Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 31


__ADS_3

Pagi-pagi sekali pak Supri dan bik Tuti sudah datang ke rumah sakit. Bik Tuti membawakan ganti untuk Ammir juga Laila.


"Karna bibi dah di sini, abang pulang dulu ya mau mandi. " Pamit Bara pada Laila.


"Jangan lama-lama ya bang.. " pinta gadis itu.


Bara mengangguk, di usapnya kepala adiknya dengan lembut. Satu ciuman dia berikan di kening Laila sebelum pergi .


"Bibik sini aja, jangan kemana-mana. " titah Laila sepergian Bara.


"Kan ada den Ammir, jadi bibik sini aja.. " tolak Bibik yang merasa sungkan.


"Aku maunya bibi di sini..!"


Teriakan Laila menyadarkan Ammir yang adiknya tidak mau dekat dengannya. Ammir pun bangkit dari kursinya, keluar untuk duduk di depan kamar rawat.


.


Bara baru akan masuk ke mobilnya saat ponselnya berdering. Nama Naina tertera di sana, dengan senyum lebar gadis itu sebagai gambar profile tapi Bara memilih mengabaikan dan bergegas pulang untuk mandi.


Naina terus menelponnya, hingga mungkin sudah puluhan kali. Tapi Bara menganggapnya tak ada.


.


##

__ADS_1


Tiara terus tersenyum lebar hari ini, hingga semua pekerjaan di anggap mudah dan lancar. Alex juga sudah kembali perhatian, sekedar menanyakan sudah makan atau menanyakan kesibukan Tiara.


Sore ini mereka kembali jalan berdua sehabis pulang kerja.


"Alex, aku mau beli tas yang baru. ini udah mulai mulai rusak.. " ucap Tiara saat mereka melewati sebuah toko tas terkenal.


"Ayo aku antar.. " Alex menggandeng tangan Tiara memasuki toko itu.


"Kamu duduk di sini aja ya, takutnya cape ngikutin aku.. " pinta Tiara yang di angguki oleh Alex.


"Ya udah, aku duduk di sini ya. Sambil ngecek kerjaan.." Alex pun menduduki sebuah kursi tepat di tengah area toko.


Tiara mulai menatap deretan tas jenama terkenal yang tampak mewah di etalase. Gadis itu hanya membeli jika di rasa perlu, bukan pengoleksi.


Mata Tiara berbinar saat memandang tas berwana kuning. Tampak sangat elegant.


Pramuniaga dengan cekatan mengambilkannya. Tiara baru akan memegang bagian tas itu saat seorang wanita tiba-tiba datang menyerobot tas itu dari tangan Tiara.


"Tas ini udah aku incer dari kemarin, kamu cari model lain aja. " ketus seorang wanita yang tampak berdandan bak sosialita. Wanita itu langsung pergi meninggalkan Tiara dan pramuniaga yang baru akan protes.


"Maaf mbak, mari saya tunjukan tas yang lebih bagus dari itu. " sesal pramuniaga yang ikut kecewa pada costumernya itu.


"Saya pengen yang itu.." gumam Tiara sedikit sedih.


"Apa perlu saya minta kembali pada wanita itu mbak. ?" tawar pramuniaga.

__ADS_1


Tiara langsung menggeleng, dia malas ribut dengan orang hanya karna tas.


Akhirnya Tiara memilih mengikuti pramuniaga untuk melihat koleksi terbaru yang harganya lebih mahal dari tas tadi.


"Saya ambil ini aja mbak.. " tuturnya setelah melihat tas mewah berwarna maroon.


"Baik mbak, mari .." pramuniaga menuju kasir di ikuti oleh Tiara.


Wanita yang tadi, tampak juga tengah membayar belanjaanya. Dia tersenyum miring menatap Tiara sambil mengeluarkan kartu silver miliknya. Bukan hanya tas yang dia beli, tapi juga beberapa potong baju.


"Totalnya adalah xxxxxxxx Nona " ucap si kasir pada Tiara.


Tiara tak tinggal diam, saat melihat orang merendahkannya. Dia juga menyerahkan kartu Blackgold miliknya.


"Terima kasih.. " ucap si kasir ramah.


Sepintas dapat Tiara lihat wanita itu tercengang melihat dirinya meski pura-pura tak perduli.


"Barengsek, kenapa jumlahnya lebih banyak di banding belanjaan ku.. " Batin Naina tak terima.


Setelah selesai bertransaksi, Tiara mengucapkan terima kasih dan melenggang menghampiri Alex yang duduk memunggunya.


"Ahh... pacarnya tampan sekali.. padahal wanita itu tampak biasa dan kampungan.." Batin Naina lagi saat melihat Tiara di gandeng menuju luar toko.


Naina mengumpat kesal sendiri. Jika di banding Bara, rupa Alex memang lebih menawan . Itu yang membuat Naina merasa kalah saing.

__ADS_1


"Aku lebih layak dengan lelaki itu, di banding wanita itu. "


__ADS_2