Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 8


__ADS_3

Pagi menjelang siang tampak terik menyelimuti kota. Suasana sekolahan kembali ramai karna memang jam istirahat.


Bara dan teman-temannya sedang duduk di bawah rindangnya pohon. Sambil mengobrol dan bercanda.


"Besok ada balap woe, di jalan xxxxxx.. " Fatih yang mendapat info dari grup WA anak jalanan tampak antusias.


"Serius lo.. ?" Gibran mendekat ikut membaca teks di WA milik Fatih.


"Beneran lah, lo ikut ga Bar.. ?" Fatih menyenggol bahu Bara yang tampak rebahan di sebuah kursi panjang .


"Ga bisa gue , besok ada acara keluarga .. " Terang Bara.


Ekhm.


Suara dehem seseorang menghentikan percakapan mereka. Tampak semua menoleh ke arah datangnya seorang gadis yang tampak malu-malu dengan ikatan rambut kuda menenteng sebuah plastik berwarna hitam.


"Maaf, kak Bara. Bisa kita bicara sebentar .. ?"


Bara yang semula tiduran tampak malas-malasan untuk bangun.


"Ada apa.. ?"


"Ada yang mau omongin, bisa? sebentar aja. " Tiara ikut memandang teman-teman Bara dan mengangguk kikuk.


Tanpa menjawab, Bara bangkit dan melangkahkan kaki menuju sudut sekolah yang lebih sepi dari murid lain.


"Mereka ada urusan apa sih.. ?" Fatoni jadi kepo sepergian mereka .


"Entah.. " Fatih mengangkat bahunya dan melirik ke Gibran. " Lo tau Bran.. ?"

__ADS_1


"Paling juga bayar hutang.. " Gibran tampak santai memandang 2 orang yang terlihat sedang berbicara serius di ujung sana.


"Hutang ? Gila. Jadi ganti rugi tu cewe ?" Fatih terkejut mendapati kenyataan yang baru dia dengar. " Dah kayak orang miskin aja Bara.. " Gelengnya pelan.


"Tapi Tiara cakep woe, manis lagi. Cuma ga di rawat aja.Kalo di poles dikit, bisa naksir tuh Bara.. " Ronal yang memang paling playboy di antara mereka ikut berkomentar.


Serempak Gibran, Fatih dan Fatoni menoleh ke arah Ronal.


"Bener kan.. ?" Ronal mengangkat-angkat alisnya.


"Pala lo dah bocor alus, melek dikit ngapa tu mata. Beningan juga Jesika.. " Fatih yang memang naksir pada sosok Jesika tanpak tidak terima pada penilaian temannya.


"Woe, mata gue jeli ******. Gue tau mana yang alami mana yang gak.. lo ngraguin kemampuan casanova gue. . !" balas Ronald berapi-api.


Gibran yang males meladeni justru beranjak pergi menuju kelas.


##


"Mau ngomong apa.. ?" Tanya Bara malas-malasan.


"Aku mau bayar hutang kak.. "


Tiara menyerahkan plastik yang tadi dia bawa.


"Ini 5 juta.. "


Ragu-ragu Bara menerimanya, awalnya dia hanya ingin menggertak gadis itu. Hanya ingin di lihat lebih berkuasa. Di bukanya plastik itu dan memang berisi uang.


"Lo bilang ga da duit, ni duit dari mana.. ?"

__ADS_1


"Ga penting dari mana kak, yang penting aku dah bayar hutang aku ya.Aku permisi ya kak.." Gadis itu tersenyum lega dan berbalik.


"Lo ga open BO kan.. ?"


Tiara yang baru akan melangkah menghentikan ayun kakinya. Bara sendiri tidak menyangka pada ucapan yang baru keluar dari mulutnya.


Tiara kembali menoleh menatap Bara. " Kakak ngomong apa. ?"


"Enggak, lupain. Nih, gue ga mau duit yang ga jelas. . " Bara mengembalikan plastik itu pada Tiara kembali.


" Ga jelas gimana maksut kakak.. ?" tanya Tiara yang mulai panas hatinya.


"Ya ga jelas lah, dari mana lo dapet duit 5 juta dalam waktu kurang dari 2 bulan.. " jawab Bara enteng.


"Emangnya harus gitu aku terangin duit ni dari mana asalnya, bukannya yang penting itu aku bisa bayar hutang.. !" sergah Tiara yang langsung membuat Bara serba salah.


" Kalopun aku open BO, yang dosa aku kak. bukan kamu.. " Tiara melempar palastik itu ke arah dada Bara dan berbalik meninggalkan Bara dengan langkah tergesa-gesa.


"Kenapa mulut gue nyemlong aja sih.Astagrirullah .. " Sesal Bara.


Meski beberapa kali melihat Tiara naik ke mobil 2 orang lelaki yang berbeda. Bara tidak mau berburuk sangka. Tapi ternyata saat berhadapan langaung dengn Tiara. Mulut dan otaknya menjadi tidak singkron.


"Udah.. ?" tanya Fatih saat melihat Bara berjalan mendekat ke arah mereka.


"Beneran Bar, lo nagih duit ma tu cewe. ?" giliran Ronalyang tampak tidak sabar.


"Iya.. " Bara mengambil botol minrral miliknya, meneguknya hingga tandas. " Cabut yuk, bentar lagi bel.. "


"Kasian ade Tiara, tunggu abang datamg ya ade.. " Desah Ronal yang langsung membuat Bara memicingkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2