Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Jemput lagi


__ADS_3

"Kok mobil mas Arjuna gak ada ya, kemana lagi dia," kata Sarah sambil celingukan mencari mobil Arjuna.


Lalu Sarah masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tengah menunggu Arjuna pulang.


Tak lama kemudian Arjuna pun datang dan langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya, Sarah yang melihat itu langsung mengejar Arjuna ke dalam kamar.


"Mas, kamu darimana?" tanya Sarah pada Arjuna.


"Kan sudah aku bilang, aku dari rumah teman," kata Arjuna sedikit kesal pada Sarah.


"Teman cewek apa cowok mas?"


"Kenapa sih kamu ini, kamu curiga sama aku?" Arjuna mulai bernada keras.


"Ya ...aku cuma khawatir kalau suamiku pindah ke lain hati," cibir Sarah sambil melirik Arjuna.


Arjuna diam tak menghiraukan omongan Sarah lalu ia merebahkan tubuhnya di atas pembaringan.


Dan tak lama Arjuna pun terlelap dalam tidurnya, Sarah yang tiduran di sebelah Arjuna pelan-pelan bangun dan melihat Arjuna yang sudah tertidur, lalu dengan perlahan ia menggerak-gerakkan tangannya di atas wajah Arjuna, mengecek apakah Arjuna benar-benar sudah terlelap, dan setelah Sarah merasa aman ia lalu meraih ponsel Arjuna yang di letakkan di meja sebelah Arjuna.

__ADS_1


Kemudian dengan perlahan Sarah menghidupkan ponsel itu dan mulai mengecek semua chat yang ada di ponsel Arjuna.


"Gak ada chat dari perempuan di sini, tapi.... perempuan yang keluar dari rumah tadi dan mengantar mas Arjuna itu siapa ya?" Sarah mulai penasaran.


Lalu Sarah buru-buru meletakkan kembali ponsel Arjuna ketika melihat Arjuna menggeliat dari tidurnya.


Pagi ini Arjuna sudah memarkir mobilnya di depan rumah Dewi dan Sarah pun kembali mengikuti Arjuna.


"Pagi Bi," sapa Arjuna ketika bibi membukakan pintu rumah Dewi.


"Pagi juga mas, non Dewi nya masih di kamar sebentar ya bibi mau bilang kalau mas Arjuna sudah datang," kata bibi pada Arjuna.


"Iya Bi, makasih," ucap Juna pada bibi.


"Non....non Dewi ada mas Arjuna itu jemput non Dewi," ucap bibi di pintu kamar Dewi.


"Mas Juna, aduh....ngapain sih mas Juna pakai jemput-jemput lagi," Dewi berkata dengan kesal lalu ia keluar dari kamarnya dan sambil menenteng tas kerjanya.


"Hai Wi, kamu sudah siap untuk berangkat," sapa Arjuna ketika melihat Dewi datang menghampirinya.

__ADS_1


"Mas Juna......ngapain sih mas Juna jemput-jemput aku lagi.....," ucap Dewi dengan kesal pada Arjuna.


"Aku kan sudah bilang Wi, aku akan jemput kamu setiap hari."


"Enggak mas aku gak mau, aku naik taksi saja."


"Ngapain sih naik taksi Wi, aku ikhlas kok jemput kamu tiap hari," kata Arjuna sambil menatap Dewi.


"Aku yang gak mau mas Juna.......aku gak mau nanti kalau ketahuan istri mas Juna bagaimana perasaannya, suaminya sering jemput wanita lain."


"Wanita lain apa? kamu kan istriku yang pertama Dewi."


"Tapi itu dulu mas Juna, kita sudah berpisah sepuluh tahun yang lalu."


"Tapi aku belum menceraikan kamu Wi, dan kamu masih berstatus istriku," kata Juna tak mau kalah.


Dewi menghempaskan tubuhnya di sofa dan menatap Arjuna dengan kesal.


"Ayolah Wi, aku antar kamu ke kantor ya," Arjuna memelas pada Dewi.

__ADS_1


"Oke, sekali ini saja ya mas, besok-besok gak usah jemput aku lagi!" kata Dewi sambil beranjak dari duduknya.


"Nah gitu dong," ucap Arjuna sambil tersenyum pada Dewi dan kemudian mengikuti Dewi berjalan keluar rumah.


__ADS_2