Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 44


__ADS_3

Sesuai permintaan Tiara. Pagi ini Dion segera melajukan mobilnya menuju hunian Alex dengan di temani Dafa. Dafa tampak bermasam muka, setelah di ceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalau dia sampe batalin beneran pernikahan ini, bakal aku bejek-bejek dia bang! " Ujar Dafa berapi-api.


"Liat aja.. sampe mana pun bakal aku cari !" geramnya sambil mendengus penuh kesal.


Dari awal dia tidak menyukai Alex, yang di nilai kurang dapat di percaya. Meski dari wajahnya tampak tak seperti penjahat wanita.


Dion di sebelahnya tak berkomentar, jika dulu dia adalah seorang yang mudah emosi dan berwatak keras. Tapi sejak kepergian mamahnya dia menjadi sedikit berbeda. Lebih banyak sabar karna merasa menjadi panutan untuk adiknya.


Berbanding terbalik dengan Dafa yang justru sekarang mudah terpancing emosi. Entah apa yang menjadi tekanan mereka, tidak ada yang saling terbuka atau saling bercerita.


Tak lama mobil memasuki kawasan apartemen sebuah kawasan. Dion memberi kartu indentitasnya karna tidak punya kartu akses, yang memang dia hanya tamu di sana.


Dion memarkirkan mobilnya dan segera keluar di ikuti Dafa, sebentar tadi sempat mendongak melihat ketinggian hunian itu. Dari segi finansial Alex tergolong mapan karna hunianya pun di Apartemen cukup mewah.


Beriringan mereka masuk menuju lift dan menekan tanda naik ke lantai 20 . Lantai di mana Alex tinggal.


"Kamu jangan emosi dulu Daf, kita bicarain baik-baik semuanya... ." Dion memberi amaran pada adiknya. " Tujuan kita kesini demi Tiara, tekan dalam rasa tidak suka mu. Bagaimana pun lelaki itu pilihan adik kita. Semoga akan ada solusi tanpa pembatalan pernikahan mereka " ujarnya yang hanya di balas tatapan kesal Dafa.


"Aku ga janji " tegas Dafa berjalan lebih dulu di ikuti Dion karna lift sudah terbuka.


Mereka berhenti pada sebuah pintu dan saling pandang sebentar.


"Apa ga kepagian.. ?" Dion melihat jam di tangannya, menunjukan pukul 07.50 pagi .


Dafa yang tidak sabar segera menekan bel. Beberapa saat hening tidak ada jawaban ataupun pintu terbuka. Kembali mereka saling pandang.


"Kita kepagian kayaknya Daf, apa nanti kita balik lagi aja. Kita cari sarapan dulu "


Dafa tidak mengindahkan ucapan abangnya. Dan kembali menekan bel.


Hingga bel ke 5 barulan tampak ada pergerakan dari pintu.


"Iya... " Seorang wanita menyembul dengan hanya menggunakan bathrobe warna putih. Jangan lupakan handuk kecil warn putih yang menggelung rambutnya yang basah.


"Imelda " Dion terkejut melihat kekasihnya di sini dengan tampilan yang membuat hatinya panas.


Dafa tak kalah terkejutnya mendapati pacar kakaknya di kediaman Alex yang notabene adalah calon adiknya.

__ADS_1


"Dion... " Imelda ternganga, tidak menyangka tamu yang di sangkanya layanan pesan antar makanan yang tadi dia pesan. Justru ternyata adalah Dion dan Dafa.


"Kamu.. ?" Dion menghela nafasnya cepat-cepat. Dadanya terasa amat sesak.


"Aku.. aku bisa jelasin.. " Imelda berusaha berbicara. Tapi Dion tak mengindahkan dan justru menerobos masuk.


"Dion.. " pekik Imelda panik melihat Dion menerjang kamar utama yang terbuka pintunya.


Dada Dion semakin ingin meledak rasanya saat tau seorang lelaki tampak tertidur pulas tertutup selimut. Dengan kasar Dion menarik dan menyibak selimut itu. Tampak lelaki itu yang tak lain adalah Alex sudah tidak memakai se helai benang pun.


Dion menoleh ke arah Imel yang tampak memucat. " Jelaskan.. ?!" pintanya dengan wajah memerah menahan ledakan amarah.


Dafa yang kembaki syok hanya berhenti dengan mulut menganga menatap pemandangan di depannya.


"Dion.. aku.. aku.. " Imelda mulai ketakutan dan menangis.


"Jelasin barengsek.. !!" Dion mencengkram leher Imelda kuat. Hingga membuat wanita itu meringis.


"Dia mabuk.. dan kami..kami.. " terang imelda terbata dengan derai air mata.


"Apa ini one nigthstand mu? atau kalian sudah sering begini? " tanya Dion , tatapannya beralih dari mata Imelda menuju leher dan bagian dada yang terlihat karna tali bathrobe yang mengendur. Terlalu banyak bekas merah kehitaman di sana.


Brugh.


Di raihnya air di gelas bening yang berada di atas nakas. Menyiramkan ke arah wajah Alex yang tak terganggu sedikit pun akan keributan mereka sedari tadi.


Pyak.


Alex menggelengkan wajahnya karna mulai terganggu . Dion menerobos kamar mandi meraih gayung dan mengisi air.


Pyak.


Kembali air lebih banyak menyiram wajah Alex membuatnya perlahan membuka matanya.


"Bangun barengsek... !!" makinya. Menarik bahu Alex yang belum sadar keadaan.


Bugh


Bugh

__ADS_1


Bugh


Dion memukul wajah Alex membabi buta. Rasanya sulit percaya bahwa calon suami adiknya justru bermain api menjelang pernikahannya. Dan tak lain dengan kekasihnya.


"Barengsek kamu Lex, kenapa kamu tega dengan Tiara... !!"


Bughhh..


Kali ini lebih kuat d bandingkan yang tadi. Hingga Alex jatuh tersungkur di tepi ranjang miliknya. Untungnya tangannya sigap menahan agar tak terjermabab ke lantai.


Darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Alex menoleh ke arah Dion yang tampak menatapnya bengis.


"Abang apa-apaan.. ?" teriaknya yang belum mengerti. Tapi sesaat kemudian beralih menatap tubunya yang tidak berbalut be nang sedikit pun, lalu beralih pada tangis wanita di depan pintu kamarnya.


"Imelda " ucapnya tak percaya. Semalam dia mabuk, dia merasa bersama Tiara. Amat membahagiakan hatinya hingga langsung tidur lelap setelah kelelahan. Dan ternyata, lawannya bukan Tiara melainkan Imelda.


"Udah sadar lo.. !" bentak Dion. Kembali di tariknya tubuh polos Alex dan meninju perutnya berkali-kali.


"Hentikan.... !!!" Teriakan tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang datang tergopoh-gopoh melerai tak di hiraukan Dion.


"Hentikan... !!!" pinta wanita itu histeris, melihat darah di wajah anaknya.


Ellena datang ke kediaman anaknya, setelah semalam bertemu ibunya Tiara. Tapi saat itu Alex tidak membukakan pintu untuknya jadi dia memutuskan menginap di hotel. Baru saja dia datang, tapi terkejut melihat pintu Apartemen anaknya terbuka dan terdengar keributan di dalam.


"Hentikannn.. saya mohon hentikan... !!" tangis Ellena seraya menjerit memegang lengan Dion agar tak memukul putranya kembali.


Dafa yang melihat Alex sudah mulai lemas segera meringsek masuk, menahan tangan abangnya yang akan kembali memukul Alex.


" Udah Bang , udah.. " Di tariknya mundur cekalan tangan Dion dari Alex yang membuat Alex ter sungkur di lantai.


"Alexxxxx.... huhu.... " Ellena meraih tubuh putranya yang sudah babak belur, sudah tak terlihat lagi wajah tampannya yang selalu membuat wanita tergila-gila.


Walau awalnya meronta akhirnya Dion menurut untuk mundur, sesaat dia melirik ke arah Imelda yang menangis di lantai sembari menunduk dan langsung berbalik meninggalkan tempat itu di ikuti Dafa.


Dion membanting kencang pintu mobilnya dan Dafa hanya diam menatapnya iba. Dia juga merasa sakit hati, tapi ini lah yang terjadi. Rasanya dia menjadi trauma berhubungan dengan wanita, dan ternyata bukan hanya Dafa.


Dion dalam hati juga menjerit. Menangisi nasibnya yang kembali di khianati oleh kekasihnya untuk kesekian kalinya.


Mereka berdua keluar dari kawasan tempat tinggal Alex dengan perasaan berkecamuk. Syok pada yang sudah terjadi. Dan bingung akan menjelaskan bagaimana pada adiknya yaitu Tiara,

__ADS_1


__ADS_2