Dewi Untuk Arjuna

Dewi Untuk Arjuna
Bab. 78


__ADS_3

"Sayang, dengerin aku dulu, ini salah paham tidak seperti yang kamu bayangkan," ucap Satya sambil berusaha memegang tangan Dewi tapi lagi-lagi Dewi menepiskan tangan Satya.


"Enggak mas, aku sudah gak percaya lagi sama kamu!! aku benci kamu.....!!" teriak Dewi sambil memukul tubuh Satya.


Satya membiarkan saja Dewi yang memukuli dirinya.


"Eh.....kamu apa-apaan sih seenaknya saja main pukul-pukul begitu," kata Rere sambil menangkis tangan Dewi yang terus memukuli tubuh Satya.


Dewi menghentikan pukulannya pada Satya, lalu dengan mata mendelik ia menoleh pada Rere dan dengan penuh amarah yang membara Dewi berkata padanya.


"Kamu, kamu yang seharusnya aku hajar juga dasar pelakor!! kamu kan tahu kalau mas Satya itu suamiku ngapain kamu embat juga hah!!"


'Yah.... suka-suka aku dong mau pacaran sama siapa aja, lagian suamimu mau kok sama aku dan asal kamu tahu ya, aku dan Satya itu sudah nikah siri jadi kita udah suami istri tahu!!!" kata Rere dengan tersenyum mendengus menatap Dewi.


Dewi menoleh pada Satya dan menatapnya dengan tajam.


"Mas Satya!!! benar itu yang di katakan perempuan itu!! jawab mas??" teriak Dewi penuh emosi.


Satya diam saja ia hanya menatap Dewi tanpa bisa berkata apa-apa.


"Sat, jawab dong.....yang sebenarnya supaya dia tahu kalau kita itu sudah menikah!!" teriak Rere juga pada Satya.


Arjuna yang sedari tadi memperhatikan adegan pertikaian tersebut akhirnya menjadi geram juga melihat sikap Satya yang tidak jantan sama sekali menghadapi kenyataan, tapi Arjuna masih tidak mau ikut campur dan ia biarkan Dewi menyelesaikan dulu permasalahan itu dengan Satya.

__ADS_1


"Jawab mas Satya!!! kenapa kamu diam saja!!!?? jawab mas....!!!? Dewi mengguncang-guncangkan tubuh Satya.


Satya tetap diam saja dan tak memberikan jawaban dari pertanyaan yang Dewi ajukan, dengan menangis dewi terus mengguncang-guncangkan tubuh Satya.


"Mas jawab mas, atau sekarang kamu putuskan saja, kamu pilih aku atau dia!!!" tunjuk Dewi dengan geram pada Rere.


Satya tidak memberi pilihan dan sesaat lamanya ia tetap tidak membuka mulutnya dan sampai pada akhirnya Rere berjalan mendekati Satya dan menggenggam tangan Satya sambil berkata dengan senyum mencibir menatap Dewi.


"Ya jelas Satya pilih aku lah.....wanita yang sudah sangat berarti dalam hidupnya, iya kan sayang.....," kata Rere sambil tersenyum manja menatap Satya.


Dewi menatap Satya sambil mengusap air matanya dan sesaat lamanya mereka saling pandang.


Dari jauh Arjuna ingin sekali memeluk dan membawa Dewi keluar dari situ karena ia tidak tega melihat Dewi yang menangis menahan sedihnya.


Dengan cekatan Arjuna menghampiri Dewi dan menangkap tubuh Dewi yang di dorong oleh Rere.


"Kamu gak apa-apa Wi?" tanya Arjuna.


Dewi diam saja tak menjawab pertanyaan Arjuna, lalu dengan di bantu Arjuna Dewi berdiri lagi dan setelah berdiri ia menatap Satya dengan tatapan tajam seperti ingin menghujamkan pedang yang sangat tajam sekali ke arah dada Satya saking marahnya dia dengan pengkhianatan yang telah Satya perbuat pada dirinya.


"Aku minta cerai mas!!" teriak Dewi pada Satya.


Lalu dengan sengaja Dewi menoleh pada Arjuna dan berkata padanya.

__ADS_1


"Ayo mas kita pulang," ajak Dewi sambil meraih tangan Arjuna dan menggandengnya.


Arjuna menganggukkan kepalanya dan keduanya pun pergi keluar kamar itu meninggalkan Satya yang terus saja menatap Dewi tanpa bisa berkata apa-apa.


"Dewi," ucap Satya tiba-tiba seperti orang yang sedang tersadar dari lamunannya lalu dengan bergegas Satya berlari keluar kamar mengejar Dewi dan Arjuna yang sudah berjalan di lorong kamar.


"Satya, Satya !!! mau kemana kamu...!!!" teriak Rere yang melihat Satya berlari keluar kamar mengejar Dewi.


"Dewi ......!!!!!!!" teriak Satya dengan kencang ketika melihat Dewi di ujung lorong sana yang masih berjalan bergandengan dengan Arjuna.


Dewi mendengar teriakan Satya, kemudian ia menghentikan langkahnya dan dengan perlahan ia memutar kepalanya menoleh ke belakang ke arah Satya yang sudah bersimpuh di lantai dengan wajah memelas.


"Sudah terlambat mas," ucap Dewi yang kemudian membuang mukanya dan kembali menggandeng tangan Arjuna sambil terus berjalan meninggalkan Satya dengan sejuta penyesalan nya yang sudah tiada artinya lagi.


Sampai di sini dulu ya ceritanya


Mudah-mudahan bisa menghibur


Jangan lupa baca juga novel isshabell yang lain ya di antaranya.


#JATUH CINTA PADA BOSS MUDA#


#DUKA KIRANA#

__ADS_1


Terimaksih untuk kalian yang sudah baca dan kasih like serta koment, salam sayang dan sehat selalu dari isshabell 🙏🙏🙏


__ADS_2