
Waktu sudah menunjukkan pukul lima petang dan Dewi segera bergegas keluar dari ruang kantornya.
"Dew, pulang bareng aku ya," kata Satya ketika melihat Dewi sedang berkemas-kemas mau pulang.
"Iya pak," jawab Dewi.
Di lantai ground tempat parkiran mobil, Arjuna sudah menunggu Dewi di dalam mobilnya.
Tak berapa lama kemudian Satya dan Dewi pun keluar bersama menuju ke area parkir mobil di lantai ground.
Arjuna mendelik melihat Dewi jalan bareng sama Satya.
Lalu Satya dan Dewi berjalan menuju ke arah mobil Satya yang berada tepat di depan mobil Arjuna.
Arjuna terus saja memperhatikan Dewi dan Satya, lalu Dewi masuk ke dalam mobil Satya.
"Brengsek, ngapain Dewi masuk ke dalam mobil Satya, aku kan sudah janji mau jemput dia pulang kerja ini," Arjuna meninju kemudi mobilnya dengan kesal dan geram melihat Dewi dan Satya di dalam mobil.
Lalu Arjuna meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Dewi.
"Ting," sebuah pesan masuk ke ponsel Dewi.
Dewi membuka ponselnya dan membaca pesan dari Arjuna.
__ADS_1
"Aku kan tadi janji jemput kamu Wi? kenapa kamu malah pulang sama Satya?" begitu bunyi pesan yang di kirimkan Arjuna ke ponsel Dewi.
"Ya Tuhan....," pekik Dewi sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
"Ada apa Dew?" tanya Satya yang melihat Dewi seperti orang terkejut.
"Eeee.....gak apa-apa pak," ucap Dewi menghindari.
Arjuna menjalankan mobilnya mengikuti mobil Satya yang membawa Dewi di dalamnya.
Dewi melihat dari kaca spion mobil Satya, ia melihat Arjuna mengikutinya dari belakang.
"Ada apa Dew, sepertinya kamu gelisah?" tanya Satya penasaran melihat sikap Dewi.
"Enggak pak, saya gak apa-apa, cuma saya gak enak sama pak Satya sudah repot-repot nganterin saya pulang," ucap Dewi dengan tersenyum pada Satya menepis kegusarannya.
"Iya," Dewi menganggukkan kepalanya.
"Ngapain sih Satya nganterin Dewi pulang segala," kata Arjuna sambil mengerutkan alisnya menatap mobil Satya yang berada di depannya.
Sesampai di depan rumah Dewi, Satya menghentikan mobilnya.
"Sudah sampai Dew," ucap Satya pada dewi.
__ADS_1
"Iya, makasih ya sudah nganterin aku pulang," ucap Dewi sambil memegang gagang pintu mobil.
"Ya, sama-sama kamu hati-hati ya Dew," kata Satya lagi.
Dewi menganggukkan kepalanya, lalu keluar dari mobil dan ia berdiri sambil melambaikan tangannya ketika mobil Satya melaju meninggalkan dirinya.
Dewi berjalan menuju ke rumahnya, ketika ia hendak membuka pintu tiba-tiba saja.
"Wi," Arjuna meraih lengan Dewi.
Dewi menoleh ke belakang dengan kaget, ia melihat Arjuna yang sudah ada di belakangnya.
"Mas Arjuna," ucap Dewi sambil menatap Arjuna.
"Kamu kenapa pulang sama Satya Wi, aku kan sudah janji tadi mau ngajak kamu pulang bareng aku."
Dewi terdiam sambil menatap Arjuna lalu ia mulai bersuara.
"Mas Arjuna, aku gak mau ribut lagi dengan Sarah, jadi mas Juna stop sudah gak usah deket-deket aku lagi," ucap Dewi.
"Gak Wi, aku gak bisa jauh dari kamu, aku sudah berjanji dari dulu aku akan menemukanmu kembali dan membawa pulang lagi ke rumahku," Arjuna menatap Dewi dengan tajam sambil mempererat genggaman tangannya pada lengan Dewi.
"Ayolah mas Juna....mengertilah aku."
__ADS_1
"Aku tetap akan membawamu kembali ke rumah aku Wi," Arjuna bersikeras.
Dewi mulai kesal dengan sikap Arjuna, Dewi benar-benar ingin menjauh dari Arjuna meski di hati kecilnya ia masih sangat mencintai suaminya itu.