Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 10


__ADS_3

Suasana hari ini cerah secerah hati Tiara. Mama Mariana sudah kembali . Rasa rindu yang membuncah sudah terobati dengan rasa haru dan bahagia karna bisa berkumpul kembali. Berdua, ibu dan anak itu bergandengan keluar dari bandara.


Wanita tengah baya itu pulang dengan satu kaki yang terseok. Membuat Tiara merasa prihatin. Pasti mamanya sudah sangat banyak melalui hari-hari sulit. Kerja keras untuknya dan bapaknya dulu.


"Mama ga papa, sakit banget kayaknya buat jalan.. " Tiara kadang ngilu saat melihat cara mamanya berjalan.


"Ga papa sayang, udah biasa.. " Mariana mengusap lembut lengan anaknya. Mereka sedang menaiki bis untuk pulang ke daerah tepi ibu kota.


"Mama ga pernah cerita kalau mama jatuh dari tangga.. "


"Sudah lama sayang, mama hanya ga mau bikin kamu khawatir " Mariana tersenyum hangat, berusaha menutup kekhawatiran anaknya.


"Apa sudah ke dokter ? " Tanya Tiara kembali.


"Sudah sayang, ga papa. Mungkin hari itu lagi apes aja. yang penting mama masih bisa jalan kan. Udah kamu ga usah khawatir. " Mendengat itu Tiara langsung memeluk mamanya erat, dan Mariana juga membalas pelukan itu.


45 menit berlalu, tibalah mereka di halaman rumah segi yang tampak lusuh. Tampak paling kuno di antara jejeran rumah lain.Tiara menarik koper milik Mariana . Agar mamanya lebih leluasa jalan hanya dengan menenteng tas kecil.


"Assalamualaikum.. Welcome to home mama.. " Teriak Tiara saat membukakan pintu rumah.


Mariana perlahan mengayunkan langkahnya masuk. Rumah ini hanyalah rumah petak. Hasil kerja kerasnya dulu dengan almarhum suaminya Hardian.


Semua sudut ruang tampak sama, dinding-dinding yang memudar warnanya masih menyimpan bingkai kenangan.

__ADS_1


Tangan Mariana meraih satu bingkai, berisi foto Almarhum suaminya, dia juga Tiara saat berumur 2 tahun.


"Mas, aku pulang.. " Batin Mariana sambil mengusap bingkai itu.


Tiara yang melihat mamanya mengusap foto mereka langsung mendekat, memeluk mamanya untuk saling menguatkan.


"Ma, Bapak pasti seneng liat mama udah pulang ke rumah ." mata gadis itu ikut berembun.


Mariana menyeka air matanya, lalu beralih pada anaknya.


"Iya sayang, mama udah pulang. Bapak akan lebih bangga saat tahu putri kecilnya udah dewasa sekarang. " Ucap Mariana menenangkan.


Ketukan di pintu mengalihkan perhatian keduanya, saat seorang wanita gemuk masuk dengan membawa 2 gelas teh .


"Mbak Ana..! " Sapanya lalu meletakkan gelas di meja dan segera memeluk Mariana.


"Mbak sehat.. ?" Tanya Ida setelah mereka mengurai pelukan dan mengelap air mata harunya.


"Alhamdulillah Da, kamu sehat kan..? " Mariana justru menepuk-nepuk lengan adik iparnya yang tampak besar.


"Seperti yang mbak lihat.. " Jawab Ida sambil tertawa. " Aku denger pager di buka, tapi aku lagi di toilet. Jadi aku bikinin teh sekalian pas mau kesini, Karna firasatku mbak pasti udah nyampe rumah. "


"Iya Da. Ayo duduk dulu. " Mariana menarik iparnya duduk di kursi panjang.

__ADS_1


"Tiara, bungkusan hitam tolong di buka nak. Itu ada sedikit biskui. . "


"Iya ma.. " Tiara pun dengan cekatan membuka pembungkus yang di maksut. Dan menghidangkannya di atas piring.


"Tante, ini temen tehnya. " Ujar Tiara.


"Haha.. ini tehnya itu buat kamu sama mama kamu Ra. Tante lagi diet gula.. " Ida menepuk lengan Tiara gemas. Kebiasaan ida adalah bicara dengan tangan yangnjuga ikut bergerak.


Sedikit meringis Tiara justru tersenyum. Tantenya memang seperti itu.


"Ya udah, makasih ya tante.. "


"Sama-sama. Oh iya mbak, ini jadi beneran mbak balik terus.. ?" Tanya Ida yang tampak penasaran.


"Iya Da, aku rencananya mau kerja di sini aja.. " Jawab Mariana sambil menyesap teh di gelas.


"Kenapa ga buka usaha aja mbak. Loundry atau bikin kue. Mbak kan pandai bikin kue.. " Ida bicara dengan mulut yang juga ikut lahap mengunyah biskuit. Membuat Tiara terkikik yang langsung mendapat gelengan kepala dari Mariana.


Tiara membiarkan keduanya saling bertukar cerita . Gadis itu memilih pergi ka kamar untuk membereskan bawaan mamanya.


"Ma, besok mama aku kenalin sama mama Ani ya. Mama Ani juga pengen banget ketemu Mama.. " ujar Tiara saat mereka sudah saling merebahkan badan di ranjang.


"Besok .. ? baiklah. Mama juga ingin bertemu dengan orang baik yang udah nolongin anak mama ini.. " Mariana menjembel pipi putrinya itu. Sedikit banyak dia tau sosok Ani karna Tiara selalu menceritakan padanya tentang mama Ani dan keluarganya .

__ADS_1


"Ih sakit ma. Mama kebiasaan deh dari dulu.. " Sungut Tiara manja.


Mariana hanya tertawa ringan. Dan malam panjang itu mereka habiskan hanya untuk berbagi cerita. Saling bercanda gurau.


__ADS_2