
Pagi ini Rere berangakt kerja dengan penuh semangat, berkali-kali ia mematut-matutkan wajahnya di cermin sambil tersenyum sendiri .
Dan sejurus kemudian ia membuka ponselnya dan membuka galeri foto yang ada di ponselnya, satu persatu dia menggeser foto demi foto yang ada di dalam ponselnya dan jarinya berhenti ketika foto Satya terpampang di sana.
Rere memandangi foto Satya agak lama sambil tersenyum dan berkata sendiri.
"Satya, aku harus bisa dapatkan kamu lagi," Rere tertawa sambil mencium foto Satya yang ada di ponselnya tersebut.
Sejurus kemudian Rere berjalan keluar dari apartemennya dan menuju ke mobilnya, beberapa menit kemudian ia sudah melaju kencang dengan mobilnya menuju tempat kerjanya.
"Sayang nanti jangan lupa makan siang bareng ya," ucap Satya pada Dewi ketika mereka hendak berangkat ke kantor masing-masing.
"Iya mas," jawab Dewi.
"Yuk berangkat," ajak Satya pada Dewi sambil merangkul pundak Dewi.
Dewi tersenyum dan kemudian merekapun berjalan keluar rumah menuju garasi.
"Bibi.....kita berangkat dulu ya....," pamit Dewi pada bibi yang mengurus rumah mereka.
"Iya non, hati-hati ya non," kata bibi pada Dewi.
"Iya Bi," ucap Dewi sambil menyunggingkan senyumnya pada bibi.
Tepat pukul delapan pagi ini mobil Satya sudah memasuki pelataran kantor Dewi.
"Mas, aku turun dulu ya," pamit Dewi pada Satya sambil tangannya memegang gagang pintu mobil.
"Iya sayang," ucap Satya sambil tersenyum pada istrinya itu.
Dewi pun keluar dari mobil dan berdiri tepat di samping mobil Satya, perlahan Satya mulai menjalankan mobilnya dan Dewi pun melambaikan tangannya pada Satya dan setelah Satya berlalu dari pandangan matanya Dewi pun berjalan memasuki kantornya.
"Bu Dewi, di lobby ada pak Arjuna mau ketemu sama ibu," kata Della sekertaris Dewi ketika melihat Dewi masuk ke dalam kantornya.
"Mas Arjuna? ngapain dia ke sini?" gumam Dewi sambil mengerutkan keningnya menatap Della.
__ADS_1
"Saya juga gak tahu Bu, tadi pak Arjuna cuma bilang mau ketemu sama ibu."
"Mmmmm....oke kalau begitu aku akan temui mas Arjuna dulu," kata Dewi sambil melangkah keluar lagi dari ruang kantornya.
"Iya Bu," kata Della yang melihat Dewi keluar dari ruang kantornya.
Dengan perasaan bertanya-tanya Dewi melangkahkan kakinya menuju ke lobby di mana Arjuna sedang menunggunya di sana.
Ketika Dewi sampai di pintu lobby, ia melihat Arjuna memang sudah duduk di sana sambil mengutak-atik ponselnya.
"Mas, ngapain kamu ke sini? bagaimana nanti kalau mas Satya tahu kamu nemuin aku di sini?" kata Dewi dengan menatap tajam ke arah Arjuna.
"Satya, kamu takut banget sama Satya padahal dia udah sekingkuhin kamu loh Wi," ucap Arjuna.
"Mas Arjuna, kalau tujuan kamu ke sini cuma ingin membahas soal mas Satya seperti apa yang mas Arjuna katakan tadi, aku persilahkan mas keluar dari kantorku ini," tegas dan geram Dewi berkata pada Arjuna.
"Dewi, kenapa sih kamu sulit percaya dengan apa yang aku katakan, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau Satya itu sering ketemuan dengan perempuan."
"Sudah cukup, ini rumah tanggaku dan aku tidak mau ada orang lain yang ikut campur dalam urusan rumah tanggaku."
"Sudahlah mas, aku akan urus rumah tanggaku sendiri, mendingan sekarang mas pergi dari sini sebelum aku suruh satpam untuk mengusir mas Arjuna dari sini!" Dewi mulai kesal dengan sikap Arjuna.
"Oke,oke aku akan keluar dari sini dan kalau kamu butuh aku nantinya aku akan siap membantumu Wi."
"Sudah sana pergi mas!!" Dewi mendorong tubuh Arjuna keluar dari lobby.
Dengan terpaksa Arjuna keluar dari lobby dan berjalan menuju ke luar dan ketika sampai di pintu masuk, Arjuna berpapasan dengan Satya.
"Ngapain kamu ke sini Arjuna?" tanya Satya dengan geram pada Arjuna.
"Aku ada urusan bisnis dengan Dewi," jawab Arjuna.
"Jangan bohong kamu," Satya tidak percaya dengan omongan Arjuna.
"Terserah kalau kamu tidak percaya," Arjuna berjalan meninggalkan Satya yang masih berdiri menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
Lalu dengan mengambil langkah seribu Satya bergegas menuju ke kantor Dewi.
Tak lama kemudian Satya pun tiba di kantor Dewi dan ia membuka pintu kantor Dewi dengan tergesa-gesa lalu ia masuk ke dalam, tapi ketika ia sampai di dalam ia tidak melihat Dewi di meja kerjanya.
"Mana Bu Dewi?" tanya Satya pada Della yang kaget melihat Satya yang masuk dengan tiba-tiba ke dalam kantor.
"Mmmmm Bu Dewi....tadi pamit ke toilet pak Satya," ucap Della berbohong pada Satya takut Dewi ketahuan menemui Arjuna tadi.
Satya menghempaskan tubuhnya duduk di kursi sofa di samping meja kerja Dewi.
Della memperhatikan Satya yang sepertinya sedang menahan amarah.
"Jangan-jangan pak Satya tadi ketemu sama pak Arjuna, wah gawat ini bisa kena marah Bu Dewi nanti," Della jadi kepikiran sama Dewi.
Tiba-tiba Dewi masuk ke dalam kantornya dan ia melihat Satya sudah duduk di dalam ruangannya tersebut, Dewi melihat mimik muka Satya yang tidak biasanya, tapi Dewi berusaha untuk tenang dan bersikap seperti biasa.
Della yang melihat akan terjadi perang antara Dewi dan Satya langsung beranjak dari tempat duduknya dan ngacir keluar ruangan.
"Loh,mas jam segini kok sudah datang? bukanya jam makan siang masih lama?" Dewi bertanya pada Satya sambil tersenyum meski hatinya sedikit bertanya-tanya melihat sikap Satya yang sepertinya kesal.
"Tadi Arjuna ke sini? ngapain dia datang ke sini?" Satya tidak menjawab pertanyaan Dewi dan malah balik bertanya pada Dewi seputar Arjuna yang di temuinya tadi sewaktu di pintu masuk.
"Mmmmm.....iya, tadi mas Arjuna memang ke sini," jawab Dewi agak tegang.
"Ngapain dia ke sini?" tanya Satya dengan menatap Dewi tajam-tajam.
"Aku juga gak tahu mas, kenapa mas Arjuna tiba-tiba datang ke sini dan ingin ketemu sama aku," kata Dewi pada Arjuna.
"Bukan kamu yang mengundang Arjuna ke sini?" tuduh saya pada Dewi.
"Mas, aku gak mungkin melakukan hal itu dan ngapain juga aku mengundang mas Arjuna datang ke sini? untuk apa?"
"Oke, kalau memang kamu gak mengundang Arjuna untuk datang ke sini, bukannya apa sayang, aku gak mau Arjuna dekat-dekat dengan kamu lagi," suara Satya mulai mereda sambil memegang lengan Dewi.
"Mas....percaya sama aku, aku sayang dan cinta sama kamu mas, dan gak mungkin aku kembali sama mas Arjuna lagi," Dewi menghambur dalam pelukan Satya.
__ADS_1
"Aku juga sayang dan cinta sama kamu," ucap Satya sambil mencium rambut Dewi.