata Satya dengan sedikit geram.


"Anterin aku pulang ya?" pinta Rere sambil merajuk pada Satya.


"Kamu pulang sendiri aja naik grab, nanti aku yang bayari," ucap Satya.


"Masak kamu tega Satya, biarin aku pulang dalam kondisi pusing begini," kata Rere sambil meringis memegangi kepalanya.


Satya menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia berkata pada Rere.

__ADS_1


"Ya sudah, aku antarkan kamu pulang," kata Satya sambil berjalan menuju keluar kantor.


__ADS_2