
Arjuna merasa kalau Sarah pasti akan datang melabrak Dewi lagi, lalu dengan bergegas Arjuna mengemudikan mobilnya menuju ke kantor Dewi dan setibanya di sana ia langsung menyeruak masuk ke dalam ruang kantor Dewi.
Dan ia sangat terkejut sekali melihat Dewi yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Satya sambil menangis.
Hati Arjuna bergetar, ia marah melihat Dewi dan Satya, tapi ia berusaha menahannya.
"Ehmmm," Arjuna berpura-pura berdehem dan membuat Satya dan Dewi secara bersamaan melihat kearahnya yang sudah berdiri di depan pintu kantor Dewi.
"Maaf mengganggu," kata Arjuna.
"Ada apa Arjuna?" tanya Satya pada Arjuna.
"Emmmm....sebenarnya aku mau bicara sama Dewi," ucap Arjuna pada Satya.
"Istrimu tadi datang ke sini melabrak dan memaki Dewi, tapi Dewi tidak melawan sedikit pun ia hanya diam di perlakukan seperti itu oleh istrimu Jun, dan asal kamu tahu ya Jun Dewi ini sudah menjadi pacar aku jadi siapapun yang menyakiti Dewi akan berhadapan dengan aku," ucap Satya sambil merengkuh tubuh Dewi dan membuat Arjuna semakin geram.
__ADS_1
"Ya, aku tahu itu dan asal kamu tahu juga Satya kalau Dewi itu masih berstatus istri aku," ucap Arjuna.
"Istri yang sudah kamu telantarkan selama sepuluh tahun lamanya, iya kan?" ucap Satya menatap Arjuna lekat-lekat.
Arjuna sedikit terhenyak dengan perkataan Satya barusan, ia kaget karena Satya mengetahui akan kisah Dewi.
"Sudahlah Juna gak usah deketin Dewi lagi, percuma, karena dia sudah melupakan kamu dan ingin mulai lembaran baru," ucap Satya.
Arjuna diam ia menatap Dewi dengan tajam.
"Semakin mas Arjuna dekati aku, istri mas akan terus melabrak aku mas," kata Dewi akhirnya buka suara juga.
"Tapi mas....aku sudah ikhlaskan mas Arjuna dengan Sarah," ucap Dewi.
'Sudah aku bilang berkali-kali padamu Dewi, aku gak cinta sama Sarah, pernikahan itu hanya karena unsur paksaan dan aku tidak bisa menolaknya, aku hanya mencintai kamu wi," ucap Arjuna sambil meraih lengan Dewi.
__ADS_1
"Tapi mas, aku sudah memilih Satya dan aku ingin membuka lembaran baru dengan Satya, tolong jangan ganggu hidup ku lagi mas," Dewi melepaskan tangan Arjuna yang memegangi lengannya.
"Kamu dengar sendiri kan Arjuna, Dewi memilih aku dan ingin membuka lembaran hidup yang baru bersamaku," kata Satya pada Arjuna.
Arjuna seperti di sambar petir, hatinya hancur dan tak kuasa menahan emosi dan amarahnya.
Ia lantas mengepalkan kedua tangannya dan bersiap meninju Satya yang berada di depannya.
"Sabar Arjuna, jangan emosi seperti itu kamu harus bisa lepaskan Dewi, biarkan Dewi bahagia."
"Ayo Satya, kita pergi dari sini," ajak Dewi sambil menggandeng tangan Satya.
Satya mendekati Arjuna lalu ia mengusap jas Arjuna yang kanan dan kiri dengan punggung tangannya dan sambil tersenyum mencibir dia berkata pada Arjuna.
"Akhirnya aku yang di pilih oleh Dewi," ucap Satya lalu pergi bersama Dewi meninggalkan Arjuna. yang berdiri mematung menatap kepergian mereka berdua.
__ADS_1
"Brengsek kamu Satya.....!!!!" teriak Arjuna. histeris sambil menendang meja yang ada di depannya berakali-kali melampiaskan kemarahannya.
"Aku janji Dewi, aku akan rebut kamu dari tangan Satya, lihat saja nanti aku akan lakukan itu, pasti," lalu Arjuna keluar dari ruang kantor Dewi dan bergegas berjalan menuju ke mobilnya dan setelah itu ia melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan area perkantoran Dewi.